Bahasa | English


PARIWISATA

Mulut Seribu, Keindahan Raja Ampat ala Pulau Rote

28 November 2019, 12:00 WIB

Melancong ke Rote, pulau paling Selatan Indonesia ini rasanya tidak akan lengkap jika tidak mengunjungi Mulut Seribu. Menyebut Mulut Seribu, jangankan orang Indonesia mungkin sebagian besar masyarakat NTT saja belum banyak yang tahu dimana lokasi Mulut Seribu.


Mulut Seribu, Keindahan Raja Ampat ala Pulau Rote Perairan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Foto: Pesona Indonesia

Mulut Seribu terletak di Papela, Pulau Rote, Rote Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daya tarik Mulut Seribu ialah cerita mengenai keindahannya yang "katanya" mirip dengan keindahan Kepulauan Raja Ampat di Papua yang tersohor itu.

Menurut warga setempat lokasi ini dinamakan Mulut Seribu karena tempat ini merupakan sebuah pantai yang mempunyai banyak tebing dan karang di sekitarnya seperti membentuk gua dan terlihat mempunyai banyak “mulut.”

Jadi, bisa dibilang perjalanan Mulut Seribu adalah perjalanan menyusuri laut, serta melewati tebing-tebingnya yang terbentuk secara natural dengan menggunakan kapal kayu bermotor. Perjalanan dihiasi dengan pemandangan batu-batu karang yang tak jarang ditumbuhi oleh pepohonan.

Hijaunya pohon terlihat kontras dengan gelapnya batu karang. Disekeliling kami terlihat tebing-tebing tajam yang panjang, serta ombak yang menerpa-nerpa sisi tebing dengan cukup keras.

Pertama-tama untuk menelusuri Mulut Seribu kita harus menyewa kapal nelayan dari Pelabuhan Papela untuk dapat mengeksplor Mulut Seribu. Biaya sewa kapal berkisar 500 ribu - 1 juta rupiah satu kali tur memutari mulut seribu.

Baru beberapa menit kita menyusuri perairan Mulut Seribu kita langsung disuguhkan sebuah teluk dengan air yang tenang berwana hijau jernih dan dikelililngi karang-karang kecil yang ditumbuhi tanaman bakau.

Sekilas terlihat karang-karang itu seperti pulau-pulau kecil yang berada di teluk. Pulau-pulau kecil yang terhampar di teluk Mulut Seribu itu memiliki jalan masuk dan jalan keluarnya. Seperti bermain labirin, nahkoda kapal harus tahu mana jalan masuk dan jalan keluarnya agar tidak tersesat.

Selain disuguhkan pemandangan teluk yang tenang dengan hamparan batu karang bak pulau kecil, kamu juga bisa singgah sejenak di Pantai Mulut Seribu. Disana kamu bisa menikmati pemandangan laut tenang dengan aktivitas petani rumput laut serta para nelayan yang sibuk mencari ikan.

Setelah puas mengeksplor Mulut Seribu, untuk kembali ke pelabuhan Papela kamu harus melewati laut lepas jika sudah pukul 3 sore ke atas. Hal ini dikarenakan labirin Mulut Seribu sudah mulai pasang sehingga tidak bisa di lalui lagi.

Pesaran dengan keindahan alam Mulut Seribu, untuk mengakses lokasi ini kamu terlebih dahulu menuju Kupang. Setelah tiba di Kupang kamu bisa menggunakan pesawat dengan harga berkisar 100-300 ribu rupiah dengan 15 menit perjalanan untuk bisa sampai di Ba'a Ibu Kota Kabupaten Rote.

Selain menggunakan pesawat, kita juga dapat menggunakan kapal laut seperti kapal cepat dan kapal Feri. Namun menggunakan kapal laut akan memakan waktu sekitar 2 jam untuk kapal cepat dan 4 jam untuk kapal Feri.

Setelah tiba di Ba'a kita akan melanjutkan perjalanan ke Rote Timur dengan menggunakan mobil sewa dengan harga berkisar 500 ribu rupiah. Kamu juga bisa memanfaatkan kendaraan umum yang ada di Rote. Perjalanan dari Ibu Kota Ba'a menuju Rote Timur tepatnya di Pelabuhan Papela, memakan waktu satu jam perjalanan. (K-YN)

Destinasi
Wisata
Ragam Terpopuler
Rekristalisasi Datang, Limbah Hilang
Meningkatnya limbah medis dari sisa-sisa penanganan Covid-19 menjadi persoalan tersendiri. Limbah-limbah tersebut merupakan bahan berbahaya dan beracun atau B3.  ...
Potensi Andalan Ekspor dari Liur yang Lezat
Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara eksportir sarang burung walet ke Republik Rakyat Tiongkok sebesar 75,3 persen. ...
Terowongan Silaturahmi Perkuat Persaudaraan
Terowongan penghubung di bawah tanah akan dibangun antara Masjid Istiqal dan Gereja Katedral. Sinyal tegas kerukunan dan toleransi antarumat beragama di tanah air. ...
Rekaman Suara Pilot Terus Dicari
Meski operasi pencarian dan pertolongan Basarnas telah dihentikan, Presiden Jokowi tetap meminta CVR Boeing 737-500 SJ-182 terus dicari. Penyebab kecelakaan harus diungkap tuntas. ...
PP 2/2021, Agar Penamaan Rupabumi Lebih Tertib
Pemerintah telah menerbitkan peraturan tentang penamaan pulau, daerah, sungai, danau, teluk, atau rupabumi. Tujuannya untuk melindungi kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. ...
Ketika DAS Barito Bobol Tersengat Anomali Cuaca
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat terjadinya penurunan luas hutan alam pada periode 1990-2019 sebesar 62,8 persen di DAS Barito Wilayah Kalsel. Ketika wilayah hulu tertimpa hu...
Dari Dinasti Wuhan sampai ke Varian Baru UK
Varian baru Covid-19 asal Inggris menjadi momok baru. Genom B-117-nya dimungkinkan berasal dari virus lain yang membuatnya lebih menular. Varian Afrika Selatan masih tunggu bukti ilmiah. ...
Si Manis di Ambang Kepunahan
Angka perdagangan gelap trenggiling asli Indonesia masih tinggi. Sepanjang 10 tahun terakhir, 26.000 ekor trenggiling diselundupkan. ...
Ada Kebun Raya di Cibinong
Meski sama-sama menyandang status sebagai kebun botani, konsep Kebun Raya di Cibinong berbeda dengan di Bogor. Jika di Bogor tumbuh-tumbuhan yang ada ditata berdasarkan famili, maka di Cibinong dikelo...
Merawat Eksotisme Benteng Pendem
Benteng Pendem berlokasi tak jauh dari pertemuan dua sungai besar Bengawan Solo dan Sungai Madiun di Ngawi, Jawa Timur. Bangunan cagar budaya nasional itu kini sedang direvitalisasi oleh pemerintah ag...