Bahasa | English


PARIWISATA

Fakta tentang Papua sebagai Pulau Terdingin di Indonesia

29 May 2019, 11:20 WIB

Kota Mulia merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua yang letaknya di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut. Saking tingginya, kota Mulia bahkan dianggap sebagai kota terdingin di Indonesia.


Fakta tentang Papua sebagai Pulau Terdingin di Indonesia Kota Mulia, Papua. Foto: Istimewa

Mungkin hampir seluruh masyarakat Indonesia ingin berkunjung ke Papua, sebuah daerah paling ujung Timur Indonesia yang begitu dicintai karena kebudayaan, adat hingga kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi Cendrawasih ini. Sedangkan bagi para pecinta travelers, keinginan besar berkunjung ke Papua karena ingin melihat secara langsung ekosistem keindahan alamnya. Misalnya, berkunjung ke Raja Ampat, surga tersembunyi yang mendunia. Bahkan Raja Ampat dimasukan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO.

Tidak hanya kekayaan alam, budaya, adat dan tempat wisatanya yang memanjakan mata. Lebih dari itu, keramahan dari masyakat Papua itu sendiri yang sangat dijunjung. Masyarakat Papua sangat menjunjung tinggi persaudaraan dan menghargai perbedaan. Maka jika kita berkunjung ke Papua, jangan kaget bila masyarakatnya yang ramah menyambut baik siapapun yang mengunjungi daerahnya.

Karena keramahan dan rasa persaudaraan yang tinggi dari masyarakat Papua itulah, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, beberapa kali mengadakan kunjungan kerja sembari menyapa masyarakatnya. Saat kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Papua, terlihat senyum sapa dan ramah tama terpancar dari anak-anak hingga orang tua. Masyarakat Papua menunjukan kebanggannya sebagai warga negara, saat daerahnya dihadiri langsung oleh orang nomor satu di negeri ini.

Begitulah Papua, negeri yang dikaruniai sumber daya manusianya yang ramah, juga limpahan sumber daya alam yang begitu kaya. Oleh karena itu, berbicara tentang kepulauan Papua memang tidak ada habisnya. Menarik. Elok dan membanggakan negara tercinta. Indonesia.

Pulau Papua Terdingin di Indonesia

Dibalik semua keunikan di Papua, ternyata ada kelebihan khusus lainnya yang juga jarang kita jumpai pada daerah lain di Indonesia. Yaa, Papua dikenal sebagai daerah terdingin di Indonesia.

Mungkin sebagian dari kita menganggap kalau wilayah terdingin di Indonesia adalah Dieng, atau puncak Bogor, bahkan mungkin beberapa daerah di Jawa Timur seperti kota Malang dan sekitarnya. Namun ternyata, daerah terdingin di Indonesia adalah kota Mulia yang terletak di Provinsi Papua.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang secara astronomis berada antara 6 LU - 11 LS, serta 95 BT - 141 BT. Olehnya itu, beberapa daerah di Indonesia memiliki tingkat curah hujan yang cukup tinggi, namun sebagian daerah lainnya mengalami curah hujan rendah. Selain itu, Indonesia juga terletak di antara 2 benua, yakni benua Australia dan benua Asia yang menjadi perlintasan arah angin setiap enam bulan. Itulah mengapa Indonesia mempunya pergantian musim hujan dan kemarau.

Maka jika berbicara soal kepulauan di Indonesia, khususnya di Kota Mulia Kepualauan Papua secara letak geografis, terletak di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut. Kota Mulia adalah satu-satunya daerah berpenghuni yang ketinggiannya dikelilingi pegunungan Jaya Wijaya atau Puncak Jaya. Tentu pegunungan Puncak Jaya tidak asing lagi, terutama bagi para pendaki. Karena pegunungan Jaya Wijaya merupakan puncak tertinggi pertama di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Nah, jika kita tinggal di Kota Mulia yang dikelilingi pegunungan Jaya Wijaya ini, bisa kebayang seperti apa dinginnya? Kita bisa merasakan dingin di kota Mulia saat siang hari dengan suhu mencapai 15 derajat celcius, apalagi di malam hari hingga 9 derajat celsius.

Tidak hanya ketinggian suhunya yang membuat kota Mulia terdingin di Indonesia. Fakta lain membuktikan, curah hujan juga terjadi hampir setiap tahun. Oleh karena itu, ketika berkunjung ke kota Mulia, jarang kita temukan rumah warga yang berbahan semen.  Uniknya lagi, hampir sebagian masyarakat disana masih menggunakan rumah adat Papua yakni Hanoi. Alasan menggunakan Hanoi selain untuk melestarikan kearifan lokal, Rumah Hanoi juga dibuat tanpa jendela agar udara dingin tidak mudah masuk, terutama di malam hari. Sementara bangunan yang menggunakan bahan semen hanya terlihat di perkantoran seperti kantor desa, puskesmas, sekolah dan gedung pelayanan sosial lainnya.

Lima Gunung Tertinggi di Papua

Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang memiliki pegunungan yang banyak, baik gunung aktif maupun tidak. Rata-rata ketinggian pegunungan di Indonesia berkisar 2000 mdpl sampai di atas 4000 mdpl. Hal itulah yang menyebabkan sebagian gunung di Indonesia sering erupsi. Indonesia juga dilewati oleh dua sirkum pegunungan berapi, antara lain sirkum mediterania dan sirkum pasifik. Kemudian, Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng bumi, yakni lempeng Eurasia, Pasifik dan Indo-Australia.

Bagaimana dengan gunung tertinggi di Indonesia? Bagi para pendaki, untuk menakluk gunung-gunung tertinggi di Indonesia tentu yang menjadi tujuan utama adalah Papua. Karena dari 10 gunung di Indonesia, 5 gunung di kepulauan Papua diantaranya yang paling tertinggi secara berturut-turut dengan ketinggian 4000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pertama, Puncak Jaya atau sebutan lainnya Cartensz Pyramid yang berlokasi di Kabupaten Mimika. Puncak Jaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Puncak Jaya juga masuk sebagai kawasan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO karena termasuk dalam daftar 7 puncak gunung-gunung tertinggi dari tujuh benua di dunia.

Gunung tertinggi kedua adalah Puncak Mandala di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan ketinggian 4.760 mdpl, kemudian Puncak Trikora 4.750 mdpl di Tagineri Kabupaten Jaya Wijaya, puncak Valentiyn di Kabupaten Yahukimo ketinggian 4.453 mdpl, serta Pegunungan Hens 4.061 di daerah Beoga Kabupaten Puncak.

Saking banyaknya gunung-gunung menjulang tinggi itulah yang menjadi jawaban, mengapa Papua disebut sebagai daerah terdingin di Indonesia. Bahkan, tanpa musim hujan pun, beberapa pegunungan tersebut memiliki salju yang cukup banyak. Sebagai warga negara, kita patut bersyukur begitu banyak kekayaan ekosistem alam yang telah mengharumkan nama Indonesia di manca negara. (K-IK)

Wisata
Ragam Terpopuler
Ketika Atap Kapal Jadi Sumber Energi
Nelayan sekarang sudah bisa memanfaatkan energi matahari untuk mengganti bahan bakar solar. Bayu berganti surya. ...
Mitos Keberaksaraan Orang Jawa
Legenda Aji Saka. Sebuah mitos yang bukan hanya bertutur tentang sejarah dikenalnya aksara bagi orang Jawa, itu sekaligus menjadi momen penanda penting tentang signifikansi sebuah tradisi literasi dal...
Kominfo-Gojek Perluas Akses PeduliLindungi
Aplikasi Gojek menargetkan mampu menyumbang satu juta unduhan PeduliLindungi hingga enam bulan ke depan. ...
Aksesoris Tutul Menembus Pasar Dunia
Dinobatkan menjadi salah satu desa produktif di Indonesia, hasil karya tangan-tangan warga Desa Tutul Kabupaten Jember mampu hasilkan ratusan juta rupiah dalam sebulan. ...
Anak Pekerja Migran Berbagi Sayang di Tanah Lapang
Anak-anak buruh migran bisa berekspresi, orang tua juga bisa berkreasi. Tanoker menjadi wadah keceriaan dan kebahagiaan. ...
Perjuangan Gordon Ramsay Memasak Rendang
Juru masak kelas dunia, Gordon Ramsay sukses mengeksplorasi kekayaan kuliner, budaya, dan keindahan alam Minangkabau. Ia pun memasak rendang yang lamak bana. ...
BLC, Senjata Pemerintah Melawan Corona
Aplikasi BLC tak hanya berguna untuk pemerintah dan masyarakat, melainkan juga untuk petugas kesehatan. ...
Mengenali Likupang untuk Kemudian Jatuh Cinta
Destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara tak hanya Bunaken. Sejumlah pantai berpasir putih dan berair jernih ada di kawasan Likupang. ...
Akasia Berduri, Dulu Didatangkan, Kini Jadi Ancaman
Akasia berduri bukanlah tanaman asli Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Ia didatangkan dari Kebun Raya Bogor untuk keperluan sekat bakar. Tapi sekarang, flora itu malah berk...
Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal
Pandemi corona membuat otak-otak kreatif bekerja. Hanya dalam waktu tiga bulan, anak-anak bangsa bisa menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat. ...