Indonesia.go.id - Segera Hadir Layanan 5G

Segera Hadir Layanan 5G

  • Administrator
  • Senin, 29 Maret 2021 | 07:42 WIB
KOMINFO
  Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memastikan implementasi 5G di Indonesia saat Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR RI ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Implementasi tahap awal jaringan 5G diselaraskan dengan langkah pemerintah menyiapkan aturan tambahan mengenai pengelolaan jaringan 5G.

Ketika Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018, negara ini juga sukses mendemonstrasikan layanan 5G. Tidak ingin berhenti dari kisah sukses itu, pemerintah kembali menetapkan ambisi menggelar layanan itu di 13 lokasi hingga 2024.

Ada 13 lokasi yang nantinya sudah bisa menikmati penggelaran infrastruktur nirkabel 5G, terdiri dari enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, lima destinasi wisata superprioritas, Ibu Kota Negara (IKN), dan satu industri manufaktur. Bila benar itu bisa direalisasikan, tentu menjadi kabar gembira dan catatan prestasi suatu bangsa. Artinya, Indonesia juga akan tercatat sebagai negara pionir penggunaan 5G.

Saat ini, menurut data International Telecommunication Union (ITU), ada 34 negara yang sudah mengoperasikan jenis teknologi selular generasi kelima tersebut per April 2020. Rencana penggelaran 5G di 13 lokasi ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 2/2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Kominfo.

Pemerintah akan fokus memfasilitasi pergelaran infrastruktur dan jaringan 5G di 13 lokasi hingga 2024. Adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang menjelaskan itu sebagaimana tercantum dalam Permenkominfo yang baru saja diundangkan tersebut.

“Pergelaran akan dilakukan secara bertahap dan pada tahap awal bersifat terbatas di sejumlah titik. Mulai sekarang, operator perlu mulai menghitung monetisasi dari investasi sehingga dapat memilih wilayah dengan profil lalu lintas data yang tinggi, atau yang nyaris menyentuh kapasitas maksimumnya dengan jaringan 4G,” tuturnya dalam keterangan persnya, Kamis (25/3/2021).

Selain itu, Menteri Johnny menuturkan, implementasi tahap awal jaringan 5G ini diselaraskan dengan langkah pemerintah yang tengah menyiapkan aturan tambahan mengenai pengelolaan jaringan 5G. Aturan tambahan ini memuat lima aspek yaitu, regulasi, spektrum frekuensi radio, model bisnis, infrastruktur, dan ekosistem, perangkat, dan talenta digital.

Tahun ini, Kominfo itu menyiapkan roadmap 5G nasional. Tahun berikutnya, menyiapkan regulasi atau kebijakan, serta percepatan 5G. Pada 2023, menyiapkan 11 lokasi dan setahun kemudian menjadi total 13 lokasi.

 

Perbedaan Terbesar

Sebelum beranjak lebih jauh lagi, tentu perlu diketahui jenis layanan apa 5G itu? Saat ini kita sudah banyak yang sudah menikmati layanan 4G. Nah, perbedaan terbesar antara 4G dan 5G adalah kapasitas puncak dan latensi. 

Misalnya, kapasitas puncak sektor layanan 5G dalam gbps (gigabyte per second) dibandingkan dengan 4G dalam mbps (megabits per second). Bila kita sudah menggunakan layanan berbasis 5G, konsumen akan merasakan pengalaman berupa kecepatan lebih dari 100 kali lebih cepat dari sebelumnya untuk berselancar di internet, mengakses video HD, dan sebagainya. 

Selain itu, latensi, atau waktu yang berlalu sejak informasi dikirim dari perangkat hingga digunakan oleh penerima, akan sangat berkurang pada jaringan 5G, memungkinkan kecepatan pengunggahan dan pengunduhan yang lebih cepat. Perbedaan besar lainnya antara 4G dan 5G adalah ukuran bandwidth.

Dalam konteks rencana tersebut, Kominfo berfokus dalam memfasilitasi dan pendampingan pergelaran infrastruktur dan jaringan 5G di 13 kota hingga 2024, dengan perincian enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, lima destinasi wisata superprioritas, Ibu Kota Negara (IKN), dan satu industri manufaktur pada tahap awal implementasi 5G.

Disebutkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 2/2021, Pemilihan lokasi enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa sebagai pilot project pada tahap awal implementasi 5G, karena enam lokasi tersebut dianggap feasible baik dari sisi potensi pasar maupun dukungan infrastruktur. Kominfo berharap setelah tergelar 5G di 13 lokasi, dalam waktu yang tidak terlalu lama, layanan 5G akan diperluas sesuai dengan pertumbuhan permintaan di lokasi-lokasi lain.

Rencana keluarnya payung hukum implementasi generasi 5 itu pun disambut kalangan pelaku bisnis. Menurut kalangan operator, rencana itu menjadi angin segar bagi operator untuk mempercepat pembangunan serat optik sehingga peralihan 5G tidak perlu waktu lama.

Perlu diketahui, perangkat 5G saat ini masih tersedia sangat terbatas. Tidak itu saja, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan sebelum menuju penggelaran infrastruktur 5G. Misalnya, perlunya alokasi spektrum frekuensi dalam jumlah besar, minimal 100 MHz.

Sementara itu, pelaku bisnis yang lainnya berkomentar pengembangan 5G di Indonesia akan banyak bergantung pada perkembangan ekosistem global. Dia menjelaskan, pita frekuensi yang digunakan akan selaras dengan kondisi perangkat internasional yang telah mendukung untuk frekuensi tertentu. Penerapan 5G nasional, tambahnya, akan banyak mencontoh kasus penerapan 5G di tataran global.

Tak dipungkiri, saat ini sudah banyak negara yang mengimplementasikan jaringan 5G. Sayangnya, hasil dari pergelaran itu belum memperlihatkan manfaat yang optimal terhadap pertumbuhan bisnis operator telekomunikasi.

Terlepas dari semua itu, Indonesia seperti negara-negara lainnya juga ingin mensejajarkan sebagai negara pionir layanan 5G. Sukses atau tidaknya juga tergantung dari dukungan semua pihak sehingga terbangun ekosistem yang kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang luar biasa. Selamat datang 5G di Indonesia.

 

Penulis: Firman Hidranto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari

Berita Populer