Bahasa | English


PARIWISATA

Menjajal Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara

10 October 2020, 10:16 WIB

Sensasi guncangan saat berada di tengah jembatan gantung Situ Gunung membuat pengunjung perlu dibekali sabuk pengaman.


Menjajal Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara Jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto: INSTAGRAM/sukabumiexplore

Sejak 1,5 tahun terakhir ini Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki sebuah ikon wisata baru. Situ Gunung Suspension Bridge adalah nama resmi yang disematkan bagi sebuah jembatan gantung sepanjang 243 meter tersebut.

Jembatan ini membentang di atas kawasan konservasi Situ Gunung di Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) yang bersuhu udara sejuk khas pegunungan. Jembatan berkonstruksi kabel baja dengan lantai dari kayu ulin asli Papua seberat 80 ton itu membentang angkuh di ketinggian 161 meter. Seolah, membelah lembah dan jurang di bawahnya.

Kayu ulin digunakan untuk bahan lantai jembatan karena lebih tahan cuaca dan tidak mudah dimakan rayap. Lokasi jembatan ada di Desa Kadudampit, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Ia menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia dan juga Asia Tenggara.

Jembatan yang diresmikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Maret 2019 itu bisa dijajal setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB. Tiket masuk yang dikenakan di areal wisata itu sebesar Rp50.000 per orang atau Rp25.000 untuk tiket khusus anak-anak di bawah usia 10 tahun dan lanjut usia.

Setiba di gerbang kawasan wisata itu, pengunjung masih harus menempuh perjalanan sejauh 600 meter untuk bisa mencapai jembatan yang fenomenal tersebut. Di titik itulah, pengunjung akan menerima sambutan hangat dari petugas.

Bila wisatawan ingin menjajal jembatan yang dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pihak swasta pada Mei 2017 dengan anggaran Rp5 miliar itu, mereka akan diminta memakai sabuk pengaman. Sabuk yang disematkan di pinggang pengunjung itu merupakan alat standar keselamatan yang disediakan pengelola Situ Gunung untuk dipakai jika tiba-tiba terjadi guncangan saat berada di tengah jembatan.

Jadi aturannya, saat guncangan terjadi, pengunjung yang sedang berada di atas jembatan dapat langsung mengaitkan sabuk ke ramp yang terdapat di sisi-sisi jembatan. Hal itu demi menjaga posisi pengunjung agar tetap seimbang saat berjalan.

Petugas juga membatasi jumlah pengunjung yang berada di atas jembatan dalam waktu bersamaan. Paling banyak 40 orang, meski daya tampung jembatan adalah 55 ton.

 

Menguji Nyali

Ketika baru menginjakkan kaki di lantai kayu jembatan untuk memulai penjelajahan, kita belum merasakan sensasinya karena jembatan seperti masih stabil. Namun, ketika kaki semakin melangkah hingga 50 meter dari titik awal, mulai terasa adanya turbulensi atau guncangan. Jika tidak kuat dengan guncangannya, silakan berpegangan pada tepi jembatan.

Semakin ke tengah jembatan, guncangan semakin kencang. Jembatan terasa bergoyang ke kiri serta ke kanan. Perasaan pun mulai campur aduk. Antara kagum dengan suguhan pemandangan hutan hijau di depan mata, bercampur sapuan kabut tipis ditingkahi suara arus deras Sungai Cigunung tepat di bawah kita.

Kita juga dapat menikmati keindahan Gunung Gede dan Pangrango yang berdiri gagah di depan kita. Bersamaan dengan perasaan itulah, jantung makin cepat berdegup ditimpali perasaan takut akibat guncangan kencang di tengah jembatan.

Tapi sebenarnya pengunjung tak perlu merasa takut. Pasalnya, di bagian ini sudah ada petugas yang bersiaga membantu pengunjung, bila mengalami kendala menyeberang. Sensasi rasa seperti uji nyali itu berangsur berkurang saat pengunjung bergerak menjauhi bagian tengah jembatan.

 

Obyek Wisata Lain

Jembatan gantung selebar 1,2 meter ini juga menjadi penghubung kita untuk menuju air terjun Curug Sawer meski kita masih harus berjalan kaki lagi sejauh 1 kilometer. Ketinggian air terjunnya mencapai 35 meter dan berasal dari aliran Sungai Cigunung.

Di sekitarnya terdapat bebatuan besar yang bisa menjadi lokasi berfoto dengan latar air terjun. Sebetulnya kehadiran jembatan gantung mempersingkat jarak ke Curug Sawer dari semula 1,7 km dihitung sejak pintu masuk menjadi berkurang 500 meter atau sekitar 1,2 km.    

Masih ada obyek lain yang wajib dikunjungi di lokasi ini yaitu Situ Gunung, sebuah danau alami seluas 120 hektare (ha) yang menjadi tujuan utama pengunjung. Letaknya sekitar 850 meter di atas permukaan laut (dpl). Di sekitarnya terdapat arena berkemah seluas 5 ha dan kita cukup membayar tiket sebesar Rp32.500 per orang.

Ada juga restoran De'Balcone yang berada di tepi lembah dengan pemandangan dari balkon yaitu jembatan gantung, lembah hijau dan Gunung Gede. Situ Gunung Suspension Bridge dan obyek wisata lain di dalamnya dapat dicapai dari Jakarta melalui perjalanan darat selama 2-3 jam.

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Pariwisata
Pariwisata Indonesia
Situ Gunung
Situ Gunung Suspension Bridge
Sukabumi
TNGP
Ragam Terpopuler
Dari Dinasti Wuhan sampai ke Varian Baru UK
Varian baru Covid-19 asal Inggris menjadi momok baru. Genom B-117-nya dimungkinkan berasal dari virus lain yang membuatnya lebih menular. Varian Afrika Selatan masih tunggu bukti ilmiah. ...
Si Manis di Ambang Kepunahan
Angka perdagangan gelap trenggiling asli Indonesia masih tinggi. Sepanjang 10 tahun terakhir, 26.000 ekor trenggiling diselundupkan. ...
Ada Kebun Raya di Cibinong
Meski sama-sama menyandang status sebagai kebun botani, konsep Kebun Raya di Cibinong berbeda dengan di Bogor. Jika di Bogor tumbuh-tumbuhan yang ada ditata berdasarkan famili, maka di Cibinong dikelo...
Merawat Eksotisme Benteng Pendem
Benteng Pendem berlokasi tak jauh dari pertemuan dua sungai besar Bengawan Solo dan Sungai Madiun di Ngawi, Jawa Timur. Bangunan cagar budaya nasional itu kini sedang direvitalisasi oleh pemerintah ag...
KRI Dokter Wahidin Siap Berlayar Melayani Pasien
Satu dari dua kapal bantu rumah sakit pesanan TNI-AL yang diproduksi PT PAL Indonesia telah selesai. Kapal ini setara dengan rumah sakit tipe C. ...
Kalpataru, 40 Tahun Mengapresiasi Pahlawan Lingkungan
Penghargaan Kalpataru diberikan kepada sosok-sosok luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan tanpa pamrih. ...
Museum Timah, Saksi Kejayaan Muntok
Kota Muntok di Pulau Bangka dikenal sebagai pusat produksi dan perdagangan timah dunia. Muntok merupakan hadiah pernikahan Sultan Palembang kepada permaisurinya di tahun 1722. ...
Mendandani Teras Indonesia di Natuna
Pemerintah akan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Serasan, Natuna Provinsi Kepulauan Riau dengan konsep laut. Ini akan menjadi pos perbatasan terpadu pertama yang dibangun ...
Pesona Ketenangan di Pulau Setan
Pulau Setan menjadi salah satu surga wisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Apalagi secara keseluruhan objek wisata Kawasan Mandeh memiliki gugusan dan kesamaan dengan Raja Ampat...
Akhirnya Corina Pulang Kampung
Corina merupakan seekor harimau sumatra yang berhasil diselamatkan dari jeratan perangkap baja para pemburu liar satwa endemik Pulau Sumatra ini. ...