Bahasa | English


KULINER

Kandungan Probiotik Terbaik dalam Tempe

10 December 2018, 14:03 WIB

Siapa sangka jika maknanan murah nan lezat ini mengandung probiotik, selain yang ditemukan dalam susu. Bahkan, mutu kandungan prebiotik dalam tempe bisa dibilang lebih unggul.


Kandungan Probiotik Terbaik dalam Tempe Sumber foto: Wikipedia

Santapan berbahan baku kedelai ini sering kali tidak menjadi makanan favorit, di antara sederet makanan lainnya. Walau begitu, industri pembuatan tempe nyatanya tidak hanya berkembang di Tanah Air. Produksi dan penjualan tempe bahkan ditemukan di mancanegara, seperti Australia, Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Perancis, India, dan masih banyak lagi negara yang tergila-gila dengan  khas tempe.

Tempe merupakan salah satu bagian dari warisan kuliner Indonesia. Kata ‘kedelai’ atau ‘kedele’ di dalam tempe diketahui berasal dari bahasa Jawa. Di mana kata itu muncul pertama kali di dalam Serat Centhini, yang merupakan karya sastra 12 jilid dan diedit pada 1815. Dalam karya itu dikisahkan tentang pengembaraan dari tiga anak Sunan Giri Prapen, setelah meninggalkan Giri, Gresik, Jawa Timur.

Secara ilmiah, tempe sendiri memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak jenuh dan kolestrol, rendah gula alami, mengandung kalsium, zat besi, seng, vitamin B12, dan senyawa antikanker isoflavon. Dengan kandungan serupa itu, tempe sungguh bisa dijadikan sebagai makanan pengganti daging bagi para vegetarian. Dilihat dari proses produksinya, tempe pun dinilai ldebih ramah lingkungan ketimbang daging.

Bicara tentang sumber probiotik dalam tempe, bisa dikatakan cenderung mengungguli susu. Pasalnya, tempe dapat dikonsumsi siapa saja, termasuk balita dan anak-anak yang karena alasan kesehatan tidak boleh meminum susu. Harga tempe yang relatif murah dibanding susu juga membuat makanan tersebut lebih bisa dijangkau oleh masyarakat di kelas ekonomi yang lebih luas.

Dilihat dari proses produksinya, tempe pun dinilai lebih ramah lingkungan ketimbang daging. Tempe dibuat dengan cara fermentasi terhadap biji kedelai. Proses fermentasi tersebut umum dikenal dengan ragi tempe.

Dahulu, tempe dibungkus dengan daun waru, yang memiliki permukaan bawah seperti bulu-bulu halus dilekati jamur Rhizopus oligosporus yang berperan penting dalam proses fermentasi. Jamur alami tersebut adalah bagian penting dalam pembentukan miselium putih yang mengikat kedelai menjadi padat dan lembut. Miselium putih tersebut yang membuat tempe berwarna putih.

Belakangan tempe sering dikemas dalam bungkus daun pisang, jati, bahkan plastik. Sedangkan jamur untuk tempe, sekarang juga bisa diperoleh produsen dalam bentuk bubuk.

Terkait lokasi pembuatan, tempe hanya dapat diproduksi di dalam ruangan yang hangat. Idealnya ruangan itu bersuhu sekitar 30-32 derajat celcius. Di dalam ruangan serupa itulah, tempe difermentasi selama 24 jam hingga 60 jam.

Proses fermentasi komponen-komponen kedelai pada tempe membuatnya memiliki  dan aroma yang khas. Setelah tempe jadi, kelak aroma dan  itulah yang akan menambah kenikmatan saat kudapan itu disajikan dalam berbagai model pengolahan. Seperti digoreng, ditumis, direbus, bahkan dipanggang. Tempe juga sering diolah menjadi keripik untuk cemilan. Bagaimana, apakah masih berani mengabaikan manfaat tempe? (T-1)

Ekonomi
Ragam Terpopuler
Mereka yang Kembali ke Cagar Alam
Dipilihnya kawasan ini menjadi lokasi pelepasliaran, karena kondisi hutannya yang sesuai dengan keberadaan pohon pakan orangutan yang berlimpah. ...
Pendap, Pepes Unik Bumi Rafflesia
Dibutuhkan 10-15 lembar daun talas untuk membungkus pendap, pepes ikan khas Provinsi Bengkulu. Konon pendap merupakan makanan kesukaan Presiden Indonesia pertama, Soekarno. ...
Si-Monic, Gelang Pelacak Pasien Covid-19
Si-Monic otomatis akan berbunyi jika melampaui area karantina si pasien atau orang terduga corona. ...
Si Penyendiri dari Lereng Terjal
Kambing hutan Sumatra hidup di ketinggian 200 meter hingga 3.000 meter di atas permukaan laut. Habitatnya berupa hutan primer dan hutan sekunder di dekat pegunungan atau kawasan bukit kapur. ...
Rabeg, Masakan Kesukaan Sultan Banten
Campuran rempah yang khas membuat masakan ini mengeluarkan aroma nikmat dan menggugah selera siapa saja yang mencobanya. ...
Andaliman, Harta Terpendam Tano Batak
Tanaman andaliman khas wilayah pegunungan di Sumatra Utara memiliki beragam manfaat. Tak sekadar pelengkap bumbu masakan kuliner Tano Batak. ...
Magnet Borobudur Pikat Dunia
Kolaborasi cerdas dalam mewujudkan aksi napak tilas Jalur Kayumanis memiliki dampak besar pada perkembangan turisme di tanah air. Borobudur berkali-kali jadi magnet perhatian dunia.  ...
Samudra Raksa, dari Relief Turun ke Laut
Dalam seluruh rangkaian cerita yang terpahat di dinding Candi Borobudur, tercatat ada sepuluh relief yang memuat gambar perahu kuno, dengan model yang berbeda-beda. ...
Agar Tetap Aman dan Selamat Saat Berwisata
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan untuk mempertahankan keberlangsungan industri pariwisata nasional. ...
Maksuba, Kue Penuh Kesabaran
Kue maksuba dibuat dengan bahan utama telur bebek. Untuk menghasilkan satu loyang kue dibutuhkan waktu tiga jam. ...