Bahasa | English


WISATA NUSANTARA

Negeri Asal Budaya Minangkabau Jadi Desa Terindah di Dunia

25 April 2019, 16:58 WIB

Keindahan Desa Nagari Tuo di Indonesia berhasil menyabet gelar desa terindah di dunia versi Majalah Budget Travel dengan kategori World’s Most Picturesque Villages pada tanggal 23 Februari 2012.


Negeri Asal Budaya Minangkabau Jadi Desa Terindah di Dunia Rumah Gadang Minangkabau. Sumber foto: Pesona Indonesia

Majalah bergengsi dari New York Amerika Serikat ini, menyandingkan Nagari Tuo Pariangan Sumatera Barat dengan 15 desa lainnya. Diantaranya Desa Wengen di Swiss, Eze di Prancis, Niagara on the Lake di Kanada, dan Cesky Krumlov di Cekodengan.

Dalam Bahasa Indonesia kata “Nagari” berarti desa, dan kata “Tuo” berarti tua atau kuno. Nagari Tuo yang berada di Kecamatan Pariangan menjadi desa kuno dan dipercaya sebagai cikal lahirnya sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau. Hal ini karena dilihat dari banyaknya peninggalan sejarah berupa prasasti, menhir, batu tigo luak, dan lainnya. Keasrian dan warisan leluhur yang masih terjaga dengan baik, menjadi kriteria penilaian desa ini menjadi desa terindah di dunia.

Secara administratif, Nagari Tuo Pariangan memiliki luas sekitar 17,92 kilometer persegi. Untuk menuju kesana, perlu menempuh jarak sekitar 14 kilometer dari Kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, atau menempuh waktu sekitar 3 jam jika berangkat dari Kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Mengunjungi Nagari Tuo Pariangan akan melihat pemandangan yang memanjakan mata. Paling populer yakni Rumah Gadang, rumah tradisonal khas Minangkabau masih banyak dapat kita temukan di sini. Bahkan beberapa diantaranya tetap berdiri kokoh meskipun telah berusia ratusan tahun. Antara satu rumah dengan rumah yang lain, dihubungkan dengan Undakan. Undakan merupakan tangga bertingkat-tingkat penghubung antar rumah.

Bangunan yang paling menonjol lainnya yakni Masjid Tuo Minangkabau, dengan nama lain Masjid Al-Ishlah. Uniknya, masjid ini dibangun pada abad 19, menjadi tempat ibadah agama Islam pertama di tanah Minang. Bahkan menjadi sentral kegiatan masyarakat yang terkenal memegang teguh nilai agama.

Banyak sekali spot lainnya yang menarik dikunjungi sebagai objek wisata di Nagari Tuo Pariangan, seperti Kuburan Panjang Datuak tantejo Guhano, Balai Saruang, Air Terjun Najun, Lasuang Gadang, dan Prasasti dengan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta yang bernama Batu Basurek.

Soal kuliner Nagari Tuo Pariangan tidak perlu diragukan. Sumatera Barat yang merupakan wilayah domisili etnis Minang punya masakan khasnya “Rendang Daging”, yang berhasil menempati posisi pertama sebagai World Best Foods Readers Choice versi CNN Travel.

Aktivitas khas masyarakat Nagari Tuo Pariangan sebagian besar hidup di bidang pertanian. Tak heran jika masih banyak perkebunan dan persawahan yang hijau, menambah ketenangan dalam menikmati pemandangan di Nagari Tuo Pariangan.

Tidak sedikit juga masyarakat desa ini berada pada perantauan, berkutat di bidang perniagaan. Karena Etnis Minang juga merupakan pewaris kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya yang gemar berdagang.

Warisan sejarah, budaya, kuliner, hingga tata letak pemukiman dihiasi persawahan Nagari Tuo Pariangan berhasil mengikat perhatian dunia. Semakin bangga jadi masyarakat Indonesia, negeri penuh kekayaan alam, berjuta sejarah dan budaya. (K-MP)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...
Menikmati Surga Bumi di Kaki Borobudur
Sejumlah lokasi wisata di Magelang mulai menggeliat di masa adaptasi kebiasaan baru. Candi Borobudur kini bukan satu-satunya destinasi wisata di sana. ...
Meningkatkan Sistem Imun, Mencegah Virus Masuk
Ada tiga mekanisme respons imun untuk mengeliminasi infeksi virus, yaitu melalui antibodi, dengan mekanisme sitotoksik, dan melalui interferon. ...