Bahasa | English


PARIWISATA

Wisata Sekepal Tanah Surga di Kerinci

22 September 2019, 10:52 WIB

Kerinci di Provinsi Jambi, memiliki banyak kekayaan. Dari adat istiadat, kesenian, kuliner, hingga wisata. Kerinci memiliki dua administrasi daerah yaitu Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Keduanya, sering disebut sebagai Sekepal Tanah Surga.


Wisata Sekepal Tanah Surga di Kerinci Keindahan Danau Kerinci. Foto: Pesona Indonesia

Salah satu yang perlu kita ketahui mengenai daerah ini ialah Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci atau sekarang disebut Festival Kerinci. Even ini mulai dilaksanakan pada tahun 1999, kemudian menjadi program rutin Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Kementerian Pariwisata RI. Tujuannya, mengajak dan menyadarkan masyarakat dalam melestarikan keindahan alam Danau Kerinci.

Selain mempromiskan Danau Kerinci yang indah, festival ini juga menampilkan berbagai kesenian, kuliner, adat istiadat, dan tradisi khas Kerinci lainnya kepada dunia. Tahun ini, Festival Danau Kerinci akan diselenggarakan pada 3-7 Oktober  2019.

Selain itu, even ini diselenggarakan sebagai ajang promosi dan pelestarian kepariwisataan Kabupaten Kerinci, baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, hingga wisata kuliner. Konsep pelaksanaannya sama dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Danau Kerinci atau masyarakat di sini sering menyebutnya sebagai Danau Gedang berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Sungai Penuh. Sementara jarak dari Kota Jambi sekitar 420 kilometer. Secara administrasi danau Kerinci berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau.

Festival ini sudah masuk di TOP 100 Calender of Event Wonderfull Indonesia Kementrian Pariwisata RI. Karena sudah terdaftar di kalender tersebut, berarti ada 4 penilaian yang telah terpenuhi, yaitu memiliki nilai kreativitas (creative value), memiliki nilai komersil (commercial value), memiliki nilai komunikasi (communication value), dan komitmen kepala daerah untuk mengembangkan pariwisata (CEO Commitment).

Di Pulau Sumatera sendiri, ada beberapa daerah yang masuk di kalender tersebut. Misalnya, Festival Tabut (Bengkulu), Tor de Bintan (Kepeluan Riau), Bangka Culture Wave (Kepulauan Bangka Belitung), Ziarah Kubro (Sumatera Selatan), dan sebagainya.

Setiap tahun, festival Danau Gedang diikuti ribuan masyarakat Kerinci dan para wisatawan lokal dan luar negeri. Ini membuktikan bawah festival Danau Kerinci berhasil menjadi penunjang perekonomian masyarakat sekitar.

Danau ini termasuk salah satu wisata yang banyak dikunjungi di Provinsi Jambi. Even wisata yang rutin digelar setiap tahun ini cukup berhasil mendongkrak kunjungan wisata ke Kabupaten Kerinci. Kunjungan wisatawan ke Kerinci tetap paling tinggi di Provinsi Jambi hingga 2018. Jumlah kunjungan mencapai 5.325 orang.

Kegiatannya adalah menampilkan berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Kerinci seperti tari rangguk, pencak silat tradisional Kerinci, tari niti mahlinggai yang bernuansa mistik, lagu daerah, dan seni budaya lainnya.

Selain seni budaya, ada juga pameran hasil kerajinan khas Kerinci sebagai suguhan untuk wisatawan yang datang berkunjung. Tidak ketinggalan ada perlombaan yang dikhususkan pada masyarakat Kerinci. Seperti, lomba tari kreasi, lomba berbalas pantun, lomba mengaji adat Kerinci, lomba menumbuk padi dan lain sebagainya. Juga, perlombaan Bike Cross Country yang merupakan Sport Tourism yang diselenggarakan di area perkebunan teh terluas di Indonesia yaitu Perkebunan Teh Kayuaro.

Sebagai even tahunan, kita akan melihat suatu kebudayaan yang tetap dirawat hingga hari ini. Mereka yang masih ada talian darah dengan nenek moyang Kerinci sudah tentu akan mendatangi kegiatan ini. Even ini merupakan sebuah acara yang menarik untuk dilihat secara langsung. Maka, segera siapkan waktu dan tabungan kita untuk datang ke wilayah Sekepal Tanah Surga ini. (K-LH)

Destinasi
Wisata
Ragam Terpopuler
Kegairahan yang Terkendala Harga
Rata-rata satu petak keramba 3x3 meter menghasilkan 12,5 kg lobster. Toh, ada yang bisa produksi 20 kg per petak. Kegairahan budi daya lobster di Lombok terkendala harga yang menyusut secara tiba-tiba...
Laboratorium Alam di Tanah Ciremai
Kawasan hutan konservasi memiliki nilai sumber daya biologi yang sangat penting dalam menunjang kegiatan budidaya masyarakat sekitar. ...
Teguk Kesegaran Airnya, Lindungi Kesehatan Masyarakatnya
Ada empat jenis industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang diakui yaitu air mineral alami, air mineral, air demineral, dan air minum embun yang standarnya telah diatur melalui Standar Nasional Indon...
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di anta...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...
Ketika Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat
Komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan perbaikan yang kontinu untuk mewujudkan peningkatan SPBE secara menyeluruh. ...