Bahasa | English


INFRASTRUKTUR

Tol Balsam, Pertama di Kalimantan

31 December 2019, 13:41 WIB

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan tol pertama di Pulau Kalimantan. Pemerintah akan membuat berbagai akses yang memudahkan warga menjangkau ibu kota negara yang baru di Penajam Paser, Kalimantan Timur.


Tol Balsam, Pertama di Kalimantan Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 2,3 dan 4 di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Perjalanan yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur, kini tidak lagi harus berlama-lama. Sebelumnya memang hanya ada satu jalur jalan yang memuat dua kendaraan yang menghubungkan dua kota itu. Tapi kini pemerintah sudah meresmikan jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Tol Balsam).

Tol ini terdiri dari lima seksi. Belum lama ini Presiden Jokowi meresmikan Seksi II, III, dan IV, sepanjang 58,7 kilometer. Dengan peresmian ini, maka sah sudah ibu kota negara (IKN) baru memiliki jalan bebas hambatan pertama.

Peran jalan tol yang terdiri dari lima seksi dengan total panjang 99,35 kilometer ini dinilai sangat strategis. Hal ini sejalan dengan program besar pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, ada tiga peran strategis yang disandang Tol Balikpapan-Samarinda.

Pertama, relasinya dengan IKN. Tol ini merupakan cikal-bakal dan bagian dari jaringan jalan tol di Kalimantan Timur yang terkoneksi dengan IKN.

Selain itu akan dibangun juga tiga akses jalan untuk menuju Penajam Paser Utara, sebagai ibu kota negara yang baru.

Tiga akses berupa jalan tol baru itu adalah SS Samboja-IKN, SS Karang Joang-IKN dan ketiga Tol Trans-Kalimantan Lintas Selatan. Ketiga akses ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas IKN yang pada gilirannya akan meningkatkan daya tarik seluruh kawasan di Kalimantan Timur. 

Peran strategis kedua, tol ini menghubungkan dua titik pertumbuhan utama yakni Balikpapan dan Samarinda. Dengan target rampungnya keseluruhan konstruksi pada April 2020 mendatang, akan semakin mempererat fungsi dua kota tersebut sebagai kota bisnis dan pusat pemerintahan Kalimantan Timur.

Sementara peran strategis ketiga adalah, mendorong peningkatan mobilitas dari dan menuju kawasan pantai timur Kalimantan Timur yang merupakan konsentrasi infrastruktur penting berupa Pelabuhan Kariangau, dan Pelabuhan Palaran.

Keduanya akan menjadi satu dengan jaringan jalan tol dan terhubung dengan dua infrastruktur lainnya yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, dan Bandara AP Pranoto.

Pihak pengelola masih menggratiskan pengguna tol sampai dengan Januari 2020. Hal itu untuk memberikan pengalaman kepada masyarakat sebab Tol Balsam ini merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan.

Sebetulnya jalan Tol Balikpapan-Samarinda digagas sejak 2010 oleh mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Pada awal-awal proyek ini dibanyak menuai kritikan karena dibangun saat kondisi infrastruktur jalan antar kabupaten/kota di Kaltim sangat buruk.

Kendati menuai banyak cibiran, Awang Faroek ngotot melaksanakan proyek tersebut. Akhirnya, pada 2011, proyek tersebut dimulai dengan peletakan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan.

PT Jasa Marga selaku pengelola Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mengoperasikan tol ini pada libur natal dan tahun baru. Selama operasional kurang lebih dua pekan ini, warga yang melintas tidak dikenakan biaya alias gratis.

Warga dapat melintas dari Samboja hingga Palaran maupun sebaliknya. Total panjang tol yang dapat dilintasi adalah 66 kilometer. Sepanjang ruas tol yang dapat dilintasi itu, warga dapat mengunjungi rest area di Kilometer 37.

Kehadiran Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas total perjalanan Balikpapan-Samarinda, dari sebelumnya 150 kilometer melalui jalan nasional menjadi hanya 100 kilometer.

Efesiensi jarak tempuh ini berbanding lurus dengan waktu tempuh yang diperlukan untuk perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda maupun sebaliknya. Dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 3-4 jam menjadi hanya sekira 1 jam. Dengan begitu, warga bisa menghemat waktu 2-3 jam perjalanan. Secara otomatis juga akan memangkas biaya logistik antarkedua kota.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda melintasi kawasan hutan lindung antara Balikpapan dan Samarinda, yakni Tahura Bukit Soeharto dan Hutan Lindung Sungai Wain.

Di seksi 2 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terdapat jalur terowongan khusus untuk perlintasan hewan. Terowongan ini dibuat tepat di kawasan Tahura Bukit Soeharto. Diharapkan, terowongan itu dapat digunakan hewan-hewan seperti Monyet, Beruang madu, orang utan, kijang, dan lainnya untuk melintas.

Selain tersedia terowongan khusus untuk hewan, di seksi 2 Jalan Tol Balikpapan-Samarinda juga tersedia 9 jembatan, 5 overpass, 2 underpass, 2 rest area, dan 2 jembatan penyeberangan orang. (E-1)

Ibu Kota Baru
Infrastruktur
Narasi Terpopuler
Vitamin Pendongkrak Investasi
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru dirilis untuk memberikan kepastian hukum skema bagi hasil, sekaligus  menstimulasi investasi minyak dan gas (migas) di tengah rendahny...
Sinyal Positif di Tengah Pandemi
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal 2 mengalami kontraksi 5,32 persen year on year (oy). Angka ini lebih dalam dari ekspektasi sebelumnya. Meski begitu, pada kond...
Protokol Kesehatan jadi Pilihan Tunggal
Kasus baru Covid-19 masih menanjak secara global. Skema karantina wilayah sudah tidak jadi pilihan karena situasi ekonomi. Pelaksanaan protokol kesehatan menjadi pilihan tunggal. ...
Minat Investasi Lokal Tetap Menyala
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun terus memompa optimistisnya. Bahwa, realisasi investasi tahun ini akan mencapai setidaknya Rp817,2 triliun atau sekitar 92,2 persen dari target awal Rp886 t...
Merdeka Sinyal hingga Pelosok Negeri
Tahun 2020 pemerintah menargetkan seluruh desa dan kelurahan akan terjangkau sinyal 4G. Tersisa 12.548  yang akan dirampungkan saat ini. ...
Harta Tersembunyi di Bumi Cenderawasih
Kunci keberhasilan menekan kebakaran lahan gambut di Papua adalah pelibatan tokoh setempat. Melalui mereka, warga diingatkan tentang bahaya membakar lahan. ...
Menata Riset agar Berdaya Saing
Prioritas Riset Nasional merupakan instrumen kebijakan untuk mensinergikan kegiatan riset dan pengembangan kementerian/lembaga. ...
Meruncingkan Ujung Tombak Transformasi Ekonomi Nasional
Lima tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi kita tidak lagi berbasis pada bahan mentah, tetapi bertransformasi menjadi nilai tambah. ...
Momentum Perbaiki Layanan Kesehatan Nasional
Pemerintah menyebut pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi perbaikan sistem kesehatan nasional. ...
Tetap Wujudkan Kegembiraan Anak di Masa Pandemi
Kesehatan fisik anak, baik melalui pemenuhan gizi anak dan imunisasi dasar, serta kesehatan mental anak merupakan hal yang perlu diperhatikan menghadapi adaptasi kebiasaan baru masa pandemi. ...