Bahasa | English


KESEHATAN

Kecerdasan Buatan Pendeteksi Virus Covid-19

15 June 2020, 10:00 WIB

Dalam mendeteksi virus, platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen dari pasien penderita corona. Penemuan ini sangat membantu percepatan penanganan pandemi corona.


Kecerdasan Buatan Pendeteksi Virus Covid-19 Platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen dari pasien penderita corona. Foto: Neurabot Lab

Neurabot, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang didirikan Indarto Neura di bidang kesehatan merupakan salah satu yang telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) untuk melacak tingkat penyebaran virus corona pada pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) merupakan bagian dari kemajuan teknologi bidang informasi teknologi yang memanfaatkan ranah digital sebagai dasarnya. Sudah banyak penemuan di bidang teknologi digital yang menggunakan AI sebagai dasarnya.

Neurabot telah mengembangkan teknologi pendeteksian dini pada hasil pemeriksaan CT Scan paru-paru serta foto polos dada dari hasil rontgen pasien. Platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen. Melalui penerapan teknologi AI berbasis artificial neural network dan data mining, teknik kecerdasan visual (vision learning), machine learning, dan deep learning digunakan untuk mengolah citra data CT Scan dan rontgen dari pasien dengan tingkat sensitivitas tinggi dan sangat spesifik.  

Namun demikian, teknologi ini belum bisa diterapkan pada orang dengan gejala (ODG) ataupun pasien dalam pengawasan (PDP) karena algoritma AI yang digunakan baru memiliki kemampuan membaca citra lanjutan dari diagnosa paru pasien positif corona.

Dalam platform Neurabot, teknologi di atas ditambatkan dengan istilah solusi yang mereka namai “My Lab” dan “AI Lab”. Pada solusi My Lab, sebuah laboratorium klinik digital dengan mikroskopik dan radiologi digital memanfaatkan teknologi smart image screening terbaru. Teknologi yang mereka sebut sebagai AI Scan ini bersama komputasi awan (cloud computing) digelar untuk memproses citra medik yang telah didapat dari rekam medis pasien.

Dengan teknologi My Lab ini para penggunanya dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi penelitian, olah data dari citra digital serta untuk keperluan penyimpanan data dalam bentuk digital yang lebih lengkap dari pasien. Platform laboratorium digital ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Sedangkan AI Lab adalah solusi pengolahan data medik melalui deep learning dalam bentuk informasi prediksi penyakit si pasien. Aplikasi ini juga akan mengkalkulasi, mengidentifikasi, dan memilah suatu obyek atau kondisi dari virus yang terdapat di tubuh pasien. Ini berguna sebagai landasan bagi penggunanya untuk mengambil keputusan cepat (decision support system) dalam proses diagnosa penyakit. 

Neurabot merupakan finalis program Startup 4.0 Industry yang diadakan Kementerian Perindustrian pada tahun 2018. Aplikasi ini juga telah menyabet juara dalam ajang kompetisi internasional di bidang teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan. Salah satunya adalah Best AI/Machine Learning pada final Asia Hardware Battle 2018 yang digelar di Shanghai, Tiongkok.

 

Bantu Gugus Tugas

Aplikasi ini telah mengantongi sertifikasi HIPAA dari Oracle Corporation, untuk keamanan data kesehatan, akurasi, dan akuntabilitas data yang dihasilkan. Neurabot juga telah mendapatkan hak cipta di bidang kesehatan melalui platform laboratorium pemrosesan citra digital memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih, aplikasi Neurabot ini telah digunakan oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 untuk ikut berperang melawan virus yang bentuknya seperti mahkota. Neurabot telah masuk di dalam Task Force AI dan IT Gugas Covid-19 untuk membantu rumah sakit dalam melakukan deteksi dini dan lanjutan dari kondisi pasien terjangkit corona.

Pemerintah, kata Gati, sejak awal telah mendampingi pengembang aplikasi Neurabot ini untuk terus melakukan riset lanjutan dari penerapan teknologi kecerdasan buatan berbasis algoritma AI. “Algoritma AI merupakan kekayaan intelektual yang harus dilindungi dan bagian penting dalam pengembangan industri 4.0. Pemerintah telah menfasilitasi pengurusan izin hak cipta dan hak merek," kata Gati.

Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, penemuan dan penerapan teknologi terkini di dunia digital sangat membantu pihaknya untuk percepatan penanganan pandemi corona. Terlebih saat ini belum ada vaksin yang tepat untuk membasmi virus yang berkembang dari SARS jilid kedua ini.

Indarto selaku pengembang Neurabot menjelaskan, salah satu tantangan yang mereka hadapi saat ini adalah belum selarasnya teknologi AI dari Neurabot dengan yang dimiliki oleh rumah sakit rujukan. Umumnya rumah sakit rujukan masih menggunakan citra foto dada polos rontgen dengan sensitivitas lebih rendah dibandingkan CT Scan paru dosis rendah (LDCT) dalam mendeteksi gambaran struktur paru pasien.

Meski demikian, Indarto dan tim pakar AI di Gugas Nasional Covid-19 tetap berupaya mengolah seluruh sumber data yang ada, termasuk data foto polos dada dan data klinis pasien corona dari rumah sakit rujukan sebagai penguat untuk menghasilkan solusi identifikasi dini berbasis AI dengan tepat dan cepat.

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

 

Gugus Tugas
RS Darurat Covid-19
AI
Corona
Covid-19
Dampak Covid-19
Diagnosis Covid-19
Kecerdasan Buatan
LawanCovid19
Obat Covid-19
Penanganan Covid-19
Positif Covid-19
protokol utama untuk penanganan kasus penyebaran virus corona
Ragam Terpopuler
Perjalanan Huruf Palawa menjadi Aksara Jawa
Aksara telah dikenal di Nusantara selama seribu lima ratus tahun lebih. Legenda Aji Saka perlu dibaca dan diinterpretasi ulang berdasarkan fakta-fakta historis. ...
Kegairahan yang Terkendala Harga
Rata-rata satu petak keramba 3x3 meter menghasilkan 12,5 kg lobster. Toh, ada yang bisa produksi 20 kg per petak. Kegairahan budi daya lobster di Lombok terkendala harga yang menyusut secara tiba-tiba...
Laboratorium Alam di Tanah Ciremai
Kawasan hutan konservasi memiliki nilai sumber daya biologi yang sangat penting dalam menunjang kegiatan budidaya masyarakat sekitar. ...
Teguk Kesegaran Airnya, Lindungi Kesehatan Masyarakatnya
Ada empat jenis industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang diakui yaitu air mineral alami, air mineral, air demineral, dan air minum embun yang standarnya telah diatur melalui Standar Nasional Indon...
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di anta...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...