Bahasa | English


KULINER

Dodol, Simbolisasi Persatuan

7 November 2018, 13:20 WIB

Penganan yang dikenal dengan nama dodol ini tak hanya melegenda, tapi juga acap menjadi simbol dari sejumlah nilai-nilai kehidupan. 


Dodol, Simbolisasi Persatuan Penganan dodol. Sumber foto: Pesona Indonesia

CNN merilis World’s 50 best foods versi 2018 dan menempatkan Rendang sebagai makanan paling lezat di dunia disusul Nasi Goreng. Rendang dianggap memiliki rasa yang khas dan resep yang sederhana, tapi mengunggah lidah para penikmatnya. Selain soal rasa yang menjadi ikon Rendang, ada nilai budaya yang luhur dari proses peracikan hingga penyajiannya.

Ini rupanya tidak hanya berlaku untuk Rendang. Banyak kuliner Indonesia yang juga patut meraih kebanggaan dari kekuatan budaya yang mendampinginya.

Bicara makanan Indonesia adalah bicara tentang sejarah, tentang mitos, tentang tradisi masyarakat, tentang cerita-cerita leluhur. Alhasil, selain soal rasa yang diwariskan, terkandung pula nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi setelahnya untuk dimaknai.

Dodol, salah satunya. Penganan itu merupakan makanan yang acap menjadi identitas dan simbol status sosial di dalam sejumlah perayaan. Ada kisah-kisah terkait dodol yang diyakini masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Banyak sebutan yang identik dengan dodol, seperti Nian Gao atau Kue Keranjang, Wajit, Jenang, Lempok, Gelinak, dan beragam nama lain di berbagai daerah di Indonesia. 

Pada proses pembuatannya tersirat makna filosofis yang menggambarkan kebersamaan dan keberagaman. Dodol, bagi masyarakat Betawi di Jakarta yang dulu bernama Batavia adalah makanan perayaan. Betawi yang dulu merupakan pencampuran berbagai kelompok etnis Sunda, Arab, Tionghoa, dan Melayu memiliki budaya, bahasa dan tradisi yang berbeda satu sama lain.

Melalui dodol yang dibuat dalam proses yang lama dan dikerjakan bersama-sama, semangat gotong royong sangat diperlukan. Pembuatan dodok biasanya melibatkan beberapa keluarga.

Ada pula pembagian tugas di dalamnya. Di mana para laki-laki bertugas mengaduk adonan dodol, yang prosesnya dapat memakan waktu hingga 10 jam, hingga warnanya berubah menjadi cokelat keemasan. Sedangkan para perempuan, bertugas menyiapkan bahan-bahan.

Sedangkan bagi masyarakat di Garut, dodol telah menjadi simbol buah tangan khas. Beberapa merek bahkan sudah memiliki nama yang legendaris. Dodol bagi Garut telah menjadi ikon kota yang mengangkat nama dan ekonomi masyarakat. 

Dalam budaya orang-orang Tionghoa, dodol yang dikenal dengan nama Kue Keranjang menjadi ciri khas dalam perayaan tahun baru imlek. Ada keyakinan bagi mereka, kue keranjang akan membawa keberuntungan jika dapat disusun tinggi.

Semakin tinggi kue keranjang yang disusun semakin banyak memperoleh keberuntungan. Pada prosesnya, ada perubahan jika dulu dodol disimpan dalam cetakan berbentuk keranjang dari bambu yang kemudian itu menjadi identitas namanya, pada era sekarang dodol lebih banyak menggunakan bahan plastik untuk mengemasnya. 

Lain hal bagi masyarakat Jawa. Di kalangan masyarakat jawa, dodol dikenall dengan sebutan Jenang. Penganan jenang telah dikenal sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha. Itulah sebabnya, eksistensi jenang melekat di berbagai upacara adat, baik itu hajatan pernikahan, perayaan kelahiran anak, bahkan upacara kematian.

Bagi mereka, jenang menjadi simbol ucapan doa dan harapan masyarakt Jawa. Ada yang unik dari dodolnya di masyarakat Jawa, bahwa di setiap upacara adat,  ada kekhasan jenang yang disajikan. Sebut saja pada tradisi perayaan kehamilan bulan ketujuh, yang disajkan adalah jenis Jenang Procotan.

Lain hal, dalam tradisi perayaan peringatan Satu Suro, biasanya jenis Jenang Abang yang dihidangkan.Jenang ini berwarna putih yang dicampur dengan gula merah dan parutan kelapa. Masyarakat Jawa menganggap jenang ini memiliki simbol rasa syukur kepada Tuhan menghadapi tahun baru dan sebagai ungkapan doa penyerahan diri untuk keselamatan dan keberkahan. 

itulah sebabnya, kendati kini dodol acap berada dalam balutan kemasan dan cita rasa yang jauh lebih moderen dan variatif, nilai-nilai luhur tidak dapat dilepaskan.

Pasalnya, nilai-nilai itu mengajarkan banyak hal tentang nasionalisme dalam keberagaman Indonesia, gotong royong, bahkan juga pentingnya menjaga persatuan. 

Ragam Terpopuler
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di anta...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...
Ketika Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat
Komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan perbaikan yang kontinu untuk mewujudkan peningkatan SPBE secara menyeluruh. ...
Mystery Shopper untuk Layanan Kependudukan Lebih Baik
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk tim penyamar untuk mengecek pelayanan publik layanan kependudukan di 34 provinsi....
Uji Klinis Berhasil, Akankah jadi Oase di Tengah Gurun?
Dari balik tembok perusahaan bioteknologi di Massachusetts, AS, kabar baik dihembuskan. Uji coba vaksin Covid-19 dinyatakan manjur dan tidak berefek samping serius. ...
Titik Rawan Tangsi Tentara
Dua kluster Covid-19 muncul dari tangsi militer. Gubernur Ridwan Kamil meyakini, tradisi disiplin yang tinggi membuat kluster itu tak meluas. ...