Bahasa | English


WISATA

Transformasi Digital di Pentas Kecak Uluwatu

30 August 2020, 08:01 WIB

Pemerintah menegaskan upaya memulihkan pariwisata Bali dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.


Transformasi Digital di Pentas Kecak Uluwatu Tari Kecak di Uluwatu. Foto: Aditya Agarwal/Pexels

Aktivitas di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, hari itu, menunjukkan kesibukan yang meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sejak 31 Juli 2020, pariwisata di Bali mulai dibuka bagi wisatawan  

Terhentinya aktivitas ekonomi sejak dilanda pandemi empat bulan terakhir telah mematikan denyut ekonomi Pulau Dewata. Nah, pembukaan kembali bagi wisatawan nusantara tentu disambut gembira oleh pelaku pariwisata.

Apalagi, kontribusi pariwisata bagi ekonomi Bali mencapai 53% dari total produk domestik regional bruto (PDRB) dan menyedot tenaga kerja hingga 1,1 juta orang.

Tak bisa dipungkiri, selama pandemi Covid-19, pariwisata nasional merupakan salah satu sektor yang paling terpukul. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2020 turun hingga 86,9 persen year on year (yoy).

Bank Indonesia (BI) juga mencatat realisasi devisa pariwisata pada Mei 2020 mengalami kontraksi hingga minus 97,3 persen yoy. Adapun BPS menyebut, sebanyak 60 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia melancong ke Bali. Pariwisata Bali juga menyumbang 28,9 persen devisa pariwisata nasional sejumlah Rp75 triliun.

Pemerintah menegaskan, upaya memulihkan pariwisata Bali itu dilakukan seiring dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Salah satu solusi untuk memulihkan serta membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali adalah menerapkan pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu di Desa Pekraman Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Layanan itu merupakan bentuk adaptasi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap transformasi digital di era kebiasaan baru.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wawan Gunawan, Minggu (23/8/2020), pandemi Covid-19 memang memberikan dampak kepada seluruh sektor tak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi dan mendukung langkah Pemerintah Provinsi Bali yang bersama pemerintah kabupaten dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali dalam menggelar peluncuran Kecak New Normal dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS di Uluwatu, Bali pada 22 Agustus 2020.

 

Aplikasi Sistem Digital

Kegiatan itu dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan dengan cara mengaplikasikan pembayaran sistem digital atau nontunai berbasis QRIS yang dinilai cepat, mudah, murah, dan aman. Sehingga dapat meminimalisasi kontak fisik di era adaptasi kebiasaan baru.

Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi pelancong lokal maupun asing dengan rata-rata kunjungan sebelum pandemi Covid-19 sebanyak 6.000–8.000 wisatawan per harinya.

Penerapan protokol kesehatan memang menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program ini. Menurut Gubernur Bali I Wayan Koster, penggunaan pembayaran digital QRIS dinilai sebagai media yang baik dan lebih efisien untuk bertransaksi saat pandemi Covid-19. Hal ini juga diharapkan dapat mempercepat kebangkitan perekonomian Bali.

Wayan Koster juga mengatakan, dalam menangani upaya pemulihan pandemi Covid-19 seluruh pemangku kepentingan, pelaku pariwisata dan masyarakat diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan dengan benar, disiplin dan komitmen, serta memiliki rasa tanggung jawab.

"Jika hal ini dijalankan dengan benar, saya berharap pada triwulan IV sektor pariwisata di Bali sudah lebih membaik dari yang sekarang. Sehingga di tahun 2021, Bali sudah positif atau menjadi zona hijau secara keseluruhan," kata Wayan Koster.

QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor, khususnya pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. QRIS bisa diterapkan di semua sektor mulai dari pemesanan tiket, pajak, atau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kawasan Luar Pura Uluwatu.

Manager Pengelola Uluwatu I Wayan Wijana menjelaskan, dari lima daya tarik wisata yang ada di Uluwatu, tari kecak menjadi daya tarik pengunjung yang terbanyak. "Kalau tidak ada pertunjukan tari kecak, Kawasan Objek Wisata Pura Uluwatu sangat sepi. Kami yakin dengan adanya tari kecak di era normal baru, pariwisata di Bali khususnya Uluwatu akan bertumbuh dan berkembang lagi," ujar Wayan Wijana.

Tentu saja, ada beberapa perubahan terhadap tari kecak era normal baru yang disesuaikan dengan protokol kesehatan, antara lain, penari yang tidak memakai topeng wajib menggunakan pelindung wajah atau masker, jumlah penari dikurangi dan koreografi tarian diatur sedemikian rupa untuk menjaga jarak.

Selain penari, pengunjung yang datang juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak sesuai marka yang terdapat di tempat duduk masing-masing.

 

 

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Editor: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Bali
Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI)
Covid-19
Dampak Pandemi
Destinasi Wisata
LawanCovid19
Pandemi
Pandemi Covid-19
Pembayaran Digital QRIS
Pura Uluwatu
Tari Kecak
Ragam Terpopuler
PP 2/2021, Agar Penamaan Rupabumi Lebih Tertib
Pemerintah telah menerbitkan peraturan tentang penamaan pulau, daerah, sungai, danau, teluk, atau rupabumi. Tujuannya untuk melindungi kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. ...
Ketika DAS Barito Bobol Tersengat Anomali Cuaca
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat terjadinya penurunan luas hutan alam pada periode 1990-2019 sebesar 62,8 persen di DAS Barito Wilayah Kalsel. Ketika wilayah hulu tertimpa hu...
Dari Dinasti Wuhan sampai ke Varian Baru UK
Varian baru Covid-19 asal Inggris menjadi momok baru. Genom B-117-nya dimungkinkan berasal dari virus lain yang membuatnya lebih menular. Varian Afrika Selatan masih tunggu bukti ilmiah. ...
Si Manis di Ambang Kepunahan
Angka perdagangan gelap trenggiling asli Indonesia masih tinggi. Sepanjang 10 tahun terakhir, 26.000 ekor trenggiling diselundupkan. ...
Ada Kebun Raya di Cibinong
Meski sama-sama menyandang status sebagai kebun botani, konsep Kebun Raya di Cibinong berbeda dengan di Bogor. Jika di Bogor tumbuh-tumbuhan yang ada ditata berdasarkan famili, maka di Cibinong dikelo...
Merawat Eksotisme Benteng Pendem
Benteng Pendem berlokasi tak jauh dari pertemuan dua sungai besar Bengawan Solo dan Sungai Madiun di Ngawi, Jawa Timur. Bangunan cagar budaya nasional itu kini sedang direvitalisasi oleh pemerintah ag...
KRI Dokter Wahidin Siap Berlayar Melayani Pasien
Satu dari dua kapal bantu rumah sakit pesanan TNI-AL yang diproduksi PT PAL Indonesia telah selesai. Kapal ini setara dengan rumah sakit tipe C. ...
Kalpataru, 40 Tahun Mengapresiasi Pahlawan Lingkungan
Penghargaan Kalpataru diberikan kepada sosok-sosok luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan tanpa pamrih. ...
Museum Timah, Saksi Kejayaan Muntok
Kota Muntok di Pulau Bangka dikenal sebagai pusat produksi dan perdagangan timah dunia. Muntok merupakan hadiah pernikahan Sultan Palembang kepada permaisurinya di tahun 1722. ...
Mendandani Teras Indonesia di Natuna
Pemerintah akan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Serasan, Natuna Provinsi Kepulauan Riau dengan konsep laut. Ini akan menjadi pos perbatasan terpadu pertama yang dibangun ...