Bahasa | English


MAKRO EKONOMI

Geliat di Jalur Pemulihan

15 November 2020, 11:03 WIB

Menko Airlangga menyebut apa yang dilakukan pemerintah, sudah berada pada jalur yang benar, atau on the right track.


Geliat di Jalur Pemulihan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pidato kunci dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2020 di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/10/2020). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

“Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit.” Demikian semboyan yang bergema di mana-mana dan dianggap sebagai mantera yang sesuai di tengah suasana pandemi. Maka, upaya pemerintah menyegerakan pengadaan vaksin bisa dimaknai pula sebagai ikhtiar untuk membuat vaksinasi sebagai tindakan untuk mengungkit pemulihan ekonomi.

Kepastian akan pengadaan vaksin itu sendiri bisa menjadi katalis untuk mengakselerasi kinerja ekonomi ke depan. Dalam konteksi ini, proses uji klinis vaksin pun menjadi penting untuk mendorong sentimen positif akan program vaksinasi nanti.

Uji klinis tahap 3 vaksin Sinovac, yang dilaksanakan tim dari Fakultas Kedokteran Unpad, Bandung, telah memasuki babak pemantauan hasil efektivitas dan kemanjurannya. Sebanyak 1.620 relawan telah menjalani dua kali penyuntikan sesuai dosis. Hasil sementara menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Harapannya, pada tahap monitoring ini akan muncul bukti bahwa vaksin tersebut efektif, dalam arti bisa menginduksi tubuh relawan menghasilkan antibodi untuk melawan Covid-19. Pada ujungnya, tentu diharapkan pula vaksin itu cukup manjur dan mampu melindungi para relawan.

Hasil uji klinis itu diharap turut mendorong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengeluarkan izin edar vaksin yang diperlukan masyarakat. Dengan begitu, pada pekan awal Desember, progres vaksin akan lebih signifikan sebelum tutup tahun. Rencananya, imunisasi akan mulai dilakukan pada awal 2021 dengan menargetkan kelompok usia 18 hingga 59 tahun.  

Di sisi lain, pemerintah juga perlu mempercepat kesiapan sejumlah instrumen pendukung pengadaan vaksin, utamanya payung hukum. Keberadaan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 sangat vital dalam rangka mengakomodasi peta jalan pengadaan vaksin.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), menegaskan bahwa upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi senantiasa dilakukan dengan saling mendukung. Kedua aspek kebijakan itu pun telah berhasil direalisasikan dengan seimbang.

“Apa yang dilakukan Pemerintah, seluruhnya sudah berada pada jalur yang benar, atau on the right track. Kita melihat baik penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi dilakukan dengan gas dan rem yang seimbang,” ujarnya dalam Dialog KPCPEN di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Khusus realisasi program pemulihan ekonomi nasional, hingga 2 November 2020 proses realisasi program PEN sudah mencapai Rp366,86 triliun atau 52,8 persen dari total anggaran yang disiapkan, yakni sebesar Rp695,2 triliun.

Ketua Satgas PEN KPCPEN Budi Gunadi Sadikin, pada konferensi pers yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2020), berharap dapat memaksimalkan penyaluran Program PEN pada kuartal IV 2020, untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat dan sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami berharap bahwa sisa anggaran PEN bisa kita serap semua. Minimal Rp100 triliun bisa kita salurkan di kuartal IV 2020,” jelas Budi Gunadi.

Penyaluran program PEN terbesar berasal dari klaster perlindungan sosial yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp203,9 triliun dan telah terealisasi Rp176,38 triliun atau tersalurkan 86,51 persen dari total anggaran.

 

Semakin Baik

Program-program perlindungan sosial dari bulan ke bulan terus terpenetrasi dengan semakin baik. Program-program yang termasuk klaster perlindungan sosial antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bansos tunai non-Jabodetabek, bansos sembako Jabodetabek, logistik/pangan/ sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dana desa, dan diskon listrik.

Selanjutnya, bagaimana dengan makro ekonomi Indonesia? Harus diakui, dampak pandemi Covid-19 telah menggiring Indonesia ke situasi ekonomi yang sulit. Namun, sejumlah upaya pemulihan telah mulai menampakkan hasilnya. Indikator itu terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Kamis (5/11/2020), diumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terkoreksi 3,49% secara tahunan pada periode kuartal III/2020. Namun, secara statistik, data ekonomi sepanjang kuartal III telah menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Artinya, proses pemulihan aktivitas ekonomi berjalan positif.

Masih menurut BPS, perekonomian Indonesia selama triwulan III/2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami peningkatan 5,05 persen (q-to-q). Laporan BPS itu juga dibenarkan oleh Airlangga Hartarto.

Menurutnya, pertumbuhan perekonomian pada triwulan III 2020 mengalami perbaikan menjadi 3,49 persen atau secara triwulan ke triwuan mengalami kenaikan sebesar 5,05%. Pihaknya menyatakan bahwa rock bottom perekonomian telah terlewati.

“Pengungkitnya adalah pertanian, selalu positif, tetapi pengungkit terbesar karena kontribusi terhadap PDB nya 19,86% sektor industri,” ujar Airlangga.

Bahkan, kinerja manufaktur misalnya, mulai membaik. Indeks manufaktur Indonesia pada Oktober 2020 tercatat sebesar 47,8 atau lebih tinggi dari September 2020 yang sebesar 47,2.

Sementara itu, kinerja investasi dalam tiga kuartal tahun ini juga lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi masyarakat pun mulai menunjukkan gejala peningkatan, kendati masih cenderung lemah. Gelagat itu terlihat dari data indeks harga konsumen (IHK) yang kembali mencatatkan inflasi untuk pertama kalinya pada Oktober setelah dalam tiga bulan berturut-turut deflasi.

Meski demikian, konsumsi rumah tangga pada kuartal III masih mengalami kontraksi 4%. Namun, capaian ini setidaknya lebih baik dibandingkan dengan posisi pada kuartal II yang tercatat koreksi 5,5% secara tahunan (year on year). Konsumsi rumah tangga memang masih sangat terbatas hingga kuartal ketiga tahun ini. Kondisi itu disebabkan oleh tingkat penyebaran Covid-19 sedang berada pada puncaknya periode Juli—September.

Kita berharap, pengendalian kasus Covid-19 terus ditingkatkan dan berjalan efektif agar merangsang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun ini. Diyakini, konsumsi rumah tangga bakal menjadi pendorong utama perekonomian pada periode Oktober— Desember 2020, dan memang kepastian pengadaan vaksin Covid-19 menjadi kunci bagi perbaikan ekonomi Indonesia untuk segera bangkit.

 

 

Penulis: Firman Hidranto
Editor: Putut Tri Husodo/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Badan Pusat Statistik (BPS)
BPS
Covid-19
Ekonomi
LawanCovid19
Pandemi Covid-19
pemulihan ekonomi
Narasi Terpopuler
Madrasah hingga Pesawat R80 Dibiayai Sukuk Negara
Surat berharga syariah negara atau sukuk negara pada 2020 telah membiayai 630 proyek infrastruktur dari delapan kementerian/lembaga yang tersebar di 34 provinsi. ...
Hari-Hari Waspada-Siaga Cuaca Ekstrem
Hujan ekstrem membuat Kalimantan Selatan tergenang banjir. Sampai 24 Januari, sejumlah unsur cuaca saling berkelindan mendorong tumbuhnya awan supersel yang berpotensi membawa hujan ekstrem.  &nb...
Layanan Pizza Jenderal Listyo Sigit
Komjen Listyo Sigit lulus fit and proper DPR. Ia menjanjikan adanya transformasi di Polri. Ia menggambarkan transformasi itu sebagai lembaga kepolisian yang mudah diakses ketika masyarakat membutuhkan...
Manufaktur Diyakini Bangkit Pascavaksinasi
Bank Indonesia kembali merilis laporan Prompt Manuafacturing Index (PMI-BI). Dalam laporannya, BI memproyeksikan, sektor manufaktur pada kuartal I/2021 berada di zona ekspansi, tepatnya berada di angk...
Perdagangan Indonesia Rekor Surplus Tertinggi sejak 2011
Warga bangsa ini patut bersyukur atas kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020. Di bawah tekanan pandemi Covid-19, kinerja perdagangan tetap mencatat surplus USD21,74 miliar. ...
Perpres 7/2021, Usung Edukasi dan Cara Kreatif Hadapi Ekstremisme
Perpres 7/2021 akan lebih banyak pada kegiatan edukasi dan kreatif untuk bergulirnya kontranarasi atas ekstremisme.  Hanya unsur masyarakat sipil yang dilibatkan, TNI-Polri tidak. ...
Pelabuhan Peti Kemas di Ujung Timur
Sebuah pelabuhan peti kemas akan beroperasi di distrik Depapre, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Pelabuhan tersebut akan melayani tol laut wilayah paling timur. ...
Guncangan Lindu di Jalur Majene-Mamuju
Gempa di Mamuju dan Majene Sulbar merenggut korban 46 jiwa. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus berwawasan mitigasi bencana. ...
Menuju Jumlah Guru Ideal
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan memperoleh hak pendapatan berupa gaji dan tunjangan dengan besaran yang sama seperti PNS sesuai dengan level dan kelompok jabatan. ...
CoronaVac Kick-Off: It’s a Good Start
CoronaVac, vaksin besutan Sinovac, memangkas laju penularan Covid-19 sampai 65,3 persen dalam uji klinis di Bandung. Di Brazil, vaksin itu memotong 78 persen laju guliran pasien Covid-19 ke rumah saki...