Bahasa | English


PARIWISATA

Desa Sembalun, Ladang Udara Segar di Kaki Gunung Rinjani

12 April 2019, 00:00 WIB

Gunung Rinjani di Lombok memang terkenal dengan pemandangan alam yang megah. Namun siapa sangka bahwa menikmati kesegaran udara di Lombok tidak hanya harus dengan mendaki Gunung Rinjani.


Desa Sembalun, Ladang Udara Segar di Kaki Gunung Rinjani Pesona Desa Sembalun. Sumber foto: Istimewa

Pulau Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat ini ternyata menyimpan surga kecil di kaki Gunung Rinjani. Surga tersebut ialah Desa Sembalun di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Berjarak sekitar 110 km atau 2 jam dari Kota Mataram.

Bukit-bukit Sembalun menjadi destinasi wisata yang sering dituju untuk menghirup kesegaran udara Gunung Rinjani. Karena Gunung Rinjani merupakan area sebaran vulkanik, tak heran jika dari puncak bukit terlihat pemandangan tanaman hutan dan persawahan yang subur. 

Beberapa bukit menjadi favorit wisatawan, karena setiap bukit memiliki keindahan masing-masing dan tingkat kesulitan yang berbeda. Diantaranya Bukit Pergasingan yang mempunyai ciri khas penuh dengan trek terjal. Berbeda dengan Bukit Nanggi yang trek awalnya menyenangkan namun terjal pada sekitar puncak. Kedua bukit tersebut bisa didaki dengan waktu kurang dari 3 jam.

Namun tak perlu khawatir, bukit-bukit yang rendah dan treknya menyenangkan juga tersedia. Bahkan khusus Bukit Selong, telah ada sejumlah anak tangga untuk membantu pengunjung sampai ke puncak.

Jika belum puas memandang keindahan alam dan kesegaran udara Desa Sembalun, pengunjung bisa lepas landas bermain paralayang dari puncak Bukit-bukit Sembalun. Waktu yang cocok yakni pada pagi hari memandang matahari terbit, dan pada sore hari menikmati senja.

Selain paralayang, ada juga olahraga bernama paramotor. Berbeda denga paralayang, olahraga paramotor tidak mengharuskan pengunjung untuk mendaki perbukitan terlebih dahulu. Karena paramotor menggunakan mesin untuk bisa menerbangkan awaknya.

Setelah menikmati kesegaran udara pagi dan sore hari, pengunjung bisa mendirikan tenda atau ber-camping malam hari di puncak bukit dengan ditemani api unggun. Tapi ingat, kegiatan apapun di Bukit Sembalun, perlu ditemani oleh instruktur atau warga setempat. Mengingat medan di Bukit-bukit Sembalun masih sangat terjaga keasriannya. 

Tidak hanya dapat menikmati bukit-bukit, di Desa Sembalun juga bisa menikmati wisata petik buah. Ada 10 hasil buah yang menjadi andalan, mulai dari stroberi, apel, jagung, jeruk, jambu, pepaya, bawang, kentang, wortel, dan tomat. Kebun stroberi yang lokasinya sangat mudah ditemukan, karena berada di sepanjang jalan desa. Namun untuk menikmati manisnya hasil perkebunan, tentu harus datang pada musimnya. Khusus stroberi Sembalun pada bulan Juli dan Agustus tiap tahunnya.

Selain kesegeran udara dan manisnya buah-buah Sembalun, di desa ini pengunjung bisa berwisata budaya dan sejarah Desa Sembalun. Rumah-rumah tradisional daerah ini menjadi objek wisata yang juga tak boleh dilewatkan. Sama halnya dengan rumah adat lain di Indonesia, rumah ada Desa Sembalun mempunyai ciri khas tersendiri, yakni murni terbuat dari hasil alam. Beberapa diantaranya berusia ratussan tahun, dan menjadi objek cikal bakal masyarakat Desa Sembalun.

Biasanya jika ada tamu istimewa, akan disambut dengan tarian-tarian dan sajian khusus. Masyarakat Desa Sembalun pun terkenal dengan keramahannya. Jadi, tak perlu malu untuk bertanya soal budaya dan sejarah Desa Sembalun untuk menambah wawasan. (K-MP)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...
Menikmati Surga Bumi di Kaki Borobudur
Sejumlah lokasi wisata di Magelang mulai menggeliat di masa adaptasi kebiasaan baru. Candi Borobudur kini bukan satu-satunya destinasi wisata di sana. ...
Meningkatkan Sistem Imun, Mencegah Virus Masuk
Ada tiga mekanisme respons imun untuk mengeliminasi infeksi virus, yaitu melalui antibodi, dengan mekanisme sitotoksik, dan melalui interferon. ...