Bahasa | English


PARIWISATA

Eksotisnya Desa Sentani di Jayapura dengan Berjuta Keunikannya

22 April 2019, 16:46 WIB

Ternyata destinasi wisata di Jayapura bukan hanya Raja Ampat. Masih banyak wilayah lokasi wisata lainnya yang tak kalah eksotis, salah satunya Desa Sentani.


Eksotisnya Desa Sentani di Jayapura dengan Berjuta Keunikannya Pesona Danau Sentani. Sumber foto: Phinemo

Sentani adalah sebuah distrik yang juga merupakan ibukota Kabupaten JayapuraPapuaIndonesia. Seperti halnya lukisan, Desa Sentani terkenal sebagai desa yang menjanjikan perasaan nyaman dengan keindahan alam yang masih terjaga keasriannya. Sangat cocok bagi traveler yang berwisata untuk melepas penat.

Desa Sentani juga menyimpan ternyata berjuta keunikan. Tak heran, jika desa ini menjadi wisata Jayapura yang tersohor dan menarik untuk dikunjungi. Aktivitas budaya, kuliner, sejarah, dan kondisi alam yang dimiliki Desa Sentani hampir tiada duanya di dunia. Bahkan tidak sedikit juga ditemukan flora dan fauna endemik yang hanya ada di desa ini.

Secara histori, makna di balik nama Sentani memiliki arti “di sini kami tinggal dengan damai”. Bisa dikatakan, sebuah nama Sentani menjadi sebuah harapan bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakt Papua. Nama itu disematkan pada danau cantik di Sentani.

Danau Sentani merupakan satu dari ratusan wisata di Desa Sentani yang digemari para traveler. Uniknya, terdapat 22 pulau yang tersebar di danau ini. Semua pulau itu menjadi ikon Desa Sentani. Sebut saja Pulau Asei, pulau yang dipercaya masyarakat setempat sebagai bagian tubuh naga. Bahkan penduduk di sana percaya bahwa mereka merupakan keturunan leluhur yang menunggangi naga tersebut.

Danau dengan luas sekitar 9.000 hektar dan berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut ini, kaya akan sumber daya alam. Salah satunya ikan-ikan air tawar di danau Sentani. Tercatat, ada 30 jenis spesies ikan tawar, beberapa diantaranya merupakan spesies yang hanya ditemukan di Desa Sentani. Seperti ikan pelangi, ikan gabus sentani, dan hiu gergaji.

Di Desa Sentani ini juga terdapat festival budaya yang bisa menyatukan para masyarakat setempat dengan para pengunjung. Disebut sebagai Festival Danau Sentani, rutin digelar setiap bulan Juni tiap tahunnya. Festival Danau Sentani diisi dengan tarian perang khas adat Papua di atas perahu, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Desa Sentani. Festival ini juga menjadi bukti pemeliharaan persatuan di tanah Papua.

Selain danau, banyak juga bukit-bukit yang bisa dikunjungi untuk berburu pemandangan Desa Sentani dari ketinggian. Sebut saja diantaranya bukit Mc Arthur dan bukit Pemancar. Bukit-bukit ini terlihat seperti bukit acara tv anak-anak Teletubbies karena warnanya yang hijau dan tersusun rapih. Di atas bukit-bukit Desa Sentani, traveler bisa melihat pemandangan kemegahan danau Sentani dari atas dan pegunungan tanah Papua.

Untuk akses menuju kesana, telah ada Bandara Sentani yang juga memiliki jalur penerbangan dari dan ke beberapa kota besar lain di Indonesia. Jika dari Jakarta, pesawat biasanya transit di Makassar, atau melalui kota Sorong. (K-MP)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...
Menikmati Surga Bumi di Kaki Borobudur
Sejumlah lokasi wisata di Magelang mulai menggeliat di masa adaptasi kebiasaan baru. Candi Borobudur kini bukan satu-satunya destinasi wisata di sana. ...
Meningkatkan Sistem Imun, Mencegah Virus Masuk
Ada tiga mekanisme respons imun untuk mengeliminasi infeksi virus, yaitu melalui antibodi, dengan mekanisme sitotoksik, dan melalui interferon. ...