VAKSIN COVID-19
  Pemberian vaksin gratis untuk lansia di Masjid Raya Sumatera Barat di Padang, Sabtu (24/4/202). Jadi upaya pencegahan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/ Iggoy El Fitra

Stok Bertambah, Vaksinasi Dikebut

  •   Minggu, 2 Mei 2021 | 10:31 WIB
  •   Oleh : Administrator

Bio Farma menyatakan telah menyiapkan 16 hingga 18 juta dosis vaksin jadi pada Mei 2021. Tinggal menunggu izin edar dari BPOM.

Berkaca pada lonjakan penyebaran Covid-19 di sejumlah negara membuat pemerintah semakin meningkatkan kewaspadaan. Negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Filipina, hingga negara di Asia Timur, seperti Jepang, maupun Asia Tengah, seperti India, tak luput dari terpaan gelombang baru kasus SARS COV-2. Imbasnya ketersediaan vaksin corona menjadi rebutan banyak negara.

Pemerintah mencermati betul kondisi tersebut. Ketika memberikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia pada Rabu (28/4/2021), Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah untuk mencermati hal tersebut dan menjaga kewaspadaan di tiap daerah.

"Saya ingat di bulan Januari, saat itu India berhasil menurunkan sampai ke 10 ribu kasus per hari. Tetapi kita tahu hari-hari ini terjadi sebuah lonjakan yang sangat eksponensial di India menjadi 350 ribu kasus aktif per hari. Ini yang menjadi kehati-hatian kita semua," ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi mengatakan, sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi, kabupaten, atau kota, kepala daerah harus tetap memantau dinamika penyebaran Covid-19 dan jangan lengah. Apabila diketahui terjadi peningkatan kasus, maka segera upayakan penanganan agar dapat langsung menekan penyebaran.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus penularan, Presiden Jokowi meminta para kepala daerah untuk intens menyosialisasikan kebijakan peniadaan mudik dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan agar kegiatan vaksinasi massal di daerah tetap berjalan. "Vaksinasi di daerah jangan sampai ada yang berhenti. Tugas pemerintah pusat adalah bagaimana menyiapkan vaksinnya. Tapi kalau ada vaksin jangan sampai ada yang distok, stok itu cukup 5 persen. Segera disuntikkan ke masyarakat dan target prioritas," ucap Presiden Jokowi.

Menyangkut ketersediaan vaksin. Kabar baik datang dari BUMN farmasi yang mengelola vaksin Covid-19. Bio Farma menyatakan telah menyiapkan 16 hingga 18 juta dosis vaksin jadi pada Mei 2021. Jumlah tersebut adalah bagian dari target 47 juta dosis yang merupakan hasil proses produksi dari bulk Sinovac yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 59,5 juta dosis sampai saat ini.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Bio Farma, Bambang Heriyanto, 16-18 juta dosis tersebut merupakan hasil produksi selama April 2021. "Diharapkan lulus uji dan mendapatkan proses pelulusan produk atau lot release dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada bulan Mei," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, dari target 47 juta dosis tersebut, yang sudah diproduksi Bio Farma hingga saat ini sebesar kurang lebih 41 juta dosis. Nah kemudian, dari 41 juta dosis tersebut sudah mendapatkan rilis Badan POM sebanyak 25 juta dosis.

"Dari 25 juta dosis yang sudah mendapatkan lot rilis dari BPOM sudah didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sebanyak sekitar 22,5 juta dosis. Ini selain yang sudah didistribusikan 3 juta dosis CoronaVac sebelumnya, maupun 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca," tukasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, dari 59,5 juta dosis vaksin Sinovac yang diproses oleh Bio Farma secara bertahap diperkirakan diperoleh vaksin jadi kemasan multidosis sebanyak 47 juta dosis. Hal itu karena dalam proses produksi mulai dari homogenisasi, filling, dan packing, akan ada vaksin yang hilang selama proses.

"Tentu pada proses ini ada wastage (terbuang, red). Di proses ini normal, misalnya di selang ada yang tersisa, tangki ada tersisa itu ada wastage," ujar Bambang Heriyanto.

Di samping itu, vaksin Sinovac produksi Bio Farma ini ada overfill atau ekstra volume vaksin yang disiapkan untuk mengantisipasi proses pengisian dalam kemasan vial multidose.

Di luar tambahan stok dari Bio Farma, pada Senin (26/4/2021) Indonesia juga telah menerima 3.852.000 dosis siap pakai vaksin Covid-19 AstraZeneca buatan perusahaan farmasi asal Inggris. Vaksin tersebut merupakan pengiriman gelombang kedua vaksin AstraZeneca melalui fasilitas kerja sama vaksin multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Sebelumnya telah diterima Indonesia 1,1 juta dosis pada 3 Maret 2021.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pada Mei juga direncanakan bakal ada pengiriman lagi vaksin AstraZeneca sebanyak dua kali 3,8 juta dosis. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyebut selain tambahan dosis vaksin Covid-19 dari AstraZeneca, Indonesia dipastikan menerima lagi suplai vaksin CoronaVac dari Sinovac, besutan Tiongkok, sebanyak 10-15 juta dosis untuk April dan Mei.

Kedatangan vaksin AstraZeneca dan tambahan Sinovac ini merupakan buah diplomasi sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan pemenuhan kebutuhan vaksin di dalam negeri. Sampai Kamis (29/4/2021), jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia bertambah 167.877 orang sehingga total mencapai 12.280.765 orang yang telah menerima suntikan dosis pertama. Merujuk data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dari 12.280.765 orang tersebut, sebanyak 7.566.371 orang sudah diberikan vaksin Covid-19 dosis kedua atau bertambah 191.913 orang.

Adapun, hingga kini pemerintah masih menargetkan sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 40.349.049 orang bagi kelompok tenaga kesehatan, pekerja publik, anggota TNI/Polri, dan lansia. Pemerintah rencananya akan memberikan vaksin kepada 182 juta penduduk Indonesia demi menciptakan kekebalan komunal (herd immunity) terhadap Covid-19.

Dengan demikian, jaminan ketersediaan vaksin ini diharapkan membuat proses pengendalian pandemi corona serta pemulihan ekonomi nasional bisa sesuai target.



 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari