Bahasa | English


PARIWISATA

Danau Matano Terdalam di Asia Tenggara dan Peninggalan Benda Bersejarah

28 May 2019, 10:27 WIB

Matano dalam Bahasa Dongi adalah mata air. Dongi merupakan sebuah desa terletak di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Desa di ujung selatan pulau Sulawesi inilah terdapat danau Matano.


Danau Matano Terdalam di Asia Tenggara dan Peninggalan Benda Bersejarah Pesona Danau Matano. Foto: Pesona Indonesia

Menelusuri Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan Mianga hingga ke Pulau Rote mungkin menjadi cita-cita dan harapan semua orang. Uniknya lagi, setiap daerah memiliki ekosistem alam dan budaya yang sangat menunjukkan identitas kedaulatan negara ini sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia dalam kacamata dunia, adalah kepingan surga dan tempat hidupnya ekosistem flora dan fauna yang langka.

Selama 350 tahun Indonesia dijajah, sejatinya menjadi renungan bagi setiap warga negaranya. Bahwa Indonesia yang sebelumnya bernama nusantara, begitu dicintai oleh negara-negara penjajah. Tapi sudah menjadi rahasia umum, kecintaan para penjajah terhadap negeri ini karena kekayaan alam dan ekosistemnya yang melimpah. Wonderful Indonesia, itulah sebutan yang tepat agar mengingatkan anak negeri senantiasa menjaga dan melindungi alamnya.

Salah satu ekosistem alam yang turut membanggakan Indonesia di mata dunia adalah danau. Ketika menyebut danau di Indonesia, yang sering terdengan mungkin danau Toba di pulau Sumatera. Atau, danau Kelimutu di Flores, Nusa Tenggara Timur. Tapi sebenarnya, masih banyak lagi danau lain yang menyembunyikan segala keunikannya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Limnologi pada tahun 2018, sebenarnya tidak secara spesifik menyebutkan jumlah danau di Indonesia. Namun diperkirakan, jumlah danau di Indonesia bisa mencapai 800 – 1000 danau. Dari jumlah tersebut, masing-masing memiliki karakteristik tersendiri, yakni danau paparan banjir, danau vulkanik, serta dana tektonik. Umumnya, danau vulkanik dikenal karena terjadi letusan gunung api. Sedangkan danau vulkanik disebabkan dari pergeseran lempeng bumi.

Danau Matano Terdalam di Asia Tenggara

Danau Matano mungkin masih terdengar asing. Yaa, danau ini memang tidak terlalu familiar. Menyebut namanya saja, sebagian diantara kita mungkin menjawab hanya kenal danau Toba, karena kisah sejarahnya yang acapkali kita dengar. Atau mungkin danau-danau lainnya. Tapi jika kita telusuri lebih dalam, sebenarnya danau Matano menjadi representasi dari Indonesia sebagai danau terdalam pertama di Asia Tenggara.

Dari 10 danau terdalam di Asia Tenggara, Danau Matano menduduki posisi pertama dengan kedalaman 590 meter. Danau terdalam kedua adalah Toba di Medan Sumatera Utara dengan kedalaman 505 meter. Kemudian danau Poso 450 meter.

Selain memperlihatkan kedalamannya, danau Matano juga cukup memanjakan mata karena airnya yang bersih, jernih dan tenang. Saking jernihnya, kita bisa melihat dasar danau hingga kedalaman 20 meter.

Tidak hanya itu, luas danau Matano juga sekitar 16.000 hektare. Bayangkan luasnya danau ini. Setiap pengunjung yang hadir juga pasti akan menikmati ekosistem alam lainnya. Dengan luas 16.000 hektare itu, danau ini memiliki kepanjangan sekitar 28 km dan lebar 8 km. Wajar saja jika danau Matano memiliki kedalaman 590 meter.

Nah, jika tertarik mengunjungi danau terdalam di Asia Tenggara ini, kita hanya bisa menempuh jalur darat dan udara. Jika ingin menempuh jalur darat, tarifnya terbilang murah, yakni dari pusat kota Makassar menggunakan bis seharga Rp.150.000 per orang. Kita harus menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam. Sedangkan untuk jalur udara hanya berkisar 1 jam penerbangan. Tapi memang harus benar-benar safety biaya sekitar 1,2 juta.

Peninggalan Benda Bersejarah

Mengunjungi danau Matano untuk berwisata, rasanya kurang tepat jika tidak menelusuri jejak sejarah di daerah tersebut. Apalagi Indonesia dikenal memiliki situs-situs sejarah masa lampau. Keunikan-keunikan inilah yang membuat para ahli dari Barat seringkali melakukan penelitian di Indonesia.

Berdasarkan keterangan warga setempat, danau Matano ternyata memiliki keunikan lainnya. Di dasar danau, ternyata terdapat sebuah goa yang didalamnya berisi benda peninggalan masa lampau seperti tombak, parang, mangkung dan piring yang berumur ratusan tahun.

Tidak hanya itu, jika kita telusuri lebih dalam lagi. Danau Matano juga ternyata menjadi rumah bagi sejumlah fauna eksotis. Beberapa fauna merupakan hewan langka yang hanya ada di danau Matanpo ini, yakni ikan Butini (Glossogobius matanensis). Ikan Butini bagi warga setempat dijuluki sebagai ikan purba karena kemiripannya yang kecoklatan serta bentuknya seperti binatang purba. Selain ikan Butini, fauna lain yang bisa kita temukan adalah kepiting Bungka (Paratelphusa), dan keong air tawar (Brotia).

Itulah sekilas mengenai danau Matano yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara, serta segala keunikan dan ekosistem yang bisa kita jumpai. Mungkin, danau Matano bisa menjadi salah satu destinasi utama bagi anda yang ingin berlibur ke Sulawesi dan sekitarnya. (K-IK)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...
Menikmati Surga Bumi di Kaki Borobudur
Sejumlah lokasi wisata di Magelang mulai menggeliat di masa adaptasi kebiasaan baru. Candi Borobudur kini bukan satu-satunya destinasi wisata di sana. ...
Meningkatkan Sistem Imun, Mencegah Virus Masuk
Ada tiga mekanisme respons imun untuk mengeliminasi infeksi virus, yaitu melalui antibodi, dengan mekanisme sitotoksik, dan melalui interferon. ...