Bahasa | English


PANDEMI

Perlu Tindakan, tak Cukup Imbauan

20 November 2020, 06:21 WIB

Presiden Joko Widodo minta aparat melakukan tindakan hukum bila terjadi kerumunan. Efek long weekend sangat nyata pada penularan Covid-19. Di Jateng positivity rate langsung naik dari 13,5% ke 17,4%.


Perlu Tindakan, tak Cukup Imbauan Wisatawan berkunjung ke kawasan Malioboro di Yogyakarta, Jumat (30/10/2020). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Kerumunan itu pangkal penularan. Rumus itu kini berlaku umum dan diterima di seluruh dunia terkait pandemi Covid-19. Kerumunan yang terjadi terkait liburan long weekend di akhir Oktober lalu dianggap menjadi biang keladi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia di dua pekan pertama November 2020, dengan kenaikan 8,3 dan 17,8 persen. Tren penurunan pun terinterupsi.

Perkembangan terbaru itu agaknya yang membuat Presiden Joko Widodo kecewa. Wajahnya tampak muram ketika membuka rapat terbatas tentang Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/11/2020). Kerumunan massa masih terjadi, terutama di Jakarta dan sekitarnya. ‘’Tidak ada yang kebal virus corona,’’ kata Presiden.

Kerumunan memang bisa merusak capaian yang ada. Saat ini, output perawatan pasien Covid di tanah air tergolong baik, dengan angka kasus aktif 12,8 persen. Artinya, secara rata-rata dari 100 kasus Covid-19, hanya 12,8 persen yang masih perlu perawatan. Capaian ini jauh lebih tinggi dari kasus aktif dunia yang rata-rata nasih di angka 27,6 persen.

Angka kesembuhan di Indonesia, seperti disampaikan presiden dalam pengantar rapat terbatas itu, mencapai 83,9 persen. Jauh di atas angka rata-rata global yang mencapai mencapai 69,7 persen. Tapi, dalam hal mortality rate (angka kematian), Indonesia masih mencatatkan angka 3,2 persen, masih di atas rata-rata dunia yang 2,4 persen. Namun, dari waktu ke waktu angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia cenderung makin menyusut.

Namun, pandemi masih jauh dari kata usai. Dalam sepekan terakhir, pasien bergejala maupun yang tak bergejala di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, meningkat 30 persen. Angka tertinggi kasus baru dalam 24 jam sempat tercatat 13 November dengan 5.444 kasus, dan setelah itu ada fluktuasi yang cenderung tinggi.

Kerumunan selalu berpotensi menimbulkan penularan dengan segala risiko. Upaya membendung penyebaran Covid-19 bisa buyar. Segala pengorbanan oleh para dokter, perawat, petugas lab, dan tenaga kesehatan yang langsung menangani para pasien, akan menjadi sia-sia. Lebih buruk lagi, bila angka penularan semakin menjadi-jadi.

Maka, presiden segera menginstruksikan kepada jajarannya untuk kembali melakukan penanganan mulai dari hulu: mengendalikan kerumunan, memastikan semua mematuhi protokol kesehatan, dan terus melakukan testing (pemeriksaan pada mereka yang berpotensi tertular), tracing (mencari orang yang berpotensi tertutar), serta treatment (melakukan perawatan bagi mereka yang tertular). ‘’Jangan sampai kehilangan fokus kendali,’’ begitu pesan Presiden Jokowi.

Lebih jauh, Presiden meminta jajarannya, jangan hanya membuat imbauan-imbauan saja terkait soal kerumunan. ‘’Penegakan hukum harus terus dilakukan,’’ katanya. Amanat ini secara terbuka disampaikan kepada Polri, TNI, dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Fokus kendali atas pandemi virus corona, seperti dikatakan Presiden, memang tak bisa dikendurkan. Indonesia tercatat sebagai negara yang paling parah terpapar Covid-19 di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Kasus positif Covid-19 sudah di ambang angka setengah juta, yang menyebar di seluruh provinsi (34). Dari 514 kabupaten kota yang ada, tinggal tersisa 9 yang tak terdampak pandemi ini.

Potensi penularan terus mengintai. Sempat mengalami lonjakan pada September, lantas melambat pada Oktober. Tapi pada November sontak melonjak lagi. Di luar urusan kerumunan yang masih terus jadi persoalan, peta risiko di Indonesia tak kunjung menunjukkan tren yang konsisten ke arah zona hijau.

Sampai pertengahan November, zona merah dengan risiko penularan tinggi masih hilang-timbul di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Zona oranye, dengan risiko sedang tetap menjadi bagian yang berbesar di tanah air. Kecenderungannya, kawasan zona oranye ini sering ulang-alik menjadi merah dan sebaliknya, namun sulit bergerak ke kuning kemudian hijau.

Pada pertegahatan November, zona oranye meliputi 70 persen dari 514 kabupaten kota. Fluktuasinya pada kisaran 65-70 persen selama tujuh delapan pekan terakhir. Zona merah antara 6-7 persen, zona kuning sekitar 14-15 persen, dan sisanya zona hijau dan zona tak terdampak.

Dengan masih besarnya zona oranye dan merah, maka peningkatan gerakan penduduk, seperti yang terjadi pada long weekend, akan mengakibatkan terjadi kerumunan di tempat-tempat umum, serta terjadinya kontak-kontak yang intens dalam komunitas dan lingkungan keluarga. Penularan pun tidak terhindarkan. Efek long weekend pada akhir Oktober lalu tampak nyata di Jawa Tengah. Positivity rate (prosentase positif Covid-19 dalam kelompok testing) melonjak, dari 13,5% ke 17,4%.

Untuk menekan penularan, apa boleh buat pembatasan kerumunan perlu dilakukan, seraya konsisten menjalankan protokol kesehatan. Kerumunan yang tidak penting memang harus dicegah. Tidak cukup hanya dengan imbauan, seperti kata Presiden, perlu tindakan hukum. Langkah-langkah penanganan Covid-19 tak boleh buyar, karena sudah begitu banyak sumber daya yang mahal dikerahkan, termasuk jatuhnya korban jiwa di kalangan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, akibat terpapar virus ketika bertugas menolong pasien.

 

 

Penulis: Putut Trihusodo
Editor: Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Covid-19
Dampak Covid-19
Kapolri Idham Azis
kasus aktif
Kerumunan
Komite Penanganan Covid-19
LawanCovid19
Pandemi Covid-19
Penanganan Covid-19
Penanggulangan Covid-19
peta resiko
positivity rate
tingkat kesembuhan
Narasi Terpopuler
Alokasi APBN untuk Koperasi dan UMKM
Rancangan peraturan pemerintah (RPP) Cipta Kerja akan mewajibkan kementerian, lembaga, dan daerah mengalokasikan 40% belanja barang dan jasanya ke UMKM dan koperasi. Sembilan BUMN menyiapkan Rp35 tril...
Kuota Gratis Mengundang Senyum Manis
Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) mengungkapkan sebanyak 85,6 persen masyarakat menilai program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/mahasiswa. ...
Agar Terang hingga Timur
Perluasan elektrifikasi di Indonesia Timur merupakan bagian penting dari upaya menyediakan listrik di seluruh Indonesia pada 2024. ...
Geliat Awal Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Patimban segera diresmikan. Pengiriman perdana produk otomotif dari kawasan industri Jawa Barat sudah bisa dilakukan dari pelabuhan ini. ...
Saatnya Guru Honorer Naik Kelas
Pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ini adalah wujud negara hadir menyediakan kesempatan yang adil untuk para guru honorer ...
Energi Surya Berakselerasi di Tengah Pandemi
Indonesia berkomitmen porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025. ...
Semuanya Harus Extraordinary
Pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian/lembaga dan Daftar Alokasi TKDD (Transfer Daerah dan Dana Desa) tahun 2021, ada prioritas belanja pada delapan sektor dan fokus pada empat isu...
Nota Sri Mulyani untuk Lembaga Keuangan Dunia
Di sejumlah event dunia, Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya kesetaraan akses vaksin, bauran kebijakan fiskal, makroprudensial, dan moneter. Pada skenario optimistis, di 2020 India tumbuh 8,8 per...
Satria Menghubungkan Nusantara
Satelit Satria akan berkapasitas 150 Gbps dan menjadi satelit mulitfungsi terbesar di Asia untuk keperluan layanan internet. Kapasitas itu mampu melayani 150.000 titik di seluruh tanah air yang sulit ...
Mengalirkan Dana Pembiayaan Swasta
Indonesia membentuk sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi yang akan beroperasi awal 2021. Sejumlah investor asing sudah berkomitmen berpartisipasi. ...