Bahasa | English


PIMPINAN MPR

Politisi Luwes yang Kembali Menjejak Kursi Pimpinan

10 October 2019, 07:47 WIB

Karier politiknya dimulai dengan menjadi pengurus PAN di bidang logistik PAN. Tidak butuh lama karier politiknya pun membumbung.


Politisi Luwes yang Kembali Menjejak Kursi Pimpinan Zulkifli Hasan. Foto: Dok. MPR

Zulkifli Hasan adalah politisi Partai Amanat Nasional. Pria kelahiran Lampung Selatan, 17 Mei 1962 ini memiliki karir politik yang tergolong gemilang. Sebelum terjun ke dunia politik, Zulkifli Hasan adalah seorang presiden direktur dan komisaris di beberapa perusahaan dan sempat jadi PNS. Setelah memilih PAN sebagai pelabuhannya, karir politiknya semakin menanjak.

Di internal PAN, karier politik Zukifli berkembang positif. Dia termasuk salah satu dari tim kepengurusan DPP PAN 2005-2010. Tim formatur yang menyusun kepengurusan DPP PAN 2005-2010 diketuai oleh Ketua Umum terpilih Soetrisno Bachir mengumumkan kepengurusan DPP PAN menjadi berjumlah 45 orang dari sebelumnya yang hanya 40 orang. Seiring itulah, Zulkifli ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal pada rapat maraton formatur pada tanggal 11 April 2005 itu.

Di DPR selain sebagai ketua fraksi, perannya cukup penting. Dari 2008 sampai dengan 2009, ia mendapatkan posisi sebagai Ketua Panitia Angket BBM DPR, sebelum akhirnya Zulkifli resmi diangkat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

Masa pemerintahan SBY berakhir, Zulkifli mencoba bertarung lagi di Pemilu dari Dapil Lampung dan Zulkifli terpilih kembali sebagai anggota legislatif. Pada 8 Oktober 2014, tanpa ada rencana untuk menjadi Ketua MPR, ia dipilih sebagai Ketua MPR dengan memenangkan voting di sidang paripurna. Dengan memperoleh 347 suara. Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua MPR 2014-2019 dalam paket pimpinan bersama jajaran wakil ketua MPR, antara lain, EE Mangindaan (Demokrat), Mahyudin (Golkar), Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Oesman Sapta Odang (unsur DPD).

Perjalanan sebagai Ketua MPR RI, ia jalani selama lima tahun dengan mulus. Dan pemilu 2019 ia pun kembali ke Senayan, sebagai caleg terpilih dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Dapil Lampung I. Dalam sidang paripurna dia terpilih menjadi salah satu ketua MPR. Dengan Ketua MPR dipilih Bambang Soesatyo dari Golkar.

Suami dari Soraya itu memiliki empat orang anak. Putri pertama Zulkifli Hasan menikah dengan putri ketiga mantan Ketua PAN Amin Rais. Pernikahan ini disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tidak banyak politikus seperti Zulkifli Hasan yang seakan-akan tak memiliki seteru politik. Keluwesannya itu yang mungkin membuat Zulkifli yang kini jadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional dan pernah dipilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Zulkifli dilantik sebagai Ketua MPR Periode 2014-2019 pada usia 52 tahun. Tak lama setelah itu, dalam Kongres PAN, Zulkifli kemudian terpilih pula menjadi Ketua Umum yang baru, mengalahkan petahana Hatta Rajasa.

Zulkifli Hasan yang biasa dipanggil Zulkifli dan terlahir dari pasangan Hasan dan Siti Zaenab menghabiskan masa kecilnya, dari SD hingga SMP di Lampung. Sedangkan SMA-nya di Jakarta. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Universitas Krisnadwipayana di Jakarta. Lulus kuliah, ia mulai bekerja membangun perusahaan. Hasilnya, dalam waktu tiga tahun sudah mendirikan perusahaan dan menjadi presiden direktur dari berbagai perusahaan.

Di politik, Zulkifli memilih bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN) karena partai ini dikenal memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah. PAN sendiri banyak dihuni tokoh-tokoh dari Muhammadiyah.

Karier politiknya dimulai dengan menjadi pengurus PAN di bidang logistik PAN. Tidak butuh lama karier politiknya pun membumbung. Pada pemilu legislatif 2004-2009, dia terpilih menjadi anggota DPR untuk daerah pemilihan Lampung. Sejak itu kariernya moncer. Dia ditunjuk menjadi ketua Fraksi PAN DPR RI. Di PAN pun dia menjadi sekjen periode 2005-2010.

Pendidikan

  • SDN Penengahan Lampung Selatan (1975)
  • SMP Negeri Tanjungkarang (1979)
  • SMA Negeri 53 Jakarta (1982)
  • S-1, FE Universitas Krisnadwipayana Jakarta (1996)
  • S-2 (MM), Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta (2003)

KARIER

  • Presiden Direktur PT Batin Eka Perkasa (1988)
  • Presiden Direktur PT Sarana Bina Insani (1999)
  • Komisaris Utama PT Hudayasafari Travel (2000)
  • Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari
  • Ketua Departemen Logistik PAN
  • Ketua Lembaga Buruh Tani & Nelayan PAN
  • Wakil Ketua Komite tetap pemberdayaan KADINDA DKI
  • Pelindung Yayasan AL Husna Jakarta
  • Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari
  • Ketua Fraksi PAN DPR RI periode 2004 – 2009
  • Sekretaris Jenderal PAN, 2005-2010
  • Menteri Kehutanan, 2009-2014
  • Ketua MPR RI, 2014-2019
  • Ketua Umum DPP PAN, 2015-2020

 

(E-2)

Pimpinan MPR
Narasi Terpopuler
Alokasi APBN untuk Koperasi dan UMKM
Rancangan peraturan pemerintah (RPP) Cipta Kerja akan mewajibkan kementerian, lembaga, dan daerah mengalokasikan 40% belanja barang dan jasanya ke UMKM dan koperasi. Sembilan BUMN menyiapkan Rp35 tril...
Kuota Gratis Mengundang Senyum Manis
Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) mengungkapkan sebanyak 85,6 persen masyarakat menilai program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/mahasiswa. ...
Agar Terang hingga Timur
Perluasan elektrifikasi di Indonesia Timur merupakan bagian penting dari upaya menyediakan listrik di seluruh Indonesia pada 2024. ...
Geliat Awal Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Patimban segera diresmikan. Pengiriman perdana produk otomotif dari kawasan industri Jawa Barat sudah bisa dilakukan dari pelabuhan ini. ...
Saatnya Guru Honorer Naik Kelas
Pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ini adalah wujud negara hadir menyediakan kesempatan yang adil untuk para guru honorer ...
Energi Surya Berakselerasi di Tengah Pandemi
Indonesia berkomitmen porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025. ...
Semuanya Harus Extraordinary
Pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian/lembaga dan Daftar Alokasi TKDD (Transfer Daerah dan Dana Desa) tahun 2021, ada prioritas belanja pada delapan sektor dan fokus pada empat isu...
Nota Sri Mulyani untuk Lembaga Keuangan Dunia
Di sejumlah event dunia, Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya kesetaraan akses vaksin, bauran kebijakan fiskal, makroprudensial, dan moneter. Pada skenario optimistis, di 2020 India tumbuh 8,8 per...
Satria Menghubungkan Nusantara
Satelit Satria akan berkapasitas 150 Gbps dan menjadi satelit mulitfungsi terbesar di Asia untuk keperluan layanan internet. Kapasitas itu mampu melayani 150.000 titik di seluruh tanah air yang sulit ...
Mengalirkan Dana Pembiayaan Swasta
Indonesia membentuk sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi yang akan beroperasi awal 2021. Sejumlah investor asing sudah berkomitmen berpartisipasi. ...