Bahasa | English


Beli Surat Utang Negara

Beli Surat Utang Negara Via Online

27 September 2018, 11:27 WIB

Setiap surat utang tentu memberikan imbal hasil. Dalam surat utang, imbal hasil itu disebut kupon. Penerbit surat utang lah yang menentukan besaran kupon.


Beli Surat Utang Negara Via Online Ilustrasi. Sumber foto: Istimewa

Biasanya, kupon surat utang dipatok lebih tinggi dari bunga deposito. Sebab kalau sama saja, deposito tentu lebih dipilih, karena waktunya tidak terlalu panjang.

Dari segi keamanan berinvestasi, ia tentu lebih aman dibandingkan membeli obligasi korporasi. Kalau perusahaan pailit, alih-alih untung, uang yang investasikan bisa jadi tak kembali.

Untuk investor pemula atau investor konservatif, tawaran berinvestasi pada SUN cukup menggiurkan. Karena setiap bulan ada kupon yang dibayar seperti deposito plus jaminan uang kembali setelah jatuh tempo.

Selain imbal hasil yang lebih tinggi, keuntungan lain membeli SUN adalah pajaknya yang lebih kecil dari deposito, yakni hanya 15 persen. Sedangkan pajak deposito dipatok 20 persen. Nilai uang yang dijamin di deposito pun lebih kecil, maksimal cuma Rp2 miliar.

Pemerintah telah menggelar lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN),  Selasa (25/9). Target pemerintah, meraup dana Rp 10 triliun - Rp 20 triliun untuk menambah sebagian kebutuhan APBN 2018.

Berdasarkan keterangan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, tiga dari enam seri tersebut baru pertama kali diikutsertakan dalam lelang di pasar perdana, yakni SPN03181226, FR0077, dan FR0078.

Seri SPN03181226 menawarkan tingkat kupon secara diskonto dengan waktu jatuh tempo pada 26 Desember 2018.

Sementara itu, tingkat kupon tetap untuk seri FR0077 dan FR0078 baru akan ditetapkan pada 25 September 2018 atau hari pelaksanaan lelang. Seri FR0077 sendiri akan jatuh tempo pada 15 Mei 2024 sedangkan FR0078 akan jatuh tempo pada 15 Mei 2029.

Sebagai catatan, pada lelang SUN sebelumnya tanggal 12 September lalu, pemerintah mampu meraup dana senilai Rp 16,21 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 36,88 triliun.

 

 

Lebih lanjut, untuk dapat berinvestasi SUN  secara online diperlukan langkah-langkah berikut:

  1. Calon investor melakukan registrasi melalui Sistem elektronik mitra distribusi (Midis) yang terdiri atas 5 bank umum (Mandiri, BCA, BNI, Permata Bank, dan BRI), perusahaan efek Trimegah Securities, perusahaan efek khusus (Bareksa dan Star Mercato Capitale), dan perusahaan fin-tech Investree.
  2. Membuat Single Investor Identification (SID) dan rekening surat berharga melalui sistem pemesanan online (bagi yang belum memiliki).
  3. Calon investor melakukan pemesanan melalui sistem elektronik setelah membaca ketentuan dalam memo info.
  4. Pesanan yang telah terverifikasi akan mendapatkan kode pembayaran (billing code) via sistem elektronik Midis atau email.
  5. Investor akan mendapatkan kode pembayaran yang digunakan untuk penyetoran dana sesuai pemesanan.
  6. Pembayaran dilakukan melalui Bank Persepsi dengan berbagai saluran pembayaran (teller, atm, internet banking) dengan batas waktu yang telah ditentukan.
  7. Calon investor memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order via sistem elektronik midis dan email yang terdaftar.
  8. Investor akan menerima bukti konfirmasi SBN Ritel via sistem elektronik Midis dan email yang terdaftar.
Ekonomi
Investasi
Layanan Terpopuler
Protokol bagi Penyelenggaraan Hajatan hingga Tempat Wisata
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan aturan normal baru bagi desa. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat desa yang produktif dan aman dari pen...
Yuk, Ikuti Panduan Pelaksanaan Kurban
Pengelola penjualan hewan kurban wajib memperhatikan kebersihan lokasi berjualan. Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan, baik petugasnya maupun hewannya. ...
Tata Cara Menumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta di Masa Adaptasi Normal Baru
Tahap awal, penumpang kereta bandara Soekarno-Hatta hanya akan mengisi 70 persen dari kapasitas kereta. ...
Aturan Baru demi Dorong Pemulihan Nasional
Dengan skema penjaminan ini, pemerintah mendorong penyaluran kredit dari perbankan kepada para pelaku UMKM. ...
Konsultasi Dokter di Aplikasi PeduliLindungi
Untuk mengakses layanan telemedicine Halodoc di aplikasi PeduliLindungi, pengguna bisa mengunduhnya melalui Google Play Store atau AppStore. ...
Paspor Hilang atau Rusak Kini Tidak Didenda
Paspor hilang atau rusak akibat banjir, gempa bumi, kebakaran, huru-hara dan bencana lainnya saat ini sudah tidak dikenakan denda. Namun ada ketentuan yang harus dipenuhi pemilik paspor. ...
Pelatihan Keterampilan dan Wirausaha untuk Usia 15-30 Tahun
Program ini terbuka bagi mereka yang putus sekolah, tidak memiliki pekerjaan, tengah belajar paket C, serta masyarakat kurang mampu. Tak banyak syarat yang diminta untuk mengikuti program ini. ...
Keringanan Uang Kuliah Mahasiswa
Di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat regulasi keringanan pembayaran uang kuliah. Aturan ini berlaku untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan sw...
Panduan Belajar di Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
Aturan ini tak hanya mengatur pendidikan keagamaan yang tak berasrama tapi juga yang berasrama. ...
Ditjen Imigrasi Terapkan Layanan Berbasis Normal Baru
Sejumlah kebijakan baru diberlakukan untuk mengurus paspor. Salah satunya pembatasan jumlah pemohon pengurusan paspor di setiap kantor imigrasi. ...