Bahasa | English


KULINER

Perkenalkan Toge Panyabungan Minuman Menyegarkan Khas Mandailing Natal

31 December 2019, 04:50 WIB

Kudapan manis yang satu ini mungkin membuat orang bingung. Namanya Toge Panyabungan, tetapi jelas sama sekali tidak menggunakan tauge dalam sajiannya.


Perkenalkan Toge Panyabungan Minuman Menyegarkan Khas Mandailing Natal Toge Panyabungan. Foto: Istimewa

Mendengar namanya, tentu banyak orang menyangka toge panyabungan merupakan jenis sayur. Tapi ternyata toge panyabungan merupakan minuman yang manis khas Mandailing Natal, Sumatera Utara. Toge panyabungan sudah menjadi tradisi minuman berbuka puasa dan banyak diminati semua orang saat Ramadhan.

Minuman ini biasanya dijadikan menu berbuka yang menjadi incaran penikmatnya dan mudah ditemukan saat Bulan Ramadan. Untuk saat ini beberapa pedagang toge panyabungan banyak berjualan di sekitaran Masjid Raya Panyabungan, tepatnya di pasar lama, Jalan Keliling.

"Kalau di Mandailing Natal toge ini makannya dalam kondisi hangat-hangat, di Medan banyak lebih suka ditambahkan es, sementara ramainya ya pas bulan puasa itu banyak yang nyari (Toge panyabungan-red) ini pasti laku banget" kata Khodijah salah seorang penjual toge panyabungan.

Cikal bakal nama toge panyabungan hingga kini masih memang masih menjadi misteri dibalik populernya es penggugah selera itu. Menurut Khodijah, orang kebanyakan membeli kudapan ini lataran mendengar nama nya.

Memang jika dilihat sekilas toge panyabungan hampir seperti es campur atau es cendol pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah ragam jenis campuran makanan yang terkandung di dalamnya. Tak hanya santan, gula merah cair dan cendol, namun ada ketan merah, ketan biasa, tape, candil, dan lupis yang menambah nikmat racikan toge panyabungan.

"Toge Panyabungan itu gula arennya harus asli. Santannya kental, candilnya jangan kebanyakan telur dan pulut lupisnya juga berkualitas. Ya, kalau saya, kualitas harus diutamakanlah, biar makannya pun nikmat, "katanya.

Khodijah menjelaskan jika pembuatan toge panyabungan terbilang lama, sejak pagi bahan berupa pulut, ketan hitam disiapkan untuk dikukus menjadi lupis. Tidak ketinggalan adonan untuk dibulati menjadi bubur candil, serta adonan tepung beras yang diberi ekstraksi daun pandan untuk dijadikan cendol.

Kebanyakan, pedagang toge panyabungan masih mempertahankan pengolahanan bahan baku secara tradisional di tungku kayu bakar. Lalu paduan pulut putih, ketan hitam, bulatan candil dan cendol masak dibubuhi kuah santan dan gula aren.

“Nah untuk mempertahankan rasa, saya biasa mendatangkan gula aren langsung dari Mandailing Natal. Nantinya campuran seluruh bahan ini menghasilkan rasa manis, gurih dan segar, cocok lah,” jelas Khodijah.

Dalam penyajiannya, toge panyabungan bisa dinikmati dengan menambahkan es bagi penyuka minuman dingin saat berbuka. Namun tanpa es, toge panyabungan juga tak kalah nikmat dijadikan menu santap berbuka.

Meski namanya toge panyabungan, namun penikmatnya kini tidak hanya dari etnis Mandailing yang merupakan suku asli dari Panyabungan. Penikmatnya juga dari semua etnis di Sumatera Utara yakni, suku Melayu, Jawa, Padang, Tiobghoa, Batak dan lainnya.

Untuk menikmati seporsi toge penyabungan dijamin tidak akan menguras kantong, harganya satu mangkok toge panyabungan hanya dijual sekitar Rp5000-10.000 saja. Selain menyegarkan, menikmati toge panyabungan juga mengenyangkan. (K-SB)

Kuliner
Ragam Terpopuler
Ketika Atap Kapal Jadi Sumber Energi
Nelayan sekarang sudah bisa memanfaatkan energi matahari untuk mengganti bahan bakar solar. Bayu berganti surya. ...
Mitos Keberaksaraan Orang Jawa
Legenda Aji Saka. Sebuah mitos yang bukan hanya bertutur tentang sejarah dikenalnya aksara bagi orang Jawa, itu sekaligus menjadi momen penanda penting tentang signifikansi sebuah tradisi literasi dal...
Kominfo-Gojek Perluas Akses PeduliLindungi
Aplikasi Gojek menargetkan mampu menyumbang satu juta unduhan PeduliLindungi hingga enam bulan ke depan. ...
Aksesoris Tutul Menembus Pasar Dunia
Dinobatkan menjadi salah satu desa produktif di Indonesia, hasil karya tangan-tangan warga Desa Tutul Kabupaten Jember mampu hasilkan ratusan juta rupiah dalam sebulan. ...
Anak Pekerja Migran Berbagi Sayang di Tanah Lapang
Anak-anak buruh migran bisa berekspresi, orang tua juga bisa berkreasi. Tanoker menjadi wadah keceriaan dan kebahagiaan. ...
Perjuangan Gordon Ramsay Memasak Rendang
Juru masak kelas dunia, Gordon Ramsay sukses mengeksplorasi kekayaan kuliner, budaya, dan keindahan alam Minangkabau. Ia pun memasak rendang yang lamak bana. ...
BLC, Senjata Pemerintah Melawan Corona
Aplikasi BLC tak hanya berguna untuk pemerintah dan masyarakat, melainkan juga untuk petugas kesehatan. ...
Mengenali Likupang untuk Kemudian Jatuh Cinta
Destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara tak hanya Bunaken. Sejumlah pantai berpasir putih dan berair jernih ada di kawasan Likupang. ...
Akasia Berduri, Dulu Didatangkan, Kini Jadi Ancaman
Akasia berduri bukanlah tanaman asli Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Ia didatangkan dari Kebun Raya Bogor untuk keperluan sekat bakar. Tapi sekarang, flora itu malah berk...
Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal
Pandemi corona membuat otak-otak kreatif bekerja. Hanya dalam waktu tiga bulan, anak-anak bangsa bisa menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat. ...