Bahasa | English


APLIKASI

Aplikasi SIPUKAT Memetakan Kawasan Transmigrasi

31 December 2019, 11:03 WIB

Pada 11 Oktober 2019 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meluncurkan aplikasi SIPUKAT (Sistem Informasi Peta Terpadu Kawasan Transmigrasi).


Aplikasi SIPUKAT Memetakan Kawasan Transmigrasi Aplikasi SIPUKAT. Foto: SIPUKAT/Kemendesa

Lewat aplikasi ini Anda bisa mendapat informasi lengkap tentang daerah-daerah transmigrasi yang ada di Indonesia. Tak hanya itu saja, data seperti komoditi unggulan, profil kawasan, dan lokasi wisata juga disajikan lewat aplikasi ini.

Tujuan utama peluncuran SIPUKAT adalah untuk menciptakan informasi kawasan transmigrasi yang terintegrasi dengan basis Web GIS (Geographic Information System). Kemendesa juga berencana untuk membangun suatu basis data spasial bidang transmigrasi yang memuat data di dalam kawasan transmigrasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Cara penggunaan aplikasi ini sangat mudah. Anda hanya perlu masuk ke laman sipukat.kemendesa.go.id. Setelah itu tak perlu mengisi username atau password, tinggal masukkan saja captcha yang diminta ke dalam kolom yang telah disediakan. Begitu menekan tombol Login setelah mengisi kolom captcha, Anda akan mendapat tampilan peta Indonesia.

Anda bisa memilih tujuan transmigrasi seperti Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Daerah transmigrasi akan ditunjukkan dengan warna biru yang mengelilingi daerah tersebut. Klik salah satu kawasan transmigrasi dan Anda akan mendapatkan informasi seperti luas daerah, jumlah kepala keluarga, potensi kawasan, dan komoditas unggulan. Anda bisa mengakses SIPUKAT sebelum memutuskan tujuan transmigrasi.

Ada juga filter untuk menampilkan informasi Satuan Kawasan Pengembangan (SKP), Rencana Satuan Kawasan Pengembangan (RKSP), Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP), perwujudan ruang, dan lokasi wisata di bagian sebelah kanan atas. Klik salah satu filter yang Anda ingin tampilkan. Daerah di sekitar lokasi yang Anda klik tadi akan berubah warnanya.

Rencananya SIPUKAT akan diluncurkan di Play Store untuk memudahkan pengguna Android dalam mengakses aplikasi ini. Untuk sementara aplikasi ini hanya bisa dibuka lewat browser di alamat sipukat.kemendesa.go.id karena masih dalam tahap pengembangan. Aplikasi ini sangat memudahkan calon transmigran untuk mencari informasi lengkap seputar daerah tujuannya.

Berikut cara penggunaan SIPUKAT:

  1. Kunjungi situs sipukat.kemendesa.go.id.
  2. Masukkan captcha berupa deretan angka ke kolom yang telah disediakan.
  3. Klik Login.
  4. Akan muncul peta Indonesia, daerah bergaris tepi biru merupakan kawasan transmigrasi.
  5. Klik salah satu kawasan transmigrasi dan secara otomatis akan muncul informasi seputar daerah tersebut.
  6. Aktifkan filter dengan memencet ikon Google Earth di bagian kanan atas. Daerah di sekitar kawasan yang Anda klik tadi akan berubah warna.
Layanan
Layanan Terpopuler
Siapkan KK dan NIK, Prakerja Gelombang 9 Resmi Dibuka
Bagi pendaftar yang belum lolos ke program kartu Prakerja pada gelombang-gelombang sebelumnya, ada harapan baru di gelombang 9. ...
Cara Dapatkan Bantuan Pemerintah untuk UKM
Calon penerima Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM) adalah mereka yang tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). ...
Bantuan Modal bagi Wirausaha Muda
Bantuan ini diperuntukkan bagi wirausaha muda yang bergerak di sektor industri kuliner, pariwisata, pendidikan, maupun industri kreatif. ...
Menjaga Penyaluran Tepat Sasaran
Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tetapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka bisa langsung menginformasikannya ke aparat desa. ...
Begini Cara Sekolah Menjaring Penerima Kuota Internet Gratis
Kemendikbud mendapat anggaran tambahan Rp7,2 triliun untuk subsidi kuota internet selama September-Desember 2020 guna mendukung penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). ...
Tata Cara Dapatkan Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Bantuan infrastruktur ekonomi kreatif tak hanya ditujukan bagi komunitas ekonomi kreatif, melainkan juga pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga desa, serta lembaga adat. ...
Kapan dan Bagaimana Tes Swab Dilakukan
Tes swab memiliki akurasi yang lebih tepat untuk mendeteksi infeksi akibat virus corona. Waktu yang dianjurkan untuk melakukan tes swab adalah dua hari setelah seseorang dalam kondisi tertentu menderi...
Tata Cara Pencairan Bantuan Pesantren Terdampak Covid-19
Yang terpenting, petugas pencairan bantuan tersebut harus membawa Surat Pemberitahuan dari Kementerian Agama bahwa pesantren miliknya adalah penerima bantuan di masa Covid-19. ...
Satu Akun untuk Pantau Pergerakan Limbah B3
Aplikasi Festronik 2020 merupakan aplikasi yang terus dimutakhirkan agar limbah B3 yang diangkut sampai kepada pengelola akhir terdeteksi dengan baik ...
Kiat Menghindari Wabah di Kantor
Munculnya klaster perkantoran dapat berasal dari pemukiman atau bahkan dalam perjalanan menuju kantor. ...