Bahasa | English


WISATA ALAM

Keindahan Curug Bidadari, Sisi Lain Pekalongan

29 April 2019, 17:08 WIB

Masyarakat sekitar meyakini, pada malam-malam tertentu muncul seorang putri yang mandi di curug itu. Sang Putri itu akan mandi di tiga lokasi yang ada di areal curug tersebut.


Keindahan Curug Bidadari, Sisi Lain Pekalongan Curug Bidadari. Sumber foto: K/Abdul Rasyid

Bagi sebagian orang, Kota Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik, karena di sana terdapat sentra produksi batik. Sedangkan Kabupaten Pekalongan, dikenal dengan julukan Kota Santri.

Sebagai Kota Santri, Kabupaten Pekalongan nyatanya juga memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa. Dari wilayah pesisir pantai hingga daerah pegunungan, terbentang sajian alam yang menawan.

Salah satu kekayaan alam di kawasan itu adalah Curug Bidadari. Objek wisata itu terletak Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Penamaan Curug bidadari sendiri berasal dari dongeng yang hidup di masyarakat sekitar.

Di mana masyarakat sekitar meyakini, pada malam-malam tertentu muncul seorang putri yang mandi di curug itu. Sang Putri itu akan mandi di tiga lokasi yang ada di areal curug tersebut. Pertama, di pancuran sela-sela batu yang kini diberi tanda bambu oleh pengelola. Kedua, di tengah lorong dan yang ketiga tepat di curugnya (di bawah air terjun).

Versi kisah lain menyebutkan, penamaan itu diberikan karena setiap ada anak kecil yang rewel (suka menangis) jika dibawa ke curug itu akan hilang rewelnya. Itu diyakini karena si anak melihat keindahan pelangi di antara dua tebing yang mengapit curug. Yang mana, pada saat itu ada bidadari yang turun dari langit dan menenangkan si anak.

Curug Bidadari juga kerap dikenal dengan nama Curug Batu Dinding Kolam Lima. Sebab di sana terdapat lima buah ceruk aliran air di sekitar air terjun yang menyerupai kolam renang.

Saat berwisata di lokasi itu, tetamu akan disuguhi pemandangan dua kolam alami dengan air yang berwarna kehijauan. Satu kolam sedalam 4 meter dan kolam di bawah air terjun atau Curug Bidadari sedalam 7 meter.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk berenang juga ditawarkan nuansa berenang yang berbeda dengan kolam alam yang murni dan airnya tawar. Bahkan bagi wisatawan yang handal berenang, dapat mencoba sensasi yang anti-mainstream dengan terjun ke dalam kolam sedalam tujuh meter dari atas tebing batu yang mengapit Curug Bidadari.

Namun bagi yang kurang mahir berenang tentu harus berhati-hati. Terkait keamanan, wisatawan bisa menggunakan perlengkapan yang telah disediakan pengelola dengan harga yang cukup terjangkau.

Di antara dua kolam itu, wisatawan akan diajak melintasi sungai yang panjang dengan airnya yang jernih dan cukup deras. Bebatuan di dasar sungai dapat dijadikan sebagai pijakan untuk mencapai curug.

Di lokasi itu, konsep wisata yang diangkat benar-benar wisata yang memerhatikan lingkungan dan keberlanjutannya. Hal itu tampak dari jalanan menuju Curug Bidadari yang menampilkan keindahan penataan batu alam. Sambil menyusuri jalana itu, wisatawan juga bisa mendengar cuitan burung, udara yang sejuk berkabut tipis, dan jajaran pohon karet serta bukit-bukit nan indah.

Untuk melepas lelah saat menempuh perjalanan di areal wisata itu, wisatawan bisa beristirahat sejenak di warung-warung yang terbuat dari bambu dan kayu-kayu. Di sana disajikan berbagai menu kudapan, seperti minuman teh panas khas daerah Talun, serta tempe dan tahu goreng yang dimasak dengan menggunakan tungku (kayu bakar).

Di areal wisata itu juga disediakan sejumlah fasilitas, seperti area parkir, musala, dan toilet. Akses menuju lokasi wisata itu juga cukup mudah untuk dijangkau. Wisatawan dapat mencapai lokasi itu menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi, baik mobil atau motor, cukup dipandu google maps.

Saat menyusuri jalan menuju lokasi, wisatawan juga akan dimanjakan oleh keindahan alam yang terbentang di Kecamatan Talun. Sawah-sawah yang luas, pepohonan yang seolah-olah menyapa di setiap pinggir jalan, dan masyarakat yang ramah menyambut kedatangan wisatawan.

Bagi yang berencana menuju lokasi, hendaknya menyiapkan pula alat dokumentasi karena panorama di Curug Bidadari cukup instagramable. (K-AR)

Lingkungan Hidup
Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...
Menikmati Surga Bumi di Kaki Borobudur
Sejumlah lokasi wisata di Magelang mulai menggeliat di masa adaptasi kebiasaan baru. Candi Borobudur kini bukan satu-satunya destinasi wisata di sana. ...
Meningkatkan Sistem Imun, Mencegah Virus Masuk
Ada tiga mekanisme respons imun untuk mengeliminasi infeksi virus, yaitu melalui antibodi, dengan mekanisme sitotoksik, dan melalui interferon. ...