Bahasa | English


Infopublik.id
Cara Bayar Tilang

Tiga Cara Bayar Tilang

7 January 2019, 19:42 WIB

Terkena tilang pada saat mengemudi kendaraan memang terkadang tidaklah menyenangkan. Itu adalah konsekuensi yang harus diterima masyarakat, jika terbukti melanggar aturan lalu lintas yang berlaku.

 


Tiga Cara Bayar Tilang Ilustrasi. Sumber foto: Shutterstock

Ketika seorang pengemudi terkena tilang maka surat-surat kelengkapan yang harus dibawa saat mengemudi kendaraan akan diambil Polisi. Sebagai jaminan sementara pengemudi yang terkena sanksi tilang membayar sejumlah uang untuk menebusnya.

Pengemudi roda dua dan empat yang terkena sanksi tilang, diwajibkan membayar sejumlah uang sesuai dengan pelanggarannya. Setelah mendapatkan surat tilang yang berasal dari petugas kepolisian yang mencantumkan kesalahan dan jumlah uang harus dibayarkan pengemudi.

Dilansir dari poster MPP Kota Bekasi, pada Rabu (26/12/2018) menjelaskan, bagi pengemudi yang terkena tilang pemerintah telah memudahkan untuk membayar tilang dengan tiga cara antara lain transfer melalui bank, melalui anjungan tunai mandiri (ATM), dan transfer antar bank.

Cara membayar tilang:

Pertama, membayar tilang dengan transfer bank, pengemudi dapat datang ke bank yang ditunjuk oleh Polres terkait. Menuliskan nomor rekening yakni 01.39.01.000794.30.7 ke slip pembayaran di kasir bank beserta nilai nominal yang tertera dalam surat tilang. Setelah mendapatkan validasi oleh kasir, struk itu dapat di serahkan ke polres terkait untuk mengambil barang sitaan.

Kedua, membayar melalui ATM bank yang ditunjuk oleh polres terkait. Pilih menu transfer, kemudian ketik nomor rekening 01.39.01.000794.30.7 lalu transfer sejumlah uang sesuai dengan nilai yang tertera disurat tilang. Pada nomor referensi masukkan kode tilang yang terdapat di pojok kanan atas surat tilang. Setelah selesai bawa struk tersebut ke polres terkait.

Ketiga, cara transfer antar bank melalui ATM dari bank selain yang ditunjukkan oleh Polres. Pilih kode bank yang ditunjuk diikuti oleh masukkan nomor rekening 01.39.01.000794.30.7, setelah berhasil kemudian struk dapat diberikan pada polres terkait untuk mengambil barang sitaan.

 

Ekonomi
Layanan Terpopuler
Klaim Biaya Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit
Klaim biaya penanganan Covid-19 berlaku bagi rumah sakit rujukan PIE dan rumah sakit yang sesuai ketentuan. ...
Panduan Sehat Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pemerintah menerbitkan buku panduan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tujuannya, sektor ini tetap bergerak dengan protokol kesehatan. ...
Istilah-istilah Baru dalam Penanganan Covid-19
Probable dan Discarded adalah istilah baru dalam penanganan Covid 19. Apa dan bagaimana penanganan kedua hal tersebut? ...
Meraih Bantuan Insentif dari Kemenparekraf
Ada enam pelaku bidang usaha kreatif yang diberi Bantuan Insentif Pemerintah. Total bantuan pada tahun 2020 sebesar 24 miliar. ...
Cetak Dokumen Kependudukan dari Rumah
Sekarang tak lagi bersusah payah mengurus kembali dokumen kependudukan yang hilang. Pemerintah telah mempermudah pelayanan dokumen administrasi kependudukan dengan inovasi cetak mandiri dari rumah. ...
Batas Atas Tarif Pemeriksaan Rapid Test
Pemerintah telah menerbitkan aturan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi sebesar Rp150.000. ...
Protokol bagi Penyelenggaraan Hajatan hingga Tempat Wisata
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan aturan normal baru bagi desa. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat desa yang produktif dan aman dari pen...
Yuk, Ikuti Panduan Pelaksanaan Kurban
Pengelola penjualan hewan kurban wajib memperhatikan kebersihan lokasi berjualan. Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan, baik petugasnya maupun hewannya. ...
Tata Cara Menumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Masa Adaptasi Normal Baru
Tahap awal, penumpang kereta bandara Soekarno-Hatta hanya akan mengisi 70 persen dari kapasitas kereta. ...
Aturan Baru demi Dorong Pemulihan Nasional
Dengan skema penjaminan ini, pemerintah mendorong penyaluran kredit dari perbankan kepada para pelaku UMKM. ...