Bahasa | English


SEJARAH

Tjong A Fie Mansion

11 June 2019, 00:00 WIB

Berwisata ke Sumatera Utara, mungkin yang terbayang dalam benak kita adalah Danau Toba. Iya, danau vulkanik ini memang indah. Selain indah, Danau Toba ini merupakan danau terbesar di Indonesia. Dan konon danau vulkanik terbesar di dunia.


Tjong A Fie Mansion Rumah Tjong A Fie Mansion. Foto: IndonesiaGOID/Tommy Bernadus

Berwisata ke Sumatera Utara juga, kita bisa mendatangi Ibukota Provinsi Sumatera Utara, yaitu Medan. Kota ke-3 terbesar di Indonesia ini, menyimpan obyek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Kalau mau kulineran, di Medan banyak makanan yang enak. Bukan hanya itu saja, di Kota Medan juga ada obyek wisata sejarah. Sebut saja Istana Maimun. Istana ini sudah menjadi obyek wisata wajib dikunjungi kalah ke Medan.

Di Medan juga, ada kota tuanya. Kalau kita mampir ke kota tua medan ini, kita bisa melihat gedung yang sudah ada dari awal tahun 1900an. Mungkin malah dari 1800an. Di kota tua Medan ini, merupakan daerah pertokoan.

Pertokoan ada yang berbentuk a-la Eropa dan ada juga berdisain Tiongkok. Semuanya ada di Jalan Ahmad Yani. Di antara bangunan Kota Tua di Medan ini, ada salah satu bangunan yang sangat bagus dan masih terawat dengan baik.

Bangunan ini berupa rumah yang disebut dengan Tjong A Fie Mansion. Rumahnya Tjong A Fie agar bisa kita sebut lebih mudah. Siapa Tjong A FIe ini sebenarnya?

Tjong A Fie merupakan seorang pengusahabankir dan kapitan yang berasal dari Hakka, Tiongkok. Tjong A Fie sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di SumatraIndonesia.

Tidak hanya itu, Tjong A Fie membangun bisnis besar yang memiliki lebih dari 10.000 orang karyawan.[Karena kesuksesannya tersebut, Tjong A Fie dekat dengan para kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan DeliMa'moen Al Rasyid serta pejabat-pejabat kolonial Belanda.

Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai "Kapitan Tionghoa" (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian.

Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat dihormati dan disegani, karena ia menguasai bidang ekonomi dan politik. Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunanpabrik minyak kelapa sawit, pabrik gulabank dan perusahaan kereta api.

Dari depan, Rumah Tjong A Fie ini sudah sangat mencolok. Pintu gerbang dan gapuranya, sudah sangat kental rumah Tiongkok model jaman dahulu. Masuk ke dalam, kita akan terpesona karena meskipun sudah berusia seratus tahun lebih, masih sangat terawat.

Halaman depan, masih sangat Asri. Banyak tanaman di taman depan rumah Tjong A Fie ini. Untuk masuk ke rumah ini, karena sudah dijadikan museum, kita harus membayar tiket seharga Rp 35.000.

Setelah masuk ke dalam, kita akan benar-benar disuguhi pemandangan rumah saudagar Tiongkok jaman dahulu. Seperti masuk ke dalam film Tiongkok klasik. Benar-benar membuat terpesona.

Perabotan atau meubel di dalam rumah ini masih terjaga keasilannya. Ada sejumlah ruang di bagian depan rumah ini, mulai dari ruang rapat, ruang menerima tamu dan ruang berkumpul keluarga.  Sekali lagi semua perabotan masih asli. Di setiap sudut rumah, dipajang foto Tjong A Fie.

Rumah Tjong A Fie ini terdiri dari lantai 2. Di bagian atas, tempat Tjong A Fie menggelar pesta. Karena hari sudah petang, saya tidak sempat untuk naik ke lantai atas karena museum hendak tutup.

Namun, dari bagian bawah, terlihat bagian atas ini sangat indah. Jendela yang banyak dan dicat berwarna hijau akan membuat kita terkagum-kagum. Tangga juga masih terbuat dari kayu dan masih bisa dipakai. Tidak usah khawatir kayu sudah lapuk.

Di bagian tengah rumah, ada halaman yang cukup luas. Dari halaman ini kita bisa melihat ke atas untuk melihat jendela yang banyak tersebut. Di bagian belakang rumah, ternyata masih menjadi tempat tinggal keturunan Tjong A Fie, karena itu tidak boleh dimasuki.

Selayaknya rumah khas Tiongkok, di dalam rumah ada tempat untuk sembahyang. Tempat sembahyang ini bukan untuk umum, namun tempat semnbahyang keluarga.

Berkunjung ke setiap sudut rumah Tjong A Fie ini, akan membuat kita berdecak kagum, membuat kita terpesona, dan yang pasti instagrammable. Sangat bagus untuk difoto, dan diunggah ke media sosial.

Kalau ke medan, tidak ada salahnya kita mampir ke Tjong A FIe Mansion ini. (K-TB)

Budaya
Sosial
Ragam Terpopuler
Ketika Atap Kapal Jadi Sumber Energi
Nelayan sekarang sudah bisa memanfaatkan energi matahari untuk mengganti bahan bakar solar. Bayu berganti surya. ...
Mitos Keberaksaraan Orang Jawa
Legenda Aji Saka. Sebuah mitos yang bukan hanya bertutur tentang sejarah dikenalnya aksara bagi orang Jawa, itu sekaligus menjadi momen penanda penting tentang signifikansi sebuah tradisi literasi dal...
Kominfo-Gojek Perluas Akses PeduliLindungi
Aplikasi Gojek menargetkan mampu menyumbang satu juta unduhan PeduliLindungi hingga enam bulan ke depan. ...
Aksesoris Tutul Menembus Pasar Dunia
Dinobatkan menjadi salah satu desa produktif di Indonesia, hasil karya tangan-tangan warga Desa Tutul Kabupaten Jember mampu hasilkan ratusan juta rupiah dalam sebulan. ...
Anak Pekerja Migran Berbagi Sayang di Tanah Lapang
Anak-anak buruh migran bisa berekspresi, orang tua juga bisa berkreasi. Tanoker menjadi wadah keceriaan dan kebahagiaan. ...
Perjuangan Gordon Ramsay Memasak Rendang
Juru masak kelas dunia, Gordon Ramsay sukses mengeksplorasi kekayaan kuliner, budaya, dan keindahan alam Minangkabau. Ia pun memasak rendang yang lamak bana. ...
BLC, Senjata Pemerintah Melawan Corona
Aplikasi BLC tak hanya berguna untuk pemerintah dan masyarakat, melainkan juga untuk petugas kesehatan. ...
Mengenali Likupang untuk Kemudian Jatuh Cinta
Destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara tak hanya Bunaken. Sejumlah pantai berpasir putih dan berair jernih ada di kawasan Likupang. ...
Akasia Berduri, Dulu Didatangkan, Kini Jadi Ancaman
Akasia berduri bukanlah tanaman asli Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Ia didatangkan dari Kebun Raya Bogor untuk keperluan sekat bakar. Tapi sekarang, flora itu malah berk...
Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal
Pandemi corona membuat otak-otak kreatif bekerja. Hanya dalam waktu tiga bulan, anak-anak bangsa bisa menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat. ...