Bahasa | English


PERHUBUNGAN

Pemulihan Ekonomi Tetap jadi Prioritas

16 September 2020, 08:42 WIB

Pagu anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) naik tipis di 2021. Tapi masih jauh dari perencanaan sebelumnya. Sehingga perlu penajaman program prioritas.


Pemulihan Ekonomi Tetap jadi Prioritas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020). Foto: Antara Foto/ Dhemas Reviyanto

Ada kenaikan tipis saja pada pagu anggaran Kemenhub 2021. Pada APBN 2020, daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kemenhub tercatat Rp42, 67 triliun dan naik menjadi Rp45 triliun pada APBN 2021. Hal itu mengemuka saat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (2/9/2020).

Budi Karya Sumadi menyampaikan, anggaran ini akan difokuskan untuk dua urusan pokok. Yakni, mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan infrastruktur. Dalam Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas RI nomor 5 tahun 2020, tema rancangan rencana kerja pemerintah tahun 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Major project dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 meliputi, kegiatan prioritas nasional dalam rancangan RKP TA 2021 seperti kegiatan multi years contract (MYC) baik bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN, pinjaman dana dan/atau hibah luar negeri (PHLN), dan rupiah murni (RM).

Kemudian berdasarkan pengelompokan terhadap jenis belanja, struktur anggaran Kementerian Perhubungan adalah:

1. Belanja operasional sebesar Rp7,19 triliun (15,76%), dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp3,97 triliun (8,71 %), dan belanja barang mengikat sebesar Rp3,22 triliun (7,05 %).

2. Belanja nonoperasional sebesar Rp38,45 triliun (84,24%), dengan rincian belanja barang tidak mengikat sebesar Rp14,79 triliun (32,41%) dan belanja modal sebesar Rp23,66 triliun (51,83 %).

Sementara itu, Menhub menguraikan, komposisi anggaran menurut sumber pendanaan adalah rupiah murni Rp33,86 triliun (74,16%), pinjaman luar negeri (PLN) sebesar Rp807 miliar (1,77%), surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp5,66 triliun (12,41%), penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp3,79 triliun (8,31%), dan belanja badan layanan umum (BLU) sebesar Rp1,53 triliun (3,35%).

Dalam kebijakan redesain sistem perencanaan dan penganggaran yang baru, terdapat perubahan program Kemenhub yang sebelumnya sembilan program berdasarkan jumlah unit kerja Eselon I, menjadi empat program. Untuk rincian penganggaran per program sendiri, yakni program dukungan manajemen (Rp9,5 triliun), program infrastruktur konektivitas (Rp33,95 triliun), program riset dan inovasi IPTEK (Rp112 miliar), dan program pendidikan dan pelatihan vokasi (Rp2,09 triliun).

Adapun alokasi dukungan anggaran pada masing-masing prioritas nasional sesuai dengan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah 2021 Kementerian Perhubungan meliputi empat program prioritas nasional.

Prioritas nasional pertama, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, dengan dukungan anggaran sebesar Rp369,9 miliar untuk program prioritas, antara lain, pembangunan KA akses Bandara Adi Sumarmo, pembangunan Terminal Kargo Pelabuhan Laut Labuan Bajo, dan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Likupang.

Prioritas nasional kedua adalah mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, dengan dukungan anggaran sebesar Rp253,4 miliar, untuk program prioritas, antara lain, rekonstruksi Pelabuhan Pantoloan, Donggala, Wani (PHLN), pengembangan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri-Palu (PHLN), dan pengembangan Bandar Udara Domine Eduard Osok Sorong.

Prioritas nasional ketiga adalah meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,3 triliun, untuk program prioritas, antara lain, diklat vokasi pendidikan perhubungan, serta pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang diklat transportasi.

Prioritas nasional keempat adalah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, dengan dukungan anggaran sebesar Rp17,8 triliun, untuk program prioritas, antara lain, subsidi angkutan perintis, subsidi angkutan umum massal perkotaan (buy the service), dan rehabilitasi/peningkatan terminal tipe A.

Dalam raker Kemenhub bersama Komisi V DPR-RI sebelumnya Menhub Budi menjelaskan, penyerapan anggaran pada 2019 mencapai 89,48%, atau senilai Rp39,6 triliun. Realisasi ini meningkat 5,1% dibandingkan dengan realisasi anggaran pada 2018, yaitu sebesar 84,38%. Sedangkan dari sisi pendapatan, total realisasi pendapatan negara bukan pajak pada 2019 sebesar Rp9,46 triliun (terealisasi 108,84% dari target sebesar Rp8,69 triliun) atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp8,2 triliun.

Pada 2020, berdasarkan Surat Menteri Keuangan nomor S-704/MK.02/2019 tanggal 26 September 2019 tentang Penyampaian Pagu Alokasi Anggaran Kementerian/Lembaga tahun 2020, total anggaran Kemenhub adalah sebesar Rp43,11 triliun. Untuk saldo awal BLU/PNBP adalah sebesar Rp611,13 miliar, sedangkan untuk luncuran dana SBSN/PHLN sebesar Rp2,82 triliun. Selanjutnya, setelah dilakukan penghematan sesuai Perpres nomor 54 sebesar Rp10,43 triliun, maka pagu akhir tahun 2020 menjadi Rp36,10 triliun.

Adapun realisasi anggaran Kementerian Perhubungan per 31 Agustus 2020 telah berhasil mencapai 45,27% atau senilai dengan Rp16,34 triliun, dengan prognosa atau target penyerapan anggaran sampai dengan akhir 2020 adalah sebesar 93,02%. Pagu beserta realisasi anggaran per belanja di 573 satker di lingkungan Kementerian Perhubungan adalah belanja pegawai dengan pagu sebesar Rp4,06 triliun dengan realisasi mencapai Rp2,40 triliun, belanja barang dengan pagu sebesar Rp13,48 triliun dengan realisasi Rp6,03 triliun dan belanja modal dengan pagu sebesar Rp18,56 triliun dengan realisasi Rp7,90 triliun.

 

 

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Putut Tri Husodo/ Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Ekonomi
Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Pertumbuhan Ekonomi
Narasi Terpopuler
Layanan Pizza Jenderal Listyo Sigit
Komjen Listyo Sigit lulus fit and proper DPR. Ia menjanjikan adanya transformasi di Polri. Ia menggambarkan transformasi itu sebagai lembaga kepolisian yang mudah diakses ketika masyarakat membutuhkan...
Manufaktur Diyakini Bangkit Pascavaksinasi
Bank Indonesia kembali merilis laporan Prompt Manuafacturing Index (PMI-BI). Dalam laporannya, BI memproyeksikan, sektor manufaktur pada kuartal I/2021 berada di zona ekspansi, tepatnya berada di angk...
Perdagangan Indonesia Rekor Surplus Tertinggi sejak 2011
Warga bangsa ini patut bersyukur atas kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020. Di bawah tekanan pandemi Covid-19, kinerja perdagangan tetap mencatat surplus USD21,74 miliar. ...
Perpres 7/2021, Usung Edukasi dan Cara Kreatif Hadapi Ekstremisme
Perpres 7/2021 akan lebih banyak pada kegiatan edukasi dan kreatif untuk bergulirnya kontranarasi atas ekstremisme.  Hanya unsur masyarakat sipil yang dilibatkan, TNI-Polri tidak. ...
Pelabuhan Peti Kemas di Ujung Timur
Sebuah pelabuhan peti kemas akan beroperasi di distrik Depapre, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Pelabuhan tersebut akan melayani tol laut wilayah paling timur. ...
Guncangan Lindu di Jalur Majene-Mamuju
Gempa di Mamuju dan Majene Sulbar merenggut korban 46 jiwa. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus berwawasan mitigasi bencana. ...
Menuju Jumlah Guru Ideal
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan memperoleh hak pendapatan berupa gaji dan tunjangan dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai dengan level dan kelompok jabatan. ...
CoronaVac Kick-Off: It’s a Good Start
CoronaVac, vaksin besutan Sinovac, memangkas laju penularan Covid-19 sampai 65,3 persen dalam uji klinis di Bandung. Di Brazil, vaksin itu memotong 78 persen laju guliran pasien Covid-19 ke rumah saki...
Wujud Optimisme Investasi di 2021
Realisasi investasi pada 2021 ditargetkan mencapai Rp858,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan target realisasi 2020 sebanyak Rp817,2 triliun. ...
KIT Batang, Lokasi Pabrik Baterai Raksasa Dunia
LG Concortium akan menjadi investor terbesar sejak dua dekade terakhir. Jumlahnya cukup fantastis, sekitar Rp142 triliun. Mereka menggandeng konsorsium BUMN MIND ID untuk membangun pabrik baterai di K...