Bahasa | English


PENJAMINAN KREDIT

Korporasi Padat Karya pun Bernapas lagi

31 July 2020, 09:20 WIB

Fasilitas penjaminan kredit ini mampu mendorong sektor swasta menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, melengkapi dorongan dari belanja pemerintah.


Korporasi Padat Karya pun Bernapas lagi Sektor industri kecil menengah amat terbantu dengan fasilitas penjaminan kredit modal kerja. Foto: ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi

Musim pandemi Covid-19 dalam empat bulan terakhir adalah masa suram bagi dunia usaha. Seluruh sektor perekonomian mengalami kelesuan bahkan anjlok perfomanya di beberapa sektor seperti ritel, perhotelan, makanan/minuman, hiburan, barang elektronik, dan transportasi.

Tengok saja Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) yang dirilis Senin (13/7/2020), SKDU mengindikasikan adanya penurunan dalam pada kuartal II 2020.

Bank Indonesia mencatat, hal itu tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar -35,75 persen pada kuartal II 2020, terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan -5,56 persen pada kuartal I 2020.

Tingkat penurunan kegiatan dunia usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi. Penurunan terdalam pada sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor jasa-jasa. Mereka menderita penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat Covid-19.

Seturut dengan penurunan kegiatan dunia usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada kuartal II-2020 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjarnako, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha juga menunjukkan penurunan pada triwulan II-2020, dengan akses terhadap kredit perbankan yang lebih sulit.

Namun di kuartal III 2020, responden memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat. Peningkatan didukung oleh perbaikan seluruh sektor, dengan SBT sebesar 0,52 persen. Peningkatan kegiatan dunia usaha diperkirakan dari sektor pertambangan dan penggalian serta sektor jasa.

Responden juga menilai peningkatan pada sektor pertambangan dan penggalian seiring dengan iklim cuaca yang mendukung.  Selain itu, permintaan dari luar yang diperkirakan mulai meningkat pada kuartal III dan IV.

Sementara itu, peningkatan pada sektor jasa terutama pada administrasi pemerintahan didorong oleh berbagai program pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2020 mengumumkan  perekonomian Indonesia triwulan I 2020 hanya tumbuh sebesar 2,97 persen (year on year), melambat dibanding capaian triwulan I-2019 yang sebesar 5,07 persen.

Konsumsi selama periode itu tertolong oleh pertumbuhan tertinggi yang dicapai belanja pemerintah sebesar 3,74 persen. Sektor telekomunikasi dinilai juga tumbuh positif pada paruh awal 2020 ini.

Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin tentu tidak bisa diam menyikapi kondisi suram seperti ini. Setelah menerbitkan paket kebijakan kesehatan, stimulus ekonomi, hingga jaring pengaman sosial dalam menangani pandemi Covid-19, sejak Juni 2020, pemerintah mulai menerapkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Keluarnya kebijakan ini seiring dengan masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan menerapkan pelonggaran aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan ketat. Artinya, masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan aman dan tetap produktif.

Untuk mendongkrak sektor usaha nasional, khususnya kelompok korporasi untuk mengimbangi stimulus belanja pemerintah, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan memberikan penjaminan kredit modal kerja korporasi untuk 15 bank nasional maupun multinasional.

Hal tersebut diutarakan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto saat Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman untuk Program Penjaminan Pemerintah kepada Korporasi Padat Karya dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menerangkan, pemerintah akan menjamin 60 persen dari kredit korporasi. Porsi lebih besar, yakni 80 persen, diberikan kepada sektor prioritas seperti pariwisata, otomotif, tekstil dan alas kaki, furnitur, kayu olahan, produk kertas, serta industri padat karya lainnya yang terkena dampak terparah pandemi Covid-19, namun memiliki efek berganda tinggi bagi ekonomi nasional.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43/2019 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16/2020, fasilitas penjaminan kredit modal kerja korporasi ditujukan kepada pelaku usaha korporasi yang memiliki usaha berorientasi ekspor dan/atau padat karya yang memiliki minimal 300 karyawan.

Pelaku usaha korporasi yang dijamin tidak termasuk kategori BUMN dan UMKM, dan tidak termasuk dalam daftar kasus hukum dan/atau tuntutan kepailitan serta memiliki performing loan lancar sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Adapun, besaran kredit modal kerja yang dijamin pemerintah adalah di atas Rp10 miliar hingga Rp1 triliun. Skema penjaminan direncanakan berlangsung sampai akhir 2021 dan diharapkan dapat menjamin total kredit modal kerja yang disalurkan perbankan sampai Rp100 triliun.

Penjaminan dilakukan melalui dua Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Keduanya adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai penjamin dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai pelaksana dukungan loss limit atas penjaminan pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, sebetulnya, LPEI desainnya hanya untuk industri export-oriented tapi sekarang diperluas bagi industri substitusi impor agar bisa memberikan dampak positif buat ekonomi nasional.

Di sisi lain, PII yang biasanya sebagai penjamin proyek infrastruktur juga didesain ulang agar bisa menjadi second layer dari guarantee atau loss limit atas penjaminan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berharap, penjaminan kredit korporasi oleh pemerintah tidak hanya akan membantu dunia usaha untuk kembali bangkit. Melalui skema ini, kinerja perbankan dalam menggerakkan ekonomi pun bisa semakin lancar.

Senada dengan Wimboh, Menko Airlangga berharap, fasilitas penjaminan kredit ini mampu mendorong sektor swasta menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional, melengkapi dorongan dari belanja pemerintah.

“Jika ini bergulir dengan baik, momentum pemulihan ekonomi nasional pada 2021 bisa tercapai, bahkan bisa ditingkatkan terus di tahun-tahun selanjutnya.”

Inilah yang menjadi harapan pemerintah dengan lahirnya kebijakan fasilitas penjaminan kredit modal kerja bagi korporasi memberikan daya ungkit ekonomi nasional di masa transisi adaptasi kebiasaan baru, terutama bagi korporasi padat karya dan sektor UMKM.

 

 

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Editor: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Bank Indonesia (BI)
Bank Nasional
Covid-19
Dampak Covid-19
Korporasi Padat Karya
LawanCovid19
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Padat Karya
Pandemi
Pandemi Covid-19
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Penjaminan Kredit
Penjaminan Kredit
Narasi Terpopuler
Membangun Kemajuan dari Kampung Adat
Senantiasa menjaga komitmen terhadap eksistensi masyarakat adat, Jayapura tak hanya mengembalikan struktur masyarakat. Pemerintah setempat juga melibatkan masyarakat adat dalam pengelolaan pembangunan...
Melanjutkan Sejuta Rumah untuk Semua
Tahun 2021, sebanyak 9.705 unit rusun dan 114.900 unit rumah swadaya siap dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia. ...
Menggenjot Ekonomi di Jalur Perbatasan
Inpres nomor 1 tahun 2021 mendorong pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Aruk (Kalbar), Motaain (NTT), dan Skouw (Papua) menjadi gerbang ekonomi. ...
Pengoperasian Tol Laut Merauke-Jayapura via Fakfak
Tol laut jalur paling timur Indonesia mulai bergerak. Kapal Lognus 2 milik PT Pelni bergerak membawa 21 kontainer melayari lima pelabuhan penting di Provinsi Papua dan Papua Barat. ...
Remaja Sehat Bebas Anemia
Remaja menjadi sasaran Hari Gizi Nasional karena permasalahan kesehatan dan gizi remaja akan memengaruhi kualitas hidup pada usia produktif dan usia selanjutnya. ...
Angkatan Kerja Produktif Melimpah
Dari hasil Sensus Penduduk 2020, mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dan milenial di atas 50 persen. Bonus demografi melimpah. ...
Madrasah hingga Pesawat R80 Dibiayai Sukuk Negara
Surat berharga syariah negara atau sukuk negara pada 2020 telah membiayai 630 proyek infrastruktur dari delapan kementerian/lembaga yang tersebar di 34 provinsi. ...
Hari-Hari Waspada-Siaga Cuaca Ekstrem
Hujan ekstrem membuat Kalimantan Selatan tergenang banjir. Sampai 24 Januari, sejumlah unsur cuaca saling berkelindan mendorong tumbuhnya awan supersel yang berpotensi membawa hujan ekstrem.  &nb...
Layanan Pizza Jenderal Listyo Sigit
Komjen Listyo Sigit lulus fit and proper DPR. Ia menjanjikan adanya transformasi di Polri. Ia menggambarkan transformasi itu sebagai lembaga kepolisian yang mudah diakses ketika masyarakat membutuhkan...
Manufaktur Diyakini Bangkit Pascavaksinasi
Bank Indonesia kembali merilis laporan Prompt Manuafacturing Index (PMI-BI). Dalam laporannya, BI memproyeksikan, sektor manufaktur pada kuartal I/2021 berada di zona ekspansi, tepatnya berada di angk...