ASIAN GAMES 2018
  Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sumber foto: Antara Foto

Etalase bagi Negeri Tuan Rumah

  •   Jumat, 3 Agustus 2018 | 03:44 WIB
  •   Oleh : Administrator

Tahun 1962 Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Untuk mempersiapkan kedatangan para atlet dan tamu negara, wajah Indonesia dibenahi. Dibangun stadion Senayan yang kini bernama Gelora Bung Karno.

Tahun 1962 Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Untuk mempersiapkan kedatangan para atlet dan tamu negara, wajah Indonesia dibenahi. Dibangun stadion Senayan yang kini bernama Gelora Bung Karno. Saat itu merupakan gedung olah raga termegah di Asia Tenggara. Di sekitarnya juga dibangun berbagai sarana olah raga lain.

Bukan hanya itu. Indonesia juga membangun Hotel Indonesia dan Jembatan Semanggi. Di berbagai sudut jalan Jakarta dibuat patung-patung artistik, hasil karya para seniman besar. Salah satunya adalah patung Selamat Datang. Sampai sekarang seluruh infrastruktur yang dibangun pemerintah untuk Asian Games 1962 itu masih bisa kita nikmati.

Soekarno sadar, menjadi tuan rumah sebuah pesta olah raga adalah salah satu cara mempromosikan Indonesia. Dari event itu mata dunia tertuju ke sini. Di dalam negeri, Soekarno menjadikan ajang Asian Games untuk membangkitkan rasa persatuan sebagai sebuah negara.

Sedangkan di mata internasional, meski belum lama merdeka, Soekarno ingin menunjukkan bahwa Indonesia layak diperhitungkan di percaturan dunia. Asian Games saat itu juga merupakan refleksi dari suasana politik pascakolonial dari bangsa-bangsa Asia.

Kini setelah lebih dari 50 tahun, Indonesia kembali dipercaya dunia menjadi tuan rumah acara besar tersebut. Tentu saja apa yang ingin disampaikan Pemerintah Indonesia sakarang ini berbeda dengan apa yang ingin disampaikan Presiden Soekarno pada 1962. Kini Indonesia merupakan negara yang pelan-pelan terus merangkak naik menuju negara menengah dan semakin maju.

Bagi pemerintah sekarang, Asian Games adalah usaha pemerintah untuk memperkenalkan kembali wajah baru Indonesia kepada dunia. Jika 1962 Indonesia membangun Gelora Bung Karno, Jembatan Semanggi, Hotel Indonesia, dan lain sebagainya. Pada momentum kali ini Indonesia juga membangun berbagai fasilitas olehraga kelas internasional di Jakarta, Palembang, maupun Banten.

Di Palembang, misalnya, LRT mulai dioperasikan untuk memudahkan angkutan masyarakat. Di Jakarta dibangun Wisma Atlet di Kemayoran, termasuk fasilitas olahraga air, di atas lahan 11 hektar. Jalan dan sarana transportasi diperbaiki di kota yang akan menjadi tuan rumah event tersebut. Bisa dikatakan semua sudut kota berbenah.

Masyarakat sendiri menikmati dampak ekonomi dari pagelaran ini. Menurut hitungan, total dampak ekonomi langsung yang dinikmati masyarakat mencapai Rp30 triliun. Sekitar Rp22 triliun di Jakarta dan sisanya berputar di Palembang.

Sisanya adalah biaya operasional penyelenggara termasuk homor berbagai relawan yang membantu terselenggaranya event ini. Sementara itu perkiraan Bappenas, besaran dana yang akan dibawa turis asing, termasuk altet, crew dan penonton mencapai Rp3,6 triliun.

Dengan kata lain seluruh proses event akbar ini bisa dikalkulasi dampak ekonominya untuk masyarakat secara langsung. Berkat Asian Games ini, misalnya, Pemda Sumatra Selatan dan pemerintah pusat menggenjot penyelesaian pembangunan LRT sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat Palembang. Belum lagi, sarana dan prasarana lain yang manfaatnya bisa dipetik masyarakat, jauh setelah ajang pesta olahraga ini selesai.

Memang pemerintah mengeluarkan dana tidak kecil untuk seluruh proses tersebut. Tapi perlu dicatat, untuk penyelenggaraan pesta Olimpiade 2008 Cina menghabiskan dana lebih dari USD40. Pada Olimpiade di Rusia 2014, negeri beruang putih itu juga menghabiskan dana tidak kurang dari USD51.

Artinya negara-negara dunia menyadari dampak ekonomi untuk sebuah event akbar olahraga memang tidak bisa dirasakan secara langsung. Pergelaran tersebut merupakan pameran pemerintah sebuah negara untuk memperkenalkan dirinya kepada dunia internasional.

Asian Games 2018 ini membuka ruang bagi Indonesia untuk menancapkan kakinya di negara-negara Asia tenggara sebagai sebuah negara besar yang mengajak semua pihak untuk saling bekerja sama dan meningkatkan kesejahteraan.

Ajang Asian Games 2018 adalah elatase Indonesia menampilkan seluruh sisi kemajuan, keramahan, dan kehebatan kita sebagai sebuah bangsa kepada mata dunia.