Bahasa | English


VAKSIN COVID-19

Tegak Lurus di Atas Koridor Sains

28 October 2020, 12:02 WIB

Presiden Jokowi meminta pengkajian vaksin harus sepenuhnya menggunakan kaidah dan bukti-bukti ilmiah. Satu kasus bermasalah, taruhannya kepercayaan publik.


Tegak Lurus di Atas Koridor Sains Presiden Joko Widodo (kanan) saat meninjau meninjau fasilitas produksi gedung 43 yang nantinya akan digunakan untuk memproduksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/dok PT Bio Farma

Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan tidak ada yang mampu meramalkan kapan semua akan berakhir. Namun, risiko kematian akibat virus corona di Indonesia terus menyusut dan pasien sembuh terus meningkat. Kabar baik itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas soal vaksinasi Covid-19 di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/10/2020).

‘’Ini penting sekali disampaikan ke publik,’’ kata Presiden. Menurutnya, per 25 Oktober 2020, kasus aktif di Indonesia ada di level 16,06 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata global yang 23,73 persen. Pasien Covid-19 kini lebih banyak dan lebih cepat sembuh. Itu ditunjukkan dengan angka kesembuhan 80,51 persen, jauh melampaui rata-rata dunia yang 73.60 persen.

Adapun risiko kematian (fatality rate) di Indonesia 3,41 persen, masih lebih tinggi dibanding rata-rata global yang 2,67 persen. Namun, angka risiko itu telah jauh membaik ketimbang di awal pandemi yang bisa mencapai 8–9 persen. Dari waktu ke waktu, fatality rate di Indonesia terus menunjukkan grafik penurunan.

Namun, virus corona ini masih akan terus bercokol sampai batas waktu yang sulit diketahui. Maka, kebijakan vaksinasi telah jauh hari dipancangkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan kekebalan pada masyarakat. Dalam rapat terbatas itu, presiden pun membahas mulai dari urusan pengadaan vaksin hingga jadwal pelaksanaan vaksinasinya.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan agar vaksin yang digunakan ialah yang teruji dari aspek keamanannya (safety), efektivitas imunogenitasnya (dapat menginduksi antibodi), dan efikasinya bisa diandalkan, yakni antibodi yang muncul bisa menekan pertumbuhan virus.

Secara khusus, presiden menekankan aspek safety ini, karena akan menjadi perhatian utama masyarakat, pakar, dan peneliti. "Ada satu saja yang bermasalah, itu bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya vaksinasi ini," ia menambahkan. 

Presiden mengingatkan agar seluruh tahapan penyiapan vaksin Covid-19 itu harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah mengacu pada data yang saintifik, serta standar kesehatan yang berlaku. Pemerintah tak mau dianggap terburu-buru. ‘’Hati-hati, jangan sampai tergesa-gesa sehingga kaidah saintifik, data sains, dan standar kesehatan dinomorduakan. Tolong, meskipun kita ingin dipercepat, tapi kita harus tetap mengikuti koridor ilmiahnya,’’ tutur Presiden. Jadi, semua harus berdiri tegak lurus di atas koridor keilmuan.

Dari rapat terbatas itu belum ada konfirmasi terkini tentang jumlah dan asal vaksin yang akan datang dalam waktu dekat atau bulan-bulan berikutnya. Situasi di industri vaksin amat dinamis, karena ketersediaan yang terbatas, permintaan sangat tinggi, sementara perjalanan vaksin itu ke penggunanya harus melalui jalur yang penuh regulasi.

Namun, Presiden Jokowi meminta jajarannya membuat persiapan secara rinci sejak dari vaksin datang, masuk gudang, pengangkutan, distribusinya, hingga tempat penyimpanan di lapangan. Tentu, ada keperluan sarana, alat, atau tenaga terlatih, dan presiden meminta semua disiapkan segera.

Sertifikat Halal

Sejauh ini ada empat merk vaksin yang sering disebut bakal segera masuk ke Indonesia, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan Cansino (ketiganya dari Tiongkok) serta AstraZeneca dari Inggris. Tapi, dari empat itu yang tampaknya sering disebut paling siap adalah Sinovac karena vaksin itu telah menjalani tahap pengujian klinis paling lengkap.

Pemerintah Tiongkok bahkan telah mengeluarkan izin emergency approval bagi Sinovac. Ia boleh digunakan sampai batas waktu tertentu, dan diakui keabsahan pengujiannya. Setelah diuji pada hewan percobaan dan dinyatakan aman, vaksin harus menjalani clinical trial (uji klinis) tiga tahap atas manusia.

Tahap pertama adalah uji safety. Bakal vaksin dinyatakan lulus tahap pertama bila disuntikkan ke tubuh relawan tidak menimbulkan infeksi atau reaksi alergi. Sedangkan uji klinis tahap dua adalah melihat efek imunogenitasnya. Bakal vaksin lolos bila terbukti dapat menginduksi badan manusia membentuk antibodi, dibuktikan dengan pemeriksaan serologis darah. Tahap ketiga, vaksin diuji di lapangan dan diobservasi bagaimana dampak proteksinya.

Keempat kandidat vaksin itu masih terus menjalani diuji coba tahap tiga (di negeri asal) atau tahap III tambahan yang dilakukan di luar negeri asal. Vaksin SinoPharm diuji tahap ketiganya di Maroko, Arab Saudi, dan Peru. Ia telah mendapat emergency approval dari Uni Emirate Arab.

Di luar Inggris, AstraZeneca sedang menjalani uji coba di India, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Brazil (multicenter). Adapun, Sinovac sedang menjalani uji klinis di Bangladesh, Indonesia, dan Brazil. Toh, uji coba secara multicenter itu tidak menjadi syarat mutlak bahwa satu vaksin boleh beredar. Syarat pokoknya berhasil menjalani uji klinis tahap ketiga di negerinya.

Apakah vaksin buatan Tiongkok ini yang akan mendarat pertama di Indonesia? Tunggu dulu. Satu tim peneliti Indonesia yang mewakili BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan satu tim lainnya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih melakukan kunjungan ke tiga pabrik vaksin Tiongkok itu. Mereka memeriksa proses pembuatan dan laporan hasil pengujiannya untuk dijadikan pertimbangan sebelum diputuskan kelaikannya untuk digunakan di Indonesia.

Tim MUI tentu akan mencari fakta secara substansial vaksin itu dibuah dari bahan halal atau tidak. Akan halnya tim Badan POM itu akan mengevaluasi aspek bahannya, produksi, safety, efektivitas imunogenitasnya, dan tentu dampak proteksinya. Mereka akan memutuskannya di Jakarta setelah segala informasi yang diperlukan telah terkumpul.

 

 

 

Penulis: Putut Trihusodo
Editor: Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

AstraZeneca
CanSino
Cegah Covid-19
Covid-19
imunogenitas
LawanCovid19
Obat Covid-19
Pandemi Covid-19
Penanganan Covid-19
Penanggulangan Covid-19
safety
Sinopharm
SinoPharm
Sinovac
Uji Klinis Tahap 3
Vaksin Covid-19
Narasi Terpopuler
Alokasi APBN untuk Koperasi dan UMKM
Rancangan peraturan pemerintah (RPP) Cipta Kerja akan mewajibkan kementerian, lembaga, dan daerah mengalokasikan 40% belanja barang dan jasanya ke UMKM dan koperasi. Sembilan BUMN menyiapkan Rp35 tril...
Kuota Gratis Mengundang Senyum Manis
Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) mengungkapkan sebanyak 85,6 persen masyarakat menilai program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/mahasiswa. ...
Agar Terang hingga Timur
Perluasan elektrifikasi di Indonesia Timur merupakan bagian penting dari upaya menyediakan listrik di seluruh Indonesia pada 2024. ...
Geliat Awal Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Patimban segera diresmikan. Pengiriman perdana produk otomotif dari kawasan industri Jawa Barat sudah bisa dilakukan dari pelabuhan ini. ...
Saatnya Guru Honorer Naik Kelas
Pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ini adalah wujud negara hadir menyediakan kesempatan yang adil untuk para guru honorer ...
Energi Surya Berakselerasi di Tengah Pandemi
Indonesia berkomitmen porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025. ...
Semuanya Harus Extraordinary
Pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian/lembaga dan Daftar Alokasi TKDD (Transfer Daerah dan Dana Desa) tahun 2021, ada prioritas belanja pada delapan sektor dan fokus pada empat isu...
Nota Sri Mulyani untuk Lembaga Keuangan Dunia
Di sejumlah event dunia, Menkeu Sri Mulyani menekankan pentingnya kesetaraan akses vaksin, bauran kebijakan fiskal, makroprudensial, dan moneter. Pada skenario optimistis, di 2020 India tumbuh 8,8 per...
Satria Menghubungkan Nusantara
Satelit Satria akan berkapasitas 150 Gbps dan menjadi satelit mulitfungsi terbesar di Asia untuk keperluan layanan internet. Kapasitas itu mampu melayani 150.000 titik di seluruh tanah air yang sulit ...
Mengalirkan Dana Pembiayaan Swasta
Indonesia membentuk sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi yang akan beroperasi awal 2021. Sejumlah investor asing sudah berkomitmen berpartisipasi. ...