Bahasa | English


PIMPINAN MPR

Sosok Politisi Kaum Sarungan

15 October 2019, 07:48 WIB

PKB adalah representasi NU dalam kancah politik. Di bawah kendali Muhaimin Inskadar, partai besutan Gus Dur itu mampu melewati berbagai tantangan. Kekuatan PKB harus diakui cukup mewarnai peta politik di Indonesia.


Sosok Politisi Kaum Sarungan Muhaimin Iskandar. Foto: Istimewa/Kompas

Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal dengan panggilan Cak Imin memang politisi piawai. Di bawah kepemimpinanya, suara Partai Kebangkitan Bangsa, saban Pemilu, terus meningkat. Meski berbasis masa Nahdatul Ulama, Cak Imin mampu membawa PKB berdekatan dengan berbagai kalangan di luar kaum nahdliyin.

Perjalanan politik Cak Imin memang tergolong lengkap. Dia mengawali karir politiknya sejak menjadi aktivis mahasiswa. Lalu aktif di partai besutan Abdurahman Wahid. Kemudian langkahnya mencapai kursi legislatif. Ia juga pernah duduk sebagai menteri di kabinet besutan Presiden SBY. Kini, tak hanya memanggul jabatan sebagai Ketua Umum PKB, Muhaimin pun dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR.

Tak hanya warga PKB dan NU yang mengakui ketokohannya. Pihak luar pun memiliki pandangan yang sama. Ia adalah sosok politikus yang mempunyai karakter, toleran, dan santun. Ia juga bisa berkoalisi dengan siapa saja, asal sesuai dengan garis partai PKB dan kemaslahatan umat. Namun, ia juga bisa bersikap tegas meski harus melawan pamannya sendiri, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Cak Imin, lahir di Jombang, Jawa Timur, 24 Sepetember 1966. Ayahnya adalah Muhammad Iskandar, guru di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif, Jombang, Jawa Timur.

Cak Imin menyelesaikan pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang dan Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta. Lulus dari Aliyah tahun 1985, Muhaimin melanjutkan pendidikan sarjananya di FISIP UGM dan selesai pada usia 26 tahun. Ia melanjutkan masternya 10 tahun kemudian di Universitas Indonesia (UI) bidang komunikasi dan lulus pada tahun 2001.

Sejak duduk dibangku kuliah, Muhaimin aktif di tempat-tempat diskusi dan juga aktif di pergerakan mahasiswa. Dia bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  dan terpilih menjadi ketua cabang PMII Yogyakarta pada 1994-1997. Selain itu, dia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Karier politik Cak Imin moncer bersamaan lahirnya Era Reformasi. Pada saat itu, tahun 1998, ia bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama termasuk Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan ia ditunjuk sebagai sekretaris jenderal (sekjen).

Pada Pemilu 1999, Muhaimin terpilih sebagai anggota DPR RI dari PKB. Di lembaga legislatif tersebut pada usia 33 tahun, seperti ditulis di situs DPR, dia menjadi Wakil Ketua DPR RI 1999-2004. Oleh karenanya, dia termasuk pimpinan termuda di DPR yang pernah ada saat itu.

Kariernya terus meroket, seiring menjadi Ketua Umum PKB. Bersamaan dengan itu, pada Pemilu 2004, Muhaimin terpilih kembali menjadi Anggota DPR RI dan kembali menjadi Wakil Ketua DPR RI 2004-2009.

Pada pemilu berikutnya, kedati sukses untuk ketiga kalinya menjadi Anggota DPR, dia kemudian diminta oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyo mengisi posisi sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2009-2014.

Di pengujung jabatan menterinya berakhir, pada tahun 2014, Muhaimin secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua umum PKB. Dia dianggap berhasil menaikkan suara Pemilu PKB pada 2014. Keberhasilannya berlanjut, saat Muhaimin mengantarkan kader-kader PKB menjadi menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo 2014-2019.

Gaya politik yang lentur khas NU membuat PKB mampu beradaptasi dengan perubahan politik yang lumayan cepat. Ketika Pemilu Presiden 2004, PKB adalah partai yang paling belakangan bergabung dengan koalisi Jokowi-JK. Namun demikian, harus diakui dia berhasil mengarahkan gerbong suara NU ke Jokowi-JK. Itu adalah peran besar dalam pemilihan Presiden.

Pada Pemilu 2019, orang juga mengira Cak Imin adalah salah satu sosok yang ikut menaikkan Kyai Maruf Amin, yang dikenal sebagai sesepuh NU, sehingga berpasangan dengan Jokowi sebagai Wakil Presiden.

Tidak dapat dipungkiri, Pilpres 2019 hampir semua kekuatan NU berdiri di belakang Jokowi. Inilah yang kemudian menjadikan bargaining PKB masih tetap diperhitungkan dalam kancah politik nasional.

Sebagai partai yang berbasis kaum sarungan, di tangan Cak Imin PKB telah membuktikan diri mampu menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Gayanya yang luwes seperti kebanyakan politisi NU, menjadi modal untuk menghela PKB menghadapi tantangan politik.

Sebelum Pemilu 2019 digelar, kita tahu, Cak Imin adalah salah satu ketua partai yang paling banyak memasang baliho. Pulau Jawa sebagai basis suara PKB hampir seluruhnya diterobos. Istilahnya tidak ada tanah di Jawa yang lolos dari baliho Cak Imin. Dan rupanya strategi itu cukup membuahkan hasil. PKB mendapat suara cukup besar dalam Pemilu kali ini dan berhasil menempatkan banyak kadernya di kursi legislatif. (E-1)

Pimpinan MPR
Narasi Terpopuler
Madrasah hingga Pesawat R80 Dibiayai Sukuk Negara
Surat berharga syariah negara atau sukuk negara pada 2020 telah membiayai 630 proyek infrastruktur dari delapan kementerian/lembaga yang tersebar di 34 provinsi. ...
Hari-Hari Waspada-Siaga Cuaca Ekstrem
Hujan ekstrem membuat Kalimantan Selatan tergenang banjir. Sampai 24 Januari, sejumlah unsur cuaca saling berkelindan mendorong tumbuhnya awan supersel yang berpotensi membawa hujan ekstrem.  &nb...
Layanan Pizza Jenderal Listyo Sigit
Komjen Listyo Sigit lulus fit and proper DPR. Ia menjanjikan adanya transformasi di Polri. Ia menggambarkan transformasi itu sebagai lembaga kepolisian yang mudah diakses ketika masyarakat membutuhkan...
Manufaktur Diyakini Bangkit Pascavaksinasi
Bank Indonesia kembali merilis laporan Prompt Manuafacturing Index (PMI-BI). Dalam laporannya, BI memproyeksikan, sektor manufaktur pada kuartal I/2021 berada di zona ekspansi, tepatnya berada di angk...
Perdagangan Indonesia Rekor Surplus Tertinggi sejak 2011
Warga bangsa ini patut bersyukur atas kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020. Di bawah tekanan pandemi Covid-19, kinerja perdagangan tetap mencatat surplus USD21,74 miliar. ...
Perpres 7/2021, Usung Edukasi dan Cara Kreatif Hadapi Ekstremisme
Perpres 7/2021 akan lebih banyak pada kegiatan edukasi dan kreatif untuk bergulirnya kontranarasi atas ekstremisme.  Hanya unsur masyarakat sipil yang dilibatkan, TNI-Polri tidak. ...
Pelabuhan Peti Kemas di Ujung Timur
Sebuah pelabuhan peti kemas akan beroperasi di distrik Depapre, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Pelabuhan tersebut akan melayani tol laut wilayah paling timur. ...
Guncangan Lindu di Jalur Majene-Mamuju
Gempa di Mamuju dan Majene Sulbar merenggut korban 46 jiwa. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus berwawasan mitigasi bencana. ...
Menuju Jumlah Guru Ideal
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan memperoleh hak pendapatan berupa gaji dan tunjangan dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai dengan level dan kelompok jabatan. ...
CoronaVac Kick-Off: It’s a Good Start
CoronaVac, vaksin besutan Sinovac, memangkas laju penularan Covid-19 sampai 65,3 persen dalam uji klinis di Bandung. Di Brazil, vaksin itu memotong 78 persen laju guliran pasien Covid-19 ke rumah saki...