Bahasa | English


COVID-19

PeduliLindungi, Detektif Digital Pelacak Virus

25 April 2020, 09:36 WIB

Melalui aplikasi pelacakan dan pencegahan penyebaran virus corona, selain Anda bisa menghindari mereka yang terpapar, juga membantu menekan paparan virus SARS COV-2.


PeduliLindungi, Detektif Digital Pelacak Virus Warga mengakses aplikasi PeduliLindungi. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Indonesia akhirnya punya aplikasi detektif yang bisa melacak orang yang terpapar virus SARS COV-2 atau yang sering disebut corona. Aplikasi yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini berguna untuk menghambat penyebaran virus lebih luas.

Dalam surat keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 171 Tahun 2020 yang diteken Johnny G Plate tertanggal 6 April disebutkan, aplikasi ini berguna untuk penelusuran (tracing), pelacakan (tracking), dan pemberi peringatan. Jika selama ini pemerintah bergelut ke penanggulangan, dengan adanya aplikasi ini maka pencegahan penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Mengutip situs www.pedulilindungi.id, aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian. Gunanya, agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

PeduliLindungi menggunakan data yang diproduksi oleh gadget Anda dengan bluetooth aktif untuk merekam informasi yang dibutuhkan. Ketika ada gadget lain dalam radius bluetooth yang juga terdaftar di PeduliLindungi, akan terjadi pertukaran id anonim yang akan direkam oleh gadget masing-masing.

Selanjutnya, aplikasi ini akan mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Ini akan sangat membantu ketika orang tersebut tidak dapat mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa saja dia melakukan kontak.

PeduliLindungi mengklaim sangat memperhatikan kerahasiaan pribadi Anda. Data Anda disimpan aman dalam format terenkripsi dan tidak akan dibagikan kepada orang lain. Data Anda hanya akan diakses bila Anda dalam risiko tertular Covid-19 dan perlu segera dihubungi oleh petugas kesehatan.

"Smartphone yang sudah meng-install akan diberikan notifikasi saat yang bersangkutan berada di sekitar orang terpapar Covid-19 dan meminta menjauh tanpa tahu siapa yang terpapar sebagai aspek perlindungan data pribadi," kata Menteri Johnny.

Saat ini, aplikasi sudah bisa diundang di PlayStore dan AppStore. Sejak diluncurkan awal April ini, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informasi, aplikasi ini sudah diunduh 1.915.874 pengguna.

10 Langkah menggunakan aplikasi PeduliLindungi:

1. Buka Play Store lalu cari "PeduliLindungi" dan unduh.

2. Setelah proses unduh dan install selesai, buka aplikasi itu.

3. Di laman awal PeduliLindungi pilih menu "JADI PARTISIPAN".

4. Masukkan nomor ponsel dan nama lengkap lalu ketuk "KIRIM OTP".

5. Masukkan kode OTP yang dikirim via SMS lalu ketuk "VERIFIKASI".

6. PeduliLindungi lalu akan meminta persetujuan akses bluetooth, ponsel, dan lokasi (GPS)

7. Beri akses itu lalu ketuk "MENUJU BERANDA".

8. Di laman beranda, ketuk ikon share untuk mengajak teman dan keluarga berpartisipasi. Tautan download akan dikirimkan via SMS, WhatsApp, Twitter, atau email.

9. PeduliLindungi juga punya opsi hemat baterai via mode power saving.

10. Pastikan aplikasi PeduliLindungi selalu dalam keadaan terbuka agar aplikasi terus berfungsi.

 

 

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Aplikasi
Aplikasi PeduliLindungi
Covid-19
Dampak Covid-19
Diagnosis Covid-19
LawanCovid19
Obat Covid-19
PeduliLindungi
Layanan Terpopuler
Protokol bagi Penyelenggaraan Hajatan hingga Tempat Wisata
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan aturan normal baru bagi desa. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat desa yang produktif dan aman dari pen...
Yuk, Ikuti Panduan Pelaksanaan Kurban
Pengelola penjualan hewan kurban wajib memperhatikan kebersihan lokasi berjualan. Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan, baik petugasnya maupun hewannya. ...
Tata Cara Menumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Masa Adaptasi Normal Baru
Tahap awal, penumpang kereta bandara Soekarno-Hatta hanya akan mengisi 70 persen dari kapasitas kereta. ...
Aturan Baru demi Dorong Pemulihan Nasional
Dengan skema penjaminan ini, pemerintah mendorong penyaluran kredit dari perbankan kepada para pelaku UMKM. ...
Konsultasi Dokter di Aplikasi PeduliLindungi
Untuk mengakses layanan telemedicine Halodoc di aplikasi PeduliLindungi, pengguna bisa mengunduhnya melalui Google Play Store atau AppStore. ...
Paspor Hilang atau Rusak Kini Tidak Didenda
Paspor hilang atau rusak akibat banjir, gempa bumi, kebakaran, huru-hara dan bencana lainnya saat ini sudah tidak dikenakan denda. Namun ada ketentuan yang harus dipenuhi pemilik paspor. ...
Pelatihan Keterampilan dan Wirausaha untuk Usia 15-30 Tahun
Program ini terbuka bagi mereka yang putus sekolah, tidak memiliki pekerjaan, tengah belajar paket C, serta masyarakat kurang mampu. Tak banyak syarat yang diminta untuk mengikuti program ini. ...
Keringanan Uang Kuliah Mahasiswa
Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat regulasi keringanan pembayaran uang kuliah. Aturan ini berlaku untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan sw...
Panduan Belajar di Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
Aturan ini tak hanya mengatur pendidikan keagamaan yang tak berasrama tapi juga yang berasrama. ...
Ditjen Imigrasi Terapkan Layanan Berbasis Normal Baru
Sejumlah kebijakan baru diberlakukan untuk mengurus paspor. Salah satunya pembatasan jumlah pemohon pengurusan paspor di setiap kantor imigrasi. ...