Bahasa | English


PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Kuota Gratis Mengundang Senyum Manis

1 December 2020, 21:00 WIB

Hasil survei Arus Survei Indonesia (ASI) mengungkapkan sebanyak 85,6 persen masyarakat menilai program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/mahasiswa.


Kuota Gratis Mengundang Senyum Manis Foto: ANTARA/Feny Selly/hp

Nada bangga meluncur dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Dalam sebuah temu media, ia bercerita saat pandemi Covid-19, ia telah berkunjung ke sejumlah daerah, utamanya daerah-daerah di wilayah timur Indonesia seperti Palu, Gianyar, dan Pulau Rote. Selain melihat kondisi sekolah ia juga menanyakan tentang bantuan pemerintah utamanya soal bantuan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh. “Bantuan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Nadiem saat konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/11/2020).

Urusan bantuan kuota ini memang sejarah. Selama ini belum pernah pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan kuota data internet sebesar itu. Nadiem juga tak berlebihan. Berdasar survei Arus Survei Indonesia (ASI) yang dilakukan sejak 7 hingga 11 Oktober 2020 menunjukkan 84,7 persen masyarakat menilai bantuan kuota gratis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan langkah yang tepat. "Sebanyak 13,7 persen menyatakan tidak, sedangkan sisanya 1,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an akhir Oktober lalu.

Dalam survei itu juga terlihat, sebanyak 85,6 persen publik menilai program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/mahasiswa dalam membeli paket internet. Sebanyak 13,6 persen mengaku tidak meringankan dan 0,8 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Hasil lain dari survei itu mengungkap sebanyak 63,2 persen publik mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud RI dalam menyalurkan bantuan kuota internet. Sementara 32,1 persen mengaku tidak puas dan 4,7 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Sejak September lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama memutuskan untuk memberi bantuan kuota bagi siswa, mahasiswa, tenaga pendidik (guru dan dosen). Penyaluran kuota data internet dilakukan selama empat bulan dari September sampai dengan Desember 2020. Bantuan kuota internet terbagi menjadi dua: kuota belajar dan kuota umum. Kuota umum dimaksud adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan kuota belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Paket kuota diberikan untuk jenjang pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi. Paket kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan

Sementara paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan. Rinciannya 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Sedangkan paket kuota internet untuk dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. Bantuan kuota itu, menurut Nadiem, merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bantuan dengan anggaran senilai Rp5,5 triliun itu sudah dirasakan manfaatnya oleh 35,5 juta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen di seluruh Indonesia.

Menurut Nadiem, keterbatasan paket data internet bagi pendidik dan peserta didik selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama pembelajaran jarak jauh. Padahal kuota internet sudah jadi kebutuhan primer guna menunjang kegiatan belajar mengajar jarak jauh di masa pandemi kali ini. "Ini menjawab sense of crisis di tengah wabah dan benar-benar meringankan beban ekonomi orang tua pelajar," ujar Nadiem.

Seperti hasil survei itu yang terpenting, masyarakat menganggap kebijakan kuota gratis ini merupakan langkah yang tepat dan membantu meringankan beban ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

 

 

Penulis: Fajar Wahyu Hermawan
Editor: Elvira Inda Sari

Kemendikbud
kuota gratis
Kuota internet
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim
sekolah daring
sekolah pandemi
Narasi Terpopuler
Madrasah hingga Pesawat R80 Dibiayai Sukuk Negara
Surat berharga syariah negara atau sukuk negara pada 2020 telah membiayai 630 proyek infrastruktur dari delapan kementerian/lembaga yang tersebar di 34 provinsi. ...
Hari-Hari Waspada-Siaga Cuaca Ekstrem
Hujan ekstrem membuat Kalimantan Selatan tergenang banjir. Sampai 24 Januari, sejumlah unsur cuaca saling berkelindan mendorong tumbuhnya awan supersel yang berpotensi membawa hujan ekstrem.  &nb...
Layanan Pizza Jenderal Listyo Sigit
Komjen Listyo Sigit lulus fit and proper DPR. Ia menjanjikan adanya transformasi di Polri. Ia menggambarkan transformasi itu sebagai lembaga kepolisian yang mudah diakses ketika masyarakat membutuhkan...
Manufaktur Diyakini Bangkit Pascavaksinasi
Bank Indonesia kembali merilis laporan Prompt Manuafacturing Index (PMI-BI). Dalam laporannya, BI memproyeksikan, sektor manufaktur pada kuartal I/2021 berada di zona ekspansi, tepatnya berada di angk...
Perdagangan Indonesia Rekor Surplus Tertinggi sejak 2011
Warga bangsa ini patut bersyukur atas kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020. Di bawah tekanan pandemi Covid-19, kinerja perdagangan tetap mencatat surplus USD21,74 miliar. ...
Perpres 7/2021, Usung Edukasi dan Cara Kreatif Hadapi Ekstremisme
Perpres 7/2021 akan lebih banyak pada kegiatan edukasi dan kreatif untuk bergulirnya kontranarasi atas ekstremisme.  Hanya unsur masyarakat sipil yang dilibatkan, TNI-Polri tidak. ...
Pelabuhan Peti Kemas di Ujung Timur
Sebuah pelabuhan peti kemas akan beroperasi di distrik Depapre, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Pelabuhan tersebut akan melayani tol laut wilayah paling timur. ...
Guncangan Lindu di Jalur Majene-Mamuju
Gempa di Mamuju dan Majene Sulbar merenggut korban 46 jiwa. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus berwawasan mitigasi bencana. ...
Menuju Jumlah Guru Ideal
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan memperoleh hak pendapatan berupa gaji dan tunjangan dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai dengan level dan kelompok jabatan. ...
CoronaVac Kick-Off: It’s a Good Start
CoronaVac, vaksin besutan Sinovac, memangkas laju penularan Covid-19 sampai 65,3 persen dalam uji klinis di Bandung. Di Brazil, vaksin itu memotong 78 persen laju guliran pasien Covid-19 ke rumah saki...