Bahasa | English


PANDEMI COVID-19

Aplikasi 10 Rumah Aman Agar Betah di Rumah

8 May 2020, 08:44 WIB

Pemerintah meluncurkan sejumlah aplikasi untuk membendung penyebaran corona. Aplikasi 10 Rumah Aman bisa menjadi teman agar Anda tetap betah di rumah.


Aplikasi 10 Rumah Aman Agar Betah di Rumah Warga menunjukan aplikasi Peduli Lindungi di Pasar Raya Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Pagebluk corona masih belum reda. Sejak ditemukan kasus pertama di Indonesia pada awal Maret lalu, hingga saat ini tren orang yang terpapar masih terus melonjak. Berdasarkan data Covid19.go.id, hingga Kamis (7/5/2020) kasus positif corona mencapai 12.776 orang.

Sejak kasus terus meningkat, pemerintah mengeluarkan sejumlah aturan. Di antaranya para karyawan (negeri dan swasta) agar menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Pemerintah juga mengeluarkan aturan dunia pendidikan menerapkan aturan belajar dari rumah.

Sebulan lebih aturan itu berlaku. Kadang ada rasa jenuh berlama-lama di rumah, walau di rumah kita juga melakukan aktivitas. Agar tetap betah di rumah, Rabu (1/4/2020), Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi 10 Rumah Aman.

Aplikasi berbasis komunitas ini diharapkan dapat menciptakan efek berantai dalam memutus penyebaran Covid-19. "Aplikasi 10 Rumah Aman bisa diterapkan dengan cepat, di mana saudara-saudara kita yang selama ini sulit untuk di rumah saja dapat terbantu untuk berada di rumah. Kemudian secara bersama kita mengalahkan Covid-19," kata Kepala KSP, Moeldoko.

Aplikasi 10 Ruman Aman ini sudah bisa diunduh di PlayStore. Aplikasi 10 Rumah Aman menghadirkan toko daring yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti Rego Pantes dari 8Villages, Sayur Box, dan TaniHub.

 

Konsultasi Kesehatan

Selain itu, ada juga aplikasi konsultasi kesehatan dari Prixa, aplikasi edutech dari Cakap, aplikasi donasi Wahid Foundation, obat-obatan dan alat kesehatan seperti Kimia Farma, Mediv-Kimia Farma, Alfa Group, Alfamind, dan DAV. Aplikasi ini juga akan terintegrasi dengan beberapa aplikasi lain seperti PeduliLindungi, Halodoc, Alodokter, GoodDoctor, Sahabatdokter, SehatQ, Sehatpedia, dan KlikDokter.

Melalui aplikasi ini, masyarakat juga dapat mengukur suhu tubuhnya sendiri. "Bisa memeriksa kesehatan secara mandiri dan memantau daerah atau masyarakat mana yang memiliki potensi penyebaran Covid-19, melalui pantauan suhu tubuh agar dapat menghindari daerah tersebut,” kata Menkominfo Johny G Plate.

Aplikasi 10 Rumah Aman ini menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler dan terhubung dengan platform media sosial.

Aplikasi ini juga akan memastikan masyarakat tetap berada di dalam rumah, baik itu bekerja, belajar, maupun beribadah serta saling mengingatkan dan menjaga agar selalu dalam keadaan sehat dengan menjaga jarak aman.

Untuk mengggunakan aplikasi ini, Anda cukup mengunduh dari Play Store. Jika Anda sudah mengunduh aplikasi ini, di bagian beranda ada ajakan untuk menjadi ‘Pejuang Aman’. Nanti Anda akan diminta registrasi. Di situ nanti Anda akan diminta mengisi beberapa form.

Selain itu juga ada menu info untuk kesehatanmu. Di bagian ini ada sub menu Periksa Kesehatanmu di sini; Pantau Peta Suhu Tubuh di Sekitarmu; Nomor Darurat/Hotline Covid-19; dan Daftar Rumah Sakit Rujukan.

Ada juga menu Seputar Covid-19. Di menu ini ada beberapa sub menu: Kenali Covid-19; Tetap Postif; Physical Distancing; Demam Covid-19; Terhindar Risiko; dan Perlengkapan Pejuang.

Di bagian akhir ada menu Lainnya. Di sini sub menu: Cek Kesehatanmu; Whatsapp Covid-19; dan Unduh Stiker 10 Rumah Aman.

 

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Firman Hidranto

RS Darurat Covid-19
Aplikasi
Aplikasi PeduliLindungi
Corona
Covid-19
Dampak Covid-19
Diagnosis Covid-19
Jenazah Covid-19
LawanCovid19
Obat Covid-19
Penanganan Covid-19
Positif Covid-19
Layanan Terpopuler
Protokol bagi Penyelenggaraan Hajatan hingga Tempat Wisata
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan aturan normal baru bagi desa. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat desa yang produktif dan aman dari pen...
Yuk, Ikuti Panduan Pelaksanaan Kurban
Pengelola penjualan hewan kurban wajib memperhatikan kebersihan lokasi berjualan. Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan, baik petugasnya maupun hewannya. ...
Tata Cara Menumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Masa Adaptasi Normal Baru
Tahap awal, penumpang kereta bandara Soekarno-Hatta hanya akan mengisi 70 persen dari kapasitas kereta. ...
Aturan Baru demi Dorong Pemulihan Nasional
Dengan skema penjaminan ini, pemerintah mendorong penyaluran kredit dari perbankan kepada para pelaku UMKM. ...
Konsultasi Dokter di Aplikasi PeduliLindungi
Untuk mengakses layanan telemedicine Halodoc di aplikasi PeduliLindungi, pengguna bisa mengunduhnya melalui Google Play Store atau AppStore. ...
Paspor Hilang atau Rusak Kini Tidak Didenda
Paspor hilang atau rusak akibat banjir, gempa bumi, kebakaran, huru-hara dan bencana lainnya saat ini sudah tidak dikenakan denda. Namun ada ketentuan yang harus dipenuhi pemilik paspor. ...
Pelatihan Keterampilan dan Wirausaha untuk Usia 15-30 Tahun
Program ini terbuka bagi mereka yang putus sekolah, tidak memiliki pekerjaan, tengah belajar paket C, serta masyarakat kurang mampu. Tak banyak syarat yang diminta untuk mengikuti program ini. ...
Keringanan Uang Kuliah Mahasiswa
Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat regulasi keringanan pembayaran uang kuliah. Aturan ini berlaku untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan sw...
Panduan Belajar di Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
Aturan ini tak hanya mengatur pendidikan keagamaan yang tak berasrama tapi juga yang berasrama. ...
Ditjen Imigrasi Terapkan Layanan Berbasis Normal Baru
Sejumlah kebijakan baru diberlakukan untuk mengurus paspor. Salah satunya pembatasan jumlah pemohon pengurusan paspor di setiap kantor imigrasi. ...