Bahasa | English


ANTISIPASI WABAH

Mengenali dan Mencegah Demam Berdarah Dengue

19 March 2020, 05:00 WIB

Musim hujan adalah saat rawan wabah demam berdarah dengue (DBD). Kenali gejala dan tanda-tanda awal DBD agar tak salah membedakan dengan demam biasa.


Mengenali dan Mencegah Demam Berdarah Dengue Petugas Puskesmas Kebayoran Lama melakukan

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah kesehatan yang bersumber dari lingkungan. Orang cenderung tidak menata lingkungannya dan melakukan pembiaran atas sarang-sarang nyamuk. Upaya efektif memberantas dan mencegah persebaran DBD, sebagaimana  anjuran Kementerian Kesehatan adalah menetapkan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

Menghadirkan jumantik ke rumah diyakini sebagai upaya yang sangat efektif. Betapa tidak. Jika di setiap rumah ada satu juru pemantau jentik, maka artinya ada agent of change, mereka yang mengubah perilaku.

Selain bertugas memantau jentik nyamuk di sekeliling tempat tinggal, Jumantik juga bertugas memastikan berlangsungnya gerakan 3M+, yakni mengubur, menguras, menutup  tampungan air yang kerap menjadi sarang nyamuk. Lalu, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Jumantik juga bertugas menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau antinyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

DBD tidak hanya bisa berjangkit di musim hujan. Pada musim kemarau pun DBD berpotensi menyerang orang. Apalagi, Indonesia adalah negara endemi.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala dan tanda pada orang yang sakit dapat beragam mulai dari ringan hingga berat. Gejala DBD berat merupakan keadaan gawat darurat medis karena dapat mengancam jiwa hanya dalam beberapa jam saja.

 

Berikut gejala dan tanda-tanda awal DBD:

- demam panas

- muah, muntah

- muncul bintik-bintik merah

- nyeri, sakit pada mata, otot, sendi, dan tulang

- sakit kepala

 

Gejala dan tanda-tanda awal DBD ini umumnya berlangsung selama 2-7 hari. Gejala ini dapat diobati dengan pengobatan dari dokter.

Gejala dan tanda awal ini dapat berkembang menjadi DBD berat dengan sejumlah tanda. Tanda peringatan ini biasanya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam turun.

 

Berikut gejala dan tanda DBD parah:

- sakit perut

- muntah setidaknya 3x dalam 24 jam

- pendarahan dari hidung atau gusi

- muntah darah atau darah di tinja

- merasa lelah dan gelisah

 

Pada tahap DBD serupa ini, mesti ada penanganan medis di rumah sakit.

 

Penulis : Eri Sutrisno
Redaktur Bahasa : Ratna Nuraini

Demam Berdarah
Dengue
Layanan Terpopuler
Kenali Stunting, Cegah Sekarang Juga
Stunting pada anak dapat dicegah jika orang tua mengambil langkah-langkah penting dalam dua tahun pertama kehidupan seorang anak. Prioritas pencegahan dimulai saat ibu hamil, dengan menjaga kecukupan ...
Mengenali dan Mencegah Demam Berdarah Dengue
Musim hujan adalah saat rawan wabah demam berdarah dengue (DBD). Kenali gejala dan tanda-tanda awal DBD agar tak salah membedakan dengan demam biasa. ...
Menjaga Rahasia Pasien
Data pasien positif  corona mutan, baik kasus 1 dan 2, sempat beredar luas. Ada sejumlah aturan perlindungan hak privasi pasien. ...
Manfaat dan Ketentuan Izin Panel Surya Atap
Pemanfaatan energi surya untuk kelistrikan mandiri telah menjadi alternatif bagi masyarakat. Pemerintah memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) A...
Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diperlukan sebagai keabsahan sebuah bangunan terhadap lingkungan sekitar. Bangunan yang tidak dilengkapi IMB terancam dibongkar oleh pemerintah setempat. ...
Pedoman Kesehatan Hadapi Covid-19
Apa yang harus dilakukan masyarakat terkait kesehatan dalam upaya menghadapi Covid-19? ...
Kenali dan Cegah TBC
Pemerintah mengkampanyekan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030. Tujuannya, mencegah meluasnya penyebaran penyakit TBC di masyarakat. ...
Protokol Pintu Masuk Wilayah Indonesia (Bandara, Pelabuhan, PLBDN)
...
Protokol di Area dan Transportasi Publik
...
Protokol Area Institusi Pendidikan
...