Bahasa | English


FLORA

Daun Sang, Tanaman Unik Ini Ditemukan di Sumatera Utara

31 October 2019, 03:51 WIB

Jenis flora baru dengan daun raksasa ditemukan di Sumatera Utara (Sumut). Lebar daunnya mencapai 6 meter. Daun sang namanya. Ia  memiliki nama ilmiah Johannestijsmania altifrons. 


Daun Sang, Tanaman Unik Ini Ditemukan di Sumatera Utara Daun Sang Sumatera. Foto: Flora Fauna/Gosumatra

Tanaman endemik ini hanya dapat ditemukan di kawasan Aras, sebuah wilayah di Kabupaten Langkat, Sumut, yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Daun sang bisa ditemukan di ketinggian 85-175 meter di atas permukaan laut, dan terdapat di lereng bukit dengan kemiringan 45 derajat, hingga lereng curam dengan kemiringan lebih dari 60 derajat.

Selain di Sumut, daun sang yang unik ini juga ditemukan di Thailand, Malaysia, Serawak, Kalimantan bagian barat dan Sumatera, Indonesia. Uniknya adalah daun sang memiliki sisi yang berduri. Bentuknya pun melebar di tengah serta meruncing di bagian pangkal dan ujung. Akibat ukuran daunnya yang di atas normal itu, masyarakat dahulu kerap memanfaatkan daun sang sebagai atap rumah ataupun atap gubuk di ladang.

Bila dilihat sekilas, daun sang seolah hanya terdiri dari daun tanpa penopang batang. Ini karena ukuran batangnya yang pendek sering tersembunyi dalam tanah, sehingga hanya daunnya saja yang tampak menyembul ke permukaan.

Tampilannya pun cukup memikat dengan warna hijau berkilat mirip-mirip daun kelapa, dan keseluruhan tanaman  serupa berlian. Permukaan daunnya bergurat dan tepiannya bergerigi. Tak heran tanaman ini juga dijadikan sebagai tanaman hias oleh beberapa pencinta tanaman hias.

Daun Sang pertama kali ditemukan di pedalaman Sumatra pada  awal abad ke-19  oleh seorang profesor botani asal Belanda bernama Teijsman atau Elias Teymann Johannes. Sesuai nama penemunya, daun sang kemudian diberi nama latin Johannestijsmania altifrons.

Tanaman ini merupakan salah satu dari empat spesies anggota genus Johannestijsmania, sejenis pinang-pinangan atau palem (Arecaceae) yang tumbuh hanya di kawasan hutan Asia Tenggara.

Daun sang memiliki banyak nama. Di Indonesia disebut juga sebagai daun payung, sang gajah, sang minyak (Sumatra Utara), daun salo (Riau). Di Malaysia dikenal dengan nama sal, di Thailand dinamai bang soon, dan di Inggris disebut joey palm, diamond joey palm, atau umbrella leaf palm.

Sifat uniknya yang tidak tahan panas juga membuat tanaman ini hanya tumbuh di tempat-tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, karenanya secara umum ditemukan di bawah naungan pohon lain. Biasanya pohon-pohon rindang, dengan berkelompok membentuk rumpun.

Sekarang tanaman ini juga termasuk tanaman yang dilindungi. Sekarang daun sang dapat ditemukan di dua tempat, yaitu di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNTB) berada di Povinsi Riau dan Jambi, serta Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (K-YN)

Flora Indonesia
Komoditas
Ragam Terpopuler
Kegairahan yang Terkendala Harga
Rata-rata satu petak keramba 3x3 meter menghasilkan 12,5 kg lobster. Toh, ada yang bisa produksi 20 kg per petak. Kegairahan budi daya lobster di Lombok terkendala harga yang menyusut secara tiba-tiba...
Laboratorium Alam di Tanah Ciremai
Kawasan hutan konservasi memiliki nilai sumber daya biologi yang sangat penting dalam menunjang kegiatan budidaya masyarakat sekitar. ...
Teguk Kesegaran Airnya, Lindungi Kesehatan Masyarakatnya
Ada empat jenis industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang diakui yaitu air mineral alami, air mineral, air demineral, dan air minum embun yang standarnya telah diatur melalui Standar Nasional Indon...
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di anta...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...
Ketika Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat
Komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan perbaikan yang kontinu untuk mewujudkan peningkatan SPBE secara menyeluruh. ...