Bahasa | English


PANDEMI COVID-19

BLC, Senjata Pemerintah Melawan Corona

29 June 2020, 07:53 WIB

Aplikasi BLC tak hanya berguna untuk pemerintah dan masyarakat, melainkan juga untuk petugas kesehatan.


BLC, Senjata Pemerintah Melawan Corona Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Namanya BLC. Nama ini disebut Presiden Joko Widodo saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Dalam acara jumpa pers itu Presiden menjelaskan BLC.

BLC yang disebut Presiden Jokowi itu tak lain adalah nama sebuah aplikasi untuk memantau penyebaran Covid-19 dan status zona daerah. "Sistem ini menjadi navigasi negara dalam memahami perkembangan Covid-19 yang sangat dinamis setiap harinya, setiap minggunya, setiap bulannya," katanya.

Melalui aplikasi ini, nanti bisa dilihat status perubahan zona per provinsi, kabupaten, dan kota. Apakah merah atau kuning, oranye, atau hijau atau sebaliknya. Melalui sistem informasi yang terintegrasi itu pemerintah memiliki data-data konkret sebelum mengeluarkan kebijakan. Data-data itu, akan digunakan sebagai senjata pemerintah dalam memerangi Covid-19.

"Dari data-data itulah kita memutuskan kebijakan-kebijakan sebuah daerah yang ingin masuk ke new normal juga melalui tahapan data yang kita lihat," ujar Presiden Jokowi.

Untuk menentukan zona suatu daerah, pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memiliki sejumlah indikator yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Pemerintah membagi empat zona tingkat penyebaran Covid-19 suatu daerah. Zona hijau atau daerah ini sudah nircorona; zona kuning atau daerah yang penyebaran Covid-19 rendah; zona oranye daerah dengan risiko sedang; dan zona merah atau wilayah dengan risiko penyebaran corona tinggi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebut saat ini ada 57 kabupaten/kota yang masih punya risiko tinggi penyebaran Covid-19. Ke-57 daerah itu, kata Doni, menjadi fokus penanganan pemerintah.

"Kalau kita lihat ada daerah yang tadinya merah pada 1 Juni sekarang sudah berubah, dalam waktu tiga minggu dari 108 zona merah menjadi 57," ujar Doni usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Sementara itu, anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyebutkan, hingga 25 Juni 2020 terdapat 112 kabupaten/kota yang masuk kategori zona hijau. Dari jumlah itu, sebanyak 74 kabupaten/kota sejak awal tidak terdampak Covid-19. Sedangkan 38 daerah lainnya pernah terdapat pasien positif Covid-19, namun seluruhnya sembuh dan tak ada kasus baru selama empat pekan.

Status daerah itu, kata Dewi, bisa dilihat dari aplikasi BLC. Data-data yang terintegrasi di aplikasi ini sangat dibutuhkan untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial.

Pemimpin program konten aplikasi BLC, dokter Sheila Rachma mengatakan, fitur BLC dikembangkan berdasarkan data-data terkini, tinjauan ilmiah, dan berbasis bukti. Melalui aplikasi yang sudah dapat diunduh di Play Store Android ini, masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, kerawanan daerah, dan edukasi harian.

Selain berguna untuk masyarakat, aplikasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan. Melalui aplikasi ini, para petugas kesehatan dapat melihat perkembangan pasien, pemeriksaan rapid diagnostic test atau RDT, dan data riwayat medis pasien.

Mobile apps ini terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan Covid,” ujar Sheila.

Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh kementerian, institusi dan pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pengembangan dilatarbelakangi tekad untuk merangkul seluruh masyarakat. Berbagai komponen tersebut telah bahu-membahu untuk menanggulangi Covid-19.

Pengembangan sistem yang dibangun Kevin Daniel Pantasdo ini tidak terlepas dari pemanfaatan aplikasi Fight Covid-19 yang diciptakan Ahmad Alghozi Ramadhan dan timnya.

 

 

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Presiden RI
Aplikasi BLC
BLC
Corona
Covid-19
Dampak Covid-19
Diagnosis Covid-19
Jokowi
LawanCovid19
Obat Covid-19
Pandemi Covid-19
Penanganan Covid-19
Positif Covid-19
Ragam Terpopuler
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...
Tekad dan Patih Kembali ke Habitat Asli
Di habitat alamiahnya, banteng jawa terancam oleh pemburuan liar dan degradasi genetik. Masuk daftar spesies langka yang terancam punah. ...
Kidung Keselamatan Semesta dari Kaki Gunung Slamet
Masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet yang membentang dari wilayah karesidenan Banyumas hingga  karesidenan Pekalongan mengadakan “Sedekah Bumi”. Wujud kesetiaan memelihara tradisi...
Menikmati Surga Bumi di Kaki Borobudur
Sejumlah lokasi wisata di Magelang mulai menggeliat di masa adaptasi kebiasaan baru. Candi Borobudur kini bukan satu-satunya destinasi wisata di sana. ...
Meningkatkan Sistem Imun, Mencegah Virus Masuk
Ada tiga mekanisme respons imun untuk mengeliminasi infeksi virus, yaitu melalui antibodi, dengan mekanisme sitotoksik, dan melalui interferon. ...
Pesona Kayang Tari Melemang
Puncak pertunjukan terjadi ketika para penari pria dalam formasi lingkaran melakukan kayang atau melemang untuk kemudian mengambil sejumlah barang yang sengaja diletakkan di lantai panggung. ...
Meningkatkan Imun Tubuh dengan Tanaman Herbal
Diabetes, hipertensi, jantung, atau kolesterol dan radang hati dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Banyak tanaman herbal di sekitar kita yang dapat membantu sistem imun tubuh. ...