Bahasa | English


REVITALISASI PERKOTAAN

Penataan Waterfront City Tuntas, Devisapun Siap Mendekat

17 September 2019, 10:04 WIB

Pemerintah kini sedang mengerjakan empat waterfront city. Dan penataan sepanjang Sungai Kapuas, Pontianak, ternyata yang paling bagus dan paling panjang.


Penataan Waterfront City Tuntas, Devisapun Siap Mendekat Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Di sebagian besar kota-kota besar di dunia, air adalah bagian dari sesuatu norma. Keberadaannya menjadi satu kesatuan lingkungan yang terintegrasi, pengelolaanya tidak secara parsial.

Landasan itulah yang mendasari pembangunan kota dengan istilah kerennya waterfront city. Kota tepi air, sebuah pendekatan pembangunan wilayah perkotaan dengan pendekatan ekonomi, kependudukan, dan estetika lingkungan.

Model seperti itu tentu akan lebih mudah bila membayangkan Amsterdam, salah satu kota besar di Belanda. Di kota ini, kita akan disuguhi penataan kota terencana, indah dan terintegrasi satu sama lain. Bahkan, kota ini bisa disebut sebagai kota air.

Benar, sebagai kota yang berada di bawah permukaan laut, sepanjang Amsterdam ada tanggul yang mengelilingi kota itu, kemudian juga ada kanal-kanal untuk sirkulasi airnya.

Namun, air, kanal dan bangunan rumah menjadi satu kesatuan yang harmoni. Bayangkan, kanal-kanalnya yang bisa disusuri dengan nyaman dan menjadi penghasil devisa bagi negara itu karena turis juga bisa menikmatinya.

Ya, Amsterdam adalah satu contoh kota di dunia dengan perencanaan kota yang menarik. Sepanjang kanal, termasuk bangunan rumah berdinding bata merah di pinggirnya dibangun sedemikian elegan dan menarik.

Konsep tata kota dengan bersandingan dengan air itu, banyak kita temui di sejumlah kota besar di Eropa dan dunia lainnya. Harapannya, cara pendekatan inilah yang juga diterapkan dalam pengelolaan kota di negara ini, termasuk rencana pendirian ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, menurut data Bappenas, Indonesia memiliki sekitar 516 kota. Sebanyak 216 di antaranya merupakan kota tepi air yang berada di tepi laut (pantai), sungai, atau danau.  Artinya, dilihat dari gambaran itu, potensi Indonesia sebenarnya tidak kalah juga dengan sejumlah kota di dunia yang mengusung konsep Waterfront City. 

Pasalnya, negara ini memiliki laut yang indah dengan biru lautnya beserrta biota laut di dalamnya. Begitu juga kota yang bersandingan dengan sungai, atau danaunya. Inilah yang diharapkan pemerintah terhadap pembangunan perkotaan di negara ini. Sebuah konsep perkotaan yang diintegrasikan dengan potensi wisata lokalnya.

Harapan itulah yang mengemuka ketika Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga berkesempatan meninjau penataan kawasan sepanjang Sungai Kapuas, Pontianak.

"Pemerintah kini sedang mengerjakan empat waterfront city seperti ini di Bengkulu, di Kampung Nelayan di Tegal, Kampung Nelayan juga di Semarang, dan Pontianak. Dan, penataan sepanjang Sungai Kapuas, Pontianak yang paling bagus dan paling panjang," kata Presiden.

Penataan kawasan sepanjang Sungai Kapuas, Pontianak merupakan salah satu dari empat pemukiman tepi air yang sedang dibangun pemerintah. Keempat lokasi menjadi model bagi 11 lokasi yang masuk dalam proyek penataan kota tepi air periode 2016-2019.

Tiga lokasi lainnya adalah penataan kawasan pesisir Pantai Panjang Bengkulu, penataan kampung nelayan Tegalsari, Tegal, dan Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang.

Penataan pesisir Pantai Panjang Bengkulu misalnya, mendapatkan pendanaan Rp89 miliar, dan proyek penataan diharapkan tuntas Desember 2020. Begitu juga dengan

penataan Kampung nelayan Tegalsari, salah satu kawasan kumuh di Kota Tegal. Proyek penataan kampung nelayan di kota ini mendapatkan pendanaan Rp96,11 miliar, dan proyek sudah dimulai sejak 2014.

Kampung Tambaklorok

Begitu juga dengan penataan kampung nelayan Tambaklorok, Semarang. Khusus penataan di kota ini, Kementerian PUPR telah menyelesaikan tugas pembanguan infrastruktur di akhir 2017. Proyek penataan saluran itu dimulai 2015 dengan anggaran Rp150 miliar.

Ditjen SDA melakukan penataan ulang termasuk menata bantaran sungai dan membangun tambatan kapal untuk memarkirkan perahu nelayan. Proyek itu telah selesai dikerjakan. Sebagai salah satu lokasi wisata bahari, kampung Tambaklorok diharapkan menjadi salah satu ikon wisata di ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Khusus penataan di kawasan sepanjang Sungai Kapuas, pemerintah sudah mengerjakannya sejak 2016. Revitalisasi tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menumbuhkan kegiatan perekonomian di sekitar Sungai Kapuas sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di sepanjang sungai tersebut.

Penataan di sepanjang sungai Kapuas itu terutama menyentuh Kampung Beting, Pontianak. Di masa lalu, bila berbicara soal Kampung Beting selalu yang terlintas di benak pikiran warga Pontianak adalah hal-hal yang berbau negatif. Kampung itu sendiri berlokasi di Pontianak Timur, tepatnya di daerah pertemuan antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Yang istimewa dari kampung ini adalah kampung dibangun di atas jembatan kayu yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya. Bagi kampung ini, air adalah segala-galanya bagi mereka. Air adalah teman sehari-hari mereka, seperti menangkap ikan, jalur transportasi, mencuci dan sebagainya.

Dan, sebagai informasi tambahan terutama bagi wisatawan, di Kampung Beting, Pontianak ini terdapat bangunan cagar budaya yang erat dengan sejarah perkembangan Kota Pontianak yakni Masjid Jami dan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak.

Penataan kawasan ini memang dilakukan secara bertahap. Pemerintah melakukannnya sejak 2017-2018 dengan anggaran Rp79,2 miliar. Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pengerjaan penataan kawasan ini hampir sepenuhnya rampung.

Ada pekerjaan yang tersisa dari penataan kawasan ini, yakni restorasi Masjid Beting dan kawasan sekitar dengan total anggaran Rp91,1 miliar, dengan progres konstruksi sudah mencapai 74% dan ditargetkan selesai November 2019. "Kalau mau ada tambahan sedikit untuk melengkapi maka tahun depan akan selesai final," kata Basuki.

Yang jelas, upaya pemerintah untuk melakukan revitalisasi pemukiman dan sejumlah infrastruktur di sejumlah kota yang bersinggungan dengan air, yang sebelumnya tampak kumuh menjadi sebuah kawasan tepi air yang lebih rapi mulai terlihat wujudnya. Nilai tambah lainnya akhirnya adalah datangnya wisatawan ke kawasan tersebut. (F-1)

Ekonomi
Perairan
Narasi Terpopuler
Target Lifting Terkoreksi Pandemi
Tanpa tambahan produksi dari sumur baru akan sulit mendongrak lifting minyak. Target lifting 710 ribu barel susah dipenuhi oleh sumur-sumur lama. Eksplorasi terganggu oleh pandemi. ...
Penawar Duka di Tengah Kelangkaan Kerja
Program reskilling dan upskilling akan diprioritaskan bagi pekerja yang terkena dampak pandemi. ...
Layanan Kependudukan dalam Genggaman
Mengantre di kantor dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan segera menjadi aktivitas usang. Kini, semua itu bisa dilakukan dari rumah. ...
Waspada! Yang Hijau Susut, yang Kuning Menciut
Zona hijau menciut dari 112 jadi 104 daerah. Zona kuning berkurang dari 188 ke 175. Surabaya Raya dan Jawa Timur menjadi episentrum paling aktif. Orang tanpa gejala menjadi agen penularan yang senyap....
Startup Tumbuh Menjulang di Ekosistem Jakarta
Jakarta dinobatkan menjadi ekosistem terbaik kedua di dunia. Itu tak lepas dari ekonomi yang terus tumbuh, stabil, dan warga yang punya daya beli. Kelemahannya ada di talenta digital para pelaku. ...
Tahan Banting di Pasar yang Meriang
Harga tandan buah sawit (TBS) mulai bangkit. Perkebunan sawit dan industri CPO bisa beroperasi normal di situasi pandemi. Ada harapan di semester II 2020, industri sawit tumbuh postif. ...
Food Estate, Lumbung Baru di Kalimantan Tengah
Memanfaatkan 600 ribu hektar (ha) sisa lahan dari program sawah sejuta hektar di era Orde Baru, program food estate dipancangkan di Kalimantan Tengah. Sampai 2023, lahan pertanian seluas 140.000 ha te...
Trans-Sumatra, Ruas Pertama Tol di Serambi Mekah
Ruas pertama jalan tol segera beroperasi di Aceh. Panjang Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) akan mencapai 672 km. ...
Antisipasi Amukan Si Jago Merah di Lahan Hutan
Musim kemarau tiba. Presiden mengingatkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan. Beberapa langkah telah dilakukan. ...
Bisnis Teknologi Finansial, Tumbuh Bagai Cendawan di Musim Pandemi
Bisnis teknologi finansial tumbuh berkat kepercayaan yang baik pada industri ini. Pemerintah memberikan dukungan. Ekonomi digital bisa mendongkrak ekonomi nasional 10 persen. ...