Bahasa | English


OBSERVASI CORONA

Pulau Sebaru, Riwayatmu Dulu

5 March 2020, 09:46 WIB

Pulau Sebaru Kecil dulunya untuk singgah nelayan. Pernah dibuat untuk rehabilitasi pecandu narkoba kini untuk observasi corona.


Pulau Sebaru, Riwayatmu Dulu Suasana Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (26/2/2020). Pulau tersebut akan menjadi lokasi observasi 188 WNI ABK World Dream. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Delapan bangunan bercat putih itu berdiri kokoh. Delapan bangunan itu berdiri di antara pepohonan itu saling berdekatan. Di sekelilingnya terhampar pasir putih nan luas. Lautnya biru. Suasananya adem-ayem. Tak ada kebisingan. Hanya deburan ombak kecil yang kerap terdengar.

Bangunan itu berada di Pulau Sebaru Kecil. Luasnya 16,6 hektar. Pulau ini merupakan satu dari 110 gugusan pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. Hari-hari biasa pulau ini tak ada yang menghuni, kecuali petugas yang menjaganya.

Pulau ini semula hanya diketahui oleh sedikit orang. Namun sejak pemerintah memutuskan akan menjadikan pulau ini sebagai tempat observasi bagi 188 anak buah kapal (ABK) World Dream dan 68 ABK Diamond Princess yang diduga terjangkit Covid-19 pada 24 Februari lalu, tempat ini menjadi perbincangan banyak orang.

 

Fasilitas Lengkap

Yang lebih menarik lagi, di pulau yang terkesan tak berpenghuni itu, ternyata memiliki fasilitas yang tergolong lengkap. Ada fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) dibuat dua lantai bersamaan dengan ruang isolasi dan ruang perawatan, instalasi air bersih, dapur, ruang makan, listrik, dan kamar-kamar.

Pulau Sebaru Kecil dipilih karena wilayahnya memang susah diakses dan tak ada penghuninya. Sehingga, risiko penyebaran corona terbilang kecil.

Pulau Sebaru sendiri terbagi menjadi dua. Ada Sebaru Besar dan Sebaru Kecil. Sebaru Besar yang mempunyai luas 37,70 hektare masuk dalam wilayah Kelurahan Pulau Harapan.

Sedangkan Sebaru Kecil yang luasnya 16,6 hektare masuk Kelurahan Pulau Kelapa. Walau begitu, kedua pulau itu masuk dalam Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Tak ditemukan adanya catatan resmi tentang jejak pulau tersebut. Namun menurut penuturan warga sekitar, pulau ini mulai dikenal oleh kalangan nelayan sejak sekitar 1980-an. Biasanya, di antara kegiatan melautnya, nelayan-nelayan itu singgah di pulau tersebut.

Dalam perjalanannya, Pulau Sebaru sempat dibeli oleh Tommy Winata, bos Artha Graha Grup. Hanya saja, tak jelas benar kapan Tommy membeli pulau itu.

Setelah dibeli, Tommy kemudian melengkapi pulau itu dengan sejumlah bangunan yang kemudian digunakan sebagai fasilitas training Artha Graha Peduli, organisasi nonprofit di bawah Artha Graha Grup.

Saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden, pemerintah tertarik bekerja sama dengan Artha Graha Grup untuk menggunakan pulau itu sebagai tempat rehabilitasi pengguna obat-obatan terlarang.

"Pada tahun 2008 Pak SBY meresmikan tempat itu sebagai klinik rehabilitasi ketergantungan narkoba," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto.

Tak ada hiruk-pikuk saat itu. Nama pulau itu juga tak begitu menggema seperti saat ini. Penggunaan tempat itu sebagai klinik rehabilitasi hanya berlangsung beberapa tahun karena pemerintah kemudian memutuskan rehabilitasi harus dilakukan di rumah sakit.

 

Kembali Kosong

Alhasil, pulau itu kembali kosong. Hanya sesekali digunakan internal Artha Graha Grup untuk training. Beberapa tahun berselang, nama tempat itu mencuat lagi setelah pemerintah memutuskan untuk mengobservasi ABK World Dream dan Diamond Princess yang diduga terinfeksi virus corona.

Awak kedua kapal itu ditempatkan di gedung yang berbeda. Sesuai jadwal, sebagian besar dari mereka akan menjalani masa observasi selama 14 hari. Dan sebagian kecil lainnya akan diobservasi dalam rentang waktu yang lebih lama, karena terlibat kontak langsung dengan penderita corona.

Pulau Sebaru Kecil ini memang sangat memesona. Pantainya indah. Suasananya tenang. Lewat suasana yang tenang dan pantai yang indah itulah, diharapkan bisa jadi penghilang jenuh mereka yang saat ini menjalani observasi. Dari dalam gedung, mereka juga bisa melepaskan mata memandang hembusan angin dan mendengar deburan ombak di pantai.

Tak hanya Sebaru Kecil, di sekelilingnya juga banyak pulau yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Di sekitar Sebaru ada 11 pulau berpenduduk dan 7 resort. Ada Pulau Lipan, Pulau Bunder, Pulau Nyamplong, Pulau Kapas, Pulau Pantara Timur, dan Pulau Pantara Barat.

Pulau-pulau itu menawarkan keindahan dan keelokan yang berbeda. Dalam lingkaran pulau itu, hanya Pulau Pantara Timur yang memiliki fasilitas lengkap sebagai pulau wisata privat.

Tertarik menyambangi Sebaru dan pulau-pulau di sekitarnya? Anda hanya butuh waktu 3,5 jam menggunakan kapal cepat dari Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, untuk dapat mencapai tempat ini.

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Firman Hidranto/Ratna Nuraini

pulau sebaru kecil
Ragam Terpopuler
Hap! Melayang Sejenak Bagai Burung
Selama beberapa detik pertama kita pasti akan tertegun karena akhirnya bisa seperti burung, terbang di kesenyapan alam ditemani embusan sejuk angin pegunungan. ...
Jejak Panjang Telaga Biru
Ada sekitar 6.200 bekas galian tambang timah yang belum direklamasi di Bangka dan ribuan lainnya di Belitung. Kolam baru masih bermunculan. Sebagian menjadi danau biru yang indah. ...
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...