Bahasa | English


KULINER

Rujak, Kudapan dengan Cita Rasa Nusantara

27 November 2018, 11:32 WIB

Kudapan bebuahan lazim ada di setiap jamuan makan di dunia. Namun hanya rujak yang memiliki cita rasa khas Indonesia.


Rujak, Kudapan dengan Cita Rasa Nusantara Rujak buah khas Indonesia. Sumber foto: Sportourism.id

Siapa yang tidak kenal dengan rujak? Populer sebagai jajanan khas kaki lima, kudapan ini laris manis di masyarakat luas. Khususnya, digemari kalangan perempuan.

Rujak termasuk salah satu kekayaan kuliner Nusantara. Segar dan renyah, itulah sensasi yang membuat banyak orang yang ketagihan dengan kuliner khas Indonesia yang satu ini. Kuliner tradisional rujak mempunyai banyak tampilan dan nama.

Rujak merupakan cemilan atau kudapan yang disajikan setelah memakan makanan utama. Yang paling terkenal di Indonesia adalah rujak buah. Rujak buah biasa dihidangkan tentu dengan buah yang setengah matang yang dipotong sesuai selera. Diberi saus khas Indonesia, yakni berbahan utama gula merah, kacang tanah, garam, dan cabai.

Kenapa buah setengah matang yang dipilih untuk rujak? Pasalnya diyakini, dalam kondisi itu rasa buah lebih tajam dan teksturnya lebih renyah. Rujak buah biasanya berisi buah mangga, jambu air, kedondong, bengkuang, pepaya, nanas, mentimun.

Jika kita berkunjung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, kita akan menemukan rujak buah yang berbeda. Bahan dari rujak buah khas Tasikmalaya memakai pisang batu mentah dan bunga kecombrang. Perpaduan dari pisang batu dan aroma bunga kecombrang akan menumbuhkan cita rasa yang unik bagi siapapun yang mencicipinya. Membayanginya saja sudah menggugah selera.

Pisang batu juga menjadi favorit untuk bahan membuat rujak bebeg. Disajikan bersama ubi mentah, pisang batu yang masih mentah itu dipotong kecil lalu ditumbuk dalam sebuah lumpang kayu atau batu. Bumbu yang dipakai hampir mirip dengan rujak buah, hanya saja lebih encer.

Lain daerah, lain juga kuliner khasnya. Kalau kita jalan-jalan ke Surabaya, Jawa Timur, kita juga akan menemukan rujak khas daerah tersebut. Yakni, rujak cingur. Cingur dalam bahasa Jawa berarti “mulut”. Bahan dasar rujak cingur memang dari irisan mulut atau moncong dari sapi yang direbus dan dihidangkan bersama irisan buah timun, kerahi (timun khas Jawa Timur), mangga muda, bengkuang, nanas, kedondong, lontong, juga sayur-sayuran seperti kecambah, kangkung dan kacang panjang.

Saat penyajian, bahan-bahan tersebut disiram dengan bumbu yang terbuat dari petis udang, gula merah, cabai, kacang tanah goreng, bawang goreng, dan irisan tipis pisang klutuk yang masih muda.

Di Jawa Timur juga ada rujak petis. Kudapan itu dikenal lebih luas oleh masyarakat di wilayah Madura. Bahan bumbunya adalah petis khas Madura yang asin dan pekat dan dihaluskan bersama air dan cabai. Bumbu tersebut dihidangkan bersama potongan buah mentimun dan mangga muda.

Masih dalam keluarga rujak, ada juga asinan. Lazimnya, makanan ini dihidangkan dengan menggunakan sayuran dan buah-buahan seperti bengkuang, mangga, dan lain-lain. Biasanya, buah untuk makanan ini direndam dengan air garam dan cuka terlebih dahulu, hingga menghasilkan rasa buah yang asam sekaligus asin.

Asinan sendiri terbagi ke berbagai macam, yaitu asinan bogor dan asinan betawi. Asinan bogor berisi potongan buah segar, seperti mangga muda, jambu, pepaya, nanas, kedondong, bengkuang, yang disajikan bersama kuah cuka yang asam, manis, dan pedas.

Sedangkan asinan betawi berisi sayur-sayuran seperti kubis, sawi, taoge, selada, juga tahu. Kuahnya diberi tumbukan kacang yang dicampur cuka dan cabai. Asinan Betawi juga kerap disajikan dengan tambahan kerupuk mie atau kerupuk berwarna kuning berbentuk seperti mie.

Lain dari yang lain, di Yogyakarta ada rujak yang inovatif. Namanya, rujak es krim. Rujak asli Kota Pelajar ini memang sangat pas menikmati setelah diri terpapar udara panas. Penyajian rujak es krim ini, mirip dengan rujak buah serut. Hanya saja, kemudian ditambahkan es krim yang terbuat dari santan di bagian atasnya.

Tak kalah kreatif, di Desa Sangsit, Bali, juga ada rujak es. Bedanya, rujak es asli Desa Sangsit tidak mengandung buah sama sekali. Hanya berupa, minuman dingin dari gula merah, garam, asam, dan jeruk nipis, tanpa cabai, yang dipenuhi oleh es. Masyarakat Desa Tejakula, Bali, juga mengkonsumsi kuliner sejenis itu, hanya mereka menambahkan irisan mentimun dan kacang.

So itulah berbagai macam variasi rujak di Nusantara. Apakah Anda tergoda untuk segera menjajal kesegarannya? (T-1)

Budaya
Ragam Terpopuler
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di anta...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...
Ketika Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat
Komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan perbaikan yang kontinu untuk mewujudkan peningkatan SPBE secara menyeluruh. ...
Mystery Shopper untuk Layanan Kependudukan Lebih Baik
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk tim penyamar untuk mengecek pelayanan publik layanan kependudukan di 34 provinsi....
Uji Klinis Berhasil, Akankah jadi Oase di Tengah Gurun?
Dari balik tembok perusahaan bioteknologi di Massachusetts, AS, kabar baik dihembuskan. Uji coba vaksin Covid-19 dinyatakan manjur dan tidak berefek samping serius. ...
Titik Rawan Tangsi Tentara
Dua kluster Covid-19 muncul dari tangsi militer. Gubernur Ridwan Kamil meyakini, tradisi disiplin yang tinggi membuat kluster itu tak meluas. ...