Bahasa | English


FAUNA

Menjaga Ikan Manta Tetap Menari

26 September 2020, 07:43 WIB

Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi.


Menjaga Ikan Manta Tetap Menari Ikan Pari Manta. Foto: KKP.GO.ID

Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas perairan yang jauh melebihi luas daratannya. Di dalam perairan Indonesia terkandung keanekaragaman hayati ikan terbanyak di dunia. Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada 2017 saja potensi sumber daya ikan di seluruh perairan nusantara mencapai 12,54 juta ton. Salah satunya adalah ikan pari manta, jenis terbesar dari spesies ikan pari, biota laut dengan sirip tubuh mirip sebuah sayap.

Indonesia adalah rumah bagi dua dari enam jenis pari manta yang ada di dunia, yaitu pari manta karang (Manta alfredi) dan pari manta oseanik (Manta birostris). Manta karang dapat mencapai lebar tubuh hingga lima meter, sedangkan manta oseanik jauh lebih besar lagi, dengan lebar tubuh termasuk bentang sayap dapat menyentuh sembilan meter.  

Meski berukuran fisik besar, manta tergolong ikan jinak dan mampu berinteraksi dengan manusia. Ini mirip dengan ikan lumba-lumba. Pari manta tidak sulit untuk diajak berenang bersama dan bila sudah mengenal manusia yang mendekatinya, tak jarang pari manta akan memamerkan keindahan kepakan sayapnya seperti sebuah tarian dari dalam laut.

Manta menyukai perairan tropis yang hangat dan menyediakan plankton dalam jumlah besar sebagai makanan utamanya. Manta karang dapat ditemui di perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Taman Nasional Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), serta Raja Ampat, Papua Barat. “Turis mancanegara menyukai penyelaman bersama di sekitar Manta Point. Karena biasanya ada 20 pari manta berenang bersama di pagi hari,” kata Regig, seorang divemaster dari OK Divers Resorts, Bali yang kerap membawa rombongan turis ke Manta Point, sebuah titik penyelaman untuk menikmati tarian manta di perairan Nusa Penida.

Sedangkan manta oseanik paling sering dijumpai di perairan Raja Ampat. Sehingga perairan Raja Ampat menjadi satu-satunya daerah di Indonesia sebagai habibat dua jenis pari manta sekaligus. Lembaga Conservation International (CI) menyebutkan, pada 2018 populasi pari manta di perairan Raja Ampat mencapai 500 ekor terdiri dari 400 manta karang dan sisanya manta oseanik. 

Pari manta merupakan hewan dengan laju pertumbuhan sangat lambat dan memiliki rentang hidup panjang, bisa mencapai 40 tahun dan tingkat usia kedewasaan di rentang 6-15 tahun. Selain itu manta memiliki tingkat melahirkan (fekunditas) rendah, hanya bereproduksi setiap dua hingga lima tahun, di mana jumlah kelahiran hanya satu anak per induk dengan usia kehamilan selama 12-13 bulan.  

 

Biota Dilindungi

Kondisi di atas menyebabkan pari manta sangat rentan terhadap kepunahan dan sulit untuk pulih apabila terus diburu sebagai ikan tangkapan, terutama untuk diambil insangnya. Melihat hal tadi, International Union for Conservation of Nature (IUCN) ketika menggelar Convention of Parties di Bangkok, Thailand, Maret 2013, telah memasukkan pari manta bersama hiu dalam CITES Appendix II. Artinya, manta telah dinyatakan sebagai biota yang dilindungi dari kepunahan (vulnerable).

Setahun kemudian, Indonesia mengikuti langkah IUCN dengan menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) Kelautan dan Perikanan Nomor 4/KEPMEN-KP/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Pari Manta. Dengan adanya status perlindungan penuh tersebut, apa pun aktivitas yang berkaitan dengan pari manta sudah tidak diperbolehkan lagi. Termasuk, penangkapan dan perdagangan yang melibatkan biota laut tersebut beserta bagian-bagian tubuhnya juga dinyatakan terlarang.

“Jika masih tetap ada yang memperdagangkan atau menangkapnya dan kemudian mengambil bagian-bagian tubuh pari manta, maka ancaman hukuman sesuai perundangan akan menjerat pelakunya,” kata Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Agus Dermawan.

Sesuai peraturan yang tertuang dalam Undang-Undang Perikanan, pelanggaran terhadap izin pengumpulan hasil perikanan terancam hukuman 8 tahun penjara dan denda maksimal sebesar Rp1,5 miliar. Sindikat perdagangan insang manta terdapat di Pulau Jawa, Kupang (NTT), dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Hingga kurun 2018 saja, pemerintah berhasil menggagalkan lebih dari 25 kilogram penjualan insang manta yang telah dikeringkan berasal dari sekitar 40 ekor manta. Lebih dari 20 kasus telah divonis pengadilan dengan lebih dari 13 pelaku mendekam di hotel prodeo.

Tak cukup hanya sebuah produk hukum dalam bentuk Kepmen. Sebuah peta jalan (roadmap) pun disusun berbentuk Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Pari Manta 2016-2020 sebagai langkah penyelamatan pari manta.

 

Aset Wisata Bahari

IUCN menyebutkan, pari manta selain rentan karena tingkat reproduksinya yang rendah, juga memberikan dampak besar terhadap pariwisata di sebuah daerah. Secara global dari perhitungan IUCN, manta telah berkontribusi sebesar USD140 juta per tahun terhadap pendapatan ekonomi global dari sektor pariwisata bahari. 

Bagi Indonesia, kehadiran pari manta merupakan keunggulan bagi pariwisata bahari yang mampu menarik turis mancanegara. Terutama turis dengan minat khusus untuk penyelaman dan menikmati keindahan tarian manta di perairan Indonesia. Studi yang dilakukan IUCN menyebutkan, pada 2013 saja dari sektor khusus dengan atraksi pari manta di perairan Indonesia ini mampu menyumbang kepada kas negara sebesar USD15 juta. Angka ini adalah terbesar ketiga di dunia yang diperoleh dari pariwisata bahari pari manta.

Di Indonesia, pariwisata berbasis pari manta sudah ada di Nusa Penida serta perairan Wayag dan Misool, Kabupaten Raja Ampat. Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung mencatat, di Nusa Penida, seekor pari manta usia hingga 40 tahun bisa menyumbang pemasukan ekonomi untuk pariwisata setempat sebesar Rp9,75 miliar. Nilai ekonomi pari manta sebagai aset wisata penyelaman tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan nilai jual daging dan insang pari manta di pasaran. Di mana, seekor pari  manta hanya dihargai sekitar Rp1juta.

 

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Nusa Penida
Pari Manta
Pari Manta Karang
Pari Manta Oseanik
Pelestarian Pari Manta
Raja Ampat
Ragam Terpopuler
Dari Dinasti Wuhan sampai ke Varian Baru UK
Varian baru Covid-19 asal Inggris menjadi momok baru. Genom B-117-nya dimungkinkan berasal dari virus lain yang membuatnya lebih menular. Varian Afrika Selatan masih tunggu bukti ilmiah. ...
Si Manis di Ambang Kepunahan
Angka perdagangan gelap trenggiling asli Indonesia masih tinggi. Sepanjang 10 tahun terakhir, 26.000 ekor trenggiling diselundupkan. ...
Ada Kebun Raya di Cibinong
Meski sama-sama menyandang status sebagai kebun botani, konsep Kebun Raya di Cibinong berbeda dengan di Bogor. Jika di Bogor tumbuh-tumbuhan yang ada ditata berdasarkan famili, maka di Cibinong dikelo...
Merawat Eksotisme Benteng Pendem
Benteng Pendem berlokasi tak jauh dari pertemuan dua sungai besar Bengawan Solo dan Sungai Madiun di Ngawi, Jawa Timur. Bangunan cagar budaya nasional itu kini sedang direvitalisasi oleh pemerintah ag...
KRI Dokter Wahidin Siap Berlayar Melayani Pasien
Satu dari dua kapal bantu rumah sakit pesanan TNI-AL yang diproduksi PT PAL Indonesia telah selesai. Kapal ini setara dengan rumah sakit tipe C. ...
Kalpataru, 40 Tahun Mengapresiasi Pahlawan Lingkungan
Penghargaan Kalpataru diberikan kepada sosok-sosok luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan tanpa pamrih. ...
Museum Timah, Saksi Kejayaan Muntok
Kota Muntok di Pulau Bangka dikenal sebagai pusat produksi dan perdagangan timah dunia. Muntok merupakan hadiah pernikahan Sultan Palembang kepada permaisurinya di tahun 1722. ...
Mendandani Teras Indonesia di Natuna
Pemerintah akan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Serasan, Natuna Provinsi Kepulauan Riau dengan konsep laut. Ini akan menjadi pos perbatasan terpadu pertama yang dibangun ...
Pesona Ketenangan di Pulau Setan
Pulau Setan menjadi salah satu surga wisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Apalagi secara keseluruhan objek wisata Kawasan Mandeh memiliki gugusan dan kesamaan dengan Raja Ampat...
Akhirnya Corina Pulang Kampung
Corina merupakan seekor harimau sumatra yang berhasil diselamatkan dari jeratan perangkap baja para pemburu liar satwa endemik Pulau Sumatra ini. ...