Bahasa | English


PANDEMI COVID-19

Kamar Hotel untuk Pasien Isolasi

23 September 2020, 07:34 WIB

Pemerintah menganggarkan Rp3,5 triliun untuk penyewaan hotel sebagai tempat isolasi gratis bagi orang tanpa gejala (OTG) atau mereka dengan keluhan ringan.


Kamar Hotel untuk Pasien Isolasi Anggota TNI mengoperasikan mobil gunners spraying saat penyemprotan cairan disinfektan di hotel yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19, di Hotel Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (14/9/2020). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Wabah Covid-19 tak kunjung memberikan sinyal melandai. Kurva kasus positif terus menanjak. Hingga Senin (21/9/2020), kasus positif sudah menembus ke angka 248.852, yang meninggal dunia ada 9.677 atau bertambah sebanyak 229 korban dalam dua hari, dan pasien sembuh 180.797 orang.

Bahkan pertambahan kasus pada Senin ini juga merupakan yang tertinggi sejak temuan kasus pertama di tanah air pada awal Maret 2020, yakni sebanyak 4.176. Alhasil ada kekhawatiran, amukan pandemi itu akan menyebabkan kekurangan ketersediaan ruang perawatan bagi pasien Covid-19. Kendati di sisi lain, pemerintah terus berupaya menambah ketersediaan tempat rawat, termasuk memanfaatkan wisma atlet dan hotel-hotel.

Dalam rapat pleno rutin mingguan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada Jumat (8/9/2020), salah satu isu yang dibahas ialah langkah antisipasi menghadapi lonjakan kebutuhan tempat tidur isolasi, selain pelaksanaan koordinasi dan monitoring program penanganan Covid-19 di sembilan provinsi prioritas.

Khusus penanganan ke sembilan provinsi prioritas itu, pemerintah pun telah menunjukkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan ikut menangani masalah pandemi. Luhut mendapat tugas khusus untuk menekan penyebaran Covid-19 di 9 provinsi. Sembilan provinsi itu ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua. Untuk menangani masalah itu, Luhut berduet dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Berkaitan dengan semakin bertambahnya korban pandemi, pemerintah pun sudah mengantisipasinya dengan pelbagai kebijakan. Pertama, melaksanakan relaksasi kapasitas rumah sakit selain tetap melakukan monitoring kapasitas tempat tidur isolasi. Kedua, juga tetap melakukan monitoring fasilitas ICU dan berupaya menurunkan bed occupancy ratio (BOR).

Berkaitan dengan ketersediaan fasilitas itu, dalam rapat pleno rutin mingguan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada Jumat (8/9/2020) telah memutuskan untuk dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU di RS rujukan dan nonrujukan.

Selain itu, pemerintah menyiapkan fasilitas flat isolasi mandiri di Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran. Pemerintah juga akan memanfaatkan hotel bintang 2 dan 3 sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Khusus masalah itu, rapat itu juga meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama untuk mengkoordinasikannya.

Hingga Jumat (8/9/2020), merujuk data di Kementerian Koordinator Perekonomian, tingkat keterisian tempat tidur isolasi ICU pada RS Rujukan di DKI Jakarta dan Bali sudah melebihi 50% dari kapasitas total yang tersedia. Bahkan, laporan itu juga menyebutkan, Provinsi Bali perlu mendapat perhatian khusus, sebab BOR-nya tinggi, meski case fatality rate (CFR) di bawah nasional. Per 17 September 2020, BOR nasional 38,54% dan CFR nasional 3,96.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun memberikan wanti-wanti khususnya mengenai peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU. “Perlu tetap dilakukan, untuk mengantisipasi keterpakaian tempat tidur (BOR) yang tinggi, melalui relaksasi kapasitas RS (oleh Kemenkes), dan kebijakan pemanfaatan hotel bintang 2 dan 3 untuk tempat isolasi (kerja sama Kemenkes dan Kemenparekraf).”

Dari gambaran yang disampaikan, ketersediaan bed rawat bagi pasien yang berencana melakukan isolasi memang tidak perlu dikhawatirkan. Di DKI Jakarta per 17 September 2020, misalnya, tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU pada RS Rujukan di DKI Jakarta telah turun menjadi 58%.

Namun, langkah-langkah penyiapkan tempat bed rawat tambahan bagi pasien Covid-19 dengan keluhan ringan terus dilakukan, dengan memanfaatkan tempat tidur di hotel bintang 2 dan 3. Untuk keperluan itu, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran untuk penyewaan hotel, dan alokasi itu telah disertakan dalam tambahan anggaran Rp3,5 triliun untuk BNPB.

Rencana pemerintah memberikan fasilitas isolasi gratis bagi penderita Covid-19 tanpa gejala atau yang dengan keluhan ringan. Terutama di wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari sisi ketersediaan tempat tidur.

 

Kamar Memadai

Sebagai gambaran, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kamar hotel berbintang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada 2015, misalnya, jumlah kamar hotel berbintang sudah mencapai 217.474 kamar, 2016 ada 233.007 kamar, 2017 naik ke 290.000 kamar, 2018 ada 325.000 kamar, dan 2019 telah mencapai 350.000 kamar.

Dalam rangka menambah ketersediaan fasilitas tempat tidur mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19 terutama pasien orang tanpa gejala (OTG), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan ada 24 hotel anggota asosiasi yang berminat.

Bagi pelaku usaha perhotelan yang menjalin kerja sama, konsekuensinya mereka tidak bisa dikunjungi tamu regular. Artinya ketika mereka sudah bekerja sama, hotel tersebut benar-benar untuk merawat pasien penderita Covid-19 terutama pasien OTG dan dengan keluhan ringan, yang mau melakukan isolasi mandiri. Mereka menikmati fasilitas itu gratis tanpa dipungut biaya.

Ada kebutuhan untuk menambah ketersediaan fasilitas tempat tidur terutama di sembilan provinsi yang masuk skala prioritas melalui kerja sama dengan pelaku usaha perhotelan juga terkonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan fasilitas hotel bintang 2 dan 3 untuk isolasi orang tanpa gejala. Kini terdapat 10—15 hotel di Jakarta yang telah digandeng dengan kapasitas 1.500 kamar atau sebanyak 3.000 orang.

“Ini bekerja sama dengan jaringan Grup Accor seperti Novotel, Ibis, dan lain-lain maupun Tauzia seperti Harris dan sebagainya. Jumlah hotel ini dapat ditambah menjadi 15 sampai 30 hotel jika diperlukan,” ujar Terawan, seraya menambahkan hotel mitra tersebut juga siap membantu pemerintah apabila isolasi di luar Jakarta diperlukan.

Di sisi lain, pola kerja sama itu juga memberikan nafas bisnis bagi kalangan industri perhotelan di tengah okupansi yang turun selama pandemi. Harapannya, dipilihnya hotel bisa menjadi alternatif untuk mencegah penyebaran wabah yang lebih luas.

Tentu, kesediaan swasta untuk ikut membantu pemerintah terutama menyediakan fasilitas tempat tidur bagi pasien OTG patut diapreasiasi. Pasalnya hingga sampai ditemukan vaksin, masa wabah pandemi ini benar-benar memasuki masa serius terutama periode September-Desember.

 

 

 

Penulis: Firman Hidranto
Editor: Putut Tri Husodo/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

RS Darurat Covid-19
BNPB
Cegah Covid-19
Corona
Covid-19
Dampak Covid-19
Dampak Pandemi
Diagnosis Covid-19
Gugus Tugas Nasional Covid-19
isolasi
Jenazah Covid-19
Kamar Hotel
LawanCovid19
Menko Perekonomian
Menteri Kesehatan
Obat Covid-19
Pandemi
Pandemi Covid-19
Pemeriksaan Covid-19
Penanganan Covid-19
Penanggulangan Covid-19
PHRI
Positif Covid-19
protokol utama untuk penanganan kasus penyebaran virus corona
Satgas Penanganan Covid-19
Vaksin Covid-19
Narasi Terpopuler
Layanan Pizza Jenderal Listyo Sigit
Komjen Listyo Sigit lulus fit and proper DPR. Ia menjanjikan adanya transformasi di Polri. Ia menggambarkan transformasi itu sebagai lembaga kepolisian yang mudah diakses ketika masyarakat membutuhkan...
Manufaktur Diyakini Bangkit Pascavaksinasi
Bank Indonesia kembali merilis laporan Prompt Manuafacturing Index (PMI-BI). Dalam laporannya, BI memproyeksikan, sektor manufaktur pada kuartal I/2021 berada di zona ekspansi, tepatnya berada di angk...
Perdagangan Indonesia Rekor Surplus Tertinggi sejak 2011
Warga bangsa ini patut bersyukur atas kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020. Di bawah tekanan pandemi Covid-19, kinerja perdagangan tetap mencatat surplus USD21,74 miliar. ...
Perpres 7/2021, Usung Edukasi dan Cara Kreatif Hadapi Ekstremisme
Perpres 7/2021 akan lebih banyak pada kegiatan edukasi dan kreatif untuk bergulirnya kontranarasi atas ekstremisme.  Hanya unsur masyarakat sipil yang dilibatkan, TNI-Polri tidak. ...
Pelabuhan Peti Kemas di Ujung Timur
Sebuah pelabuhan peti kemas akan beroperasi di distrik Depapre, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Pelabuhan tersebut akan melayani tol laut wilayah paling timur. ...
Guncangan Lindu di Jalur Majene-Mamuju
Gempa di Mamuju dan Majene Sulbar merenggut korban 46 jiwa. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus berwawasan mitigasi bencana. ...
Menuju Jumlah Guru Ideal
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan memperoleh hak pendapatan berupa gaji dan tunjangan dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai dengan level dan kelompok jabatan. ...
CoronaVac Kick-Off: It’s a Good Start
CoronaVac, vaksin besutan Sinovac, memangkas laju penularan Covid-19 sampai 65,3 persen dalam uji klinis di Bandung. Di Brazil, vaksin itu memotong 78 persen laju guliran pasien Covid-19 ke rumah saki...
Wujud Optimisme Investasi di 2021
Realisasi investasi pada 2021 ditargetkan mencapai Rp858,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan target realisasi 2020 sebanyak Rp817,2 triliun. ...
KIT Batang, Lokasi Pabrik Baterai Raksasa Dunia
LG Concortium akan menjadi investor terbesar sejak dua dekade terakhir. Jumlahnya cukup fantastis, sekitar Rp142 triliun. Mereka menggandeng konsorsium BUMN MIND ID untuk membangun pabrik baterai di K...