KKI2021
  Pelaku UMKM melayani calon pembeli dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 Eksotisme Lombok di kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) The Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (3/3/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Karya Kreatif Indonesia, Kolaborasi Dukung Wisata dan Produk Lokal

  •   Kamis, 18 Maret 2021 | 16:09 WIB
  •   Oleh : Administrator

Ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) sebagai katalisator bagi pelaku usaha industri kreatif nasional dalam meningkatkan kualitas produk mereka sesuai tren pasar.

Ada yang berbeda pada program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (Gernas BWI) di tahun ini. Kali ini, Bank Indonesia (BI) menggandeng 15 kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, dan platform belanja online untuk membuat Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021.

Pada Rabu (10/3/2021), BI bersinergi dengan pemerintah meluncurkan kegiatan Belanja Bersama Produk UMKM #Eksotisme Lombok sebagai rangkaian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 Seri 1. Kegiatan belanja bersama merupakan bentuk konkret dukungan para pemangku kebijakan terhadap produk-produk UMKM, khususnya dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah agenda KKI 2021 dilaksanakan secara hybrid pada 3--31 Maret 2021, yaitu secara virtual dan offline di NTB, yakni di Pantai Kuta Mandalika, Bandara Zainuddin Abdul Majid, Lombok Epicentrum Mall, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dekranasda Provinsi NTB, dan seluruh Kantor Cabang BCA NTB.

Selain itu, etalase lainnya dari produk-produk UMKM asal Lombok dan sebagian lainnya dari Bali Nusra (Bali Nusa Tenggara) ada di Mall Grand Indonesia, Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Bandara Ngurah Rai, Bali, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, serta 46 wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam negeri.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKI 2021 Belanja Bersama Produk UMKM #Eksotisme Lombok merupakan ajang memperluas akses pasar domestik maupun ekspor. Yakni, dengan mengenalkan produk UMKM berbasis kain tradisional dan kerajinan kepada calon pembeli (marketplace) yaitu masyarakat umum dan pihak-pihak yang terhubung dengan pasar ekspor.

Ajang KKI ini juga sekaligus sebagai katalisator bagi pelaku usaha industri kreatif nasional dalam meningkatkan kualitas produk mereka sesuai tren pasar. Program ini sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi.

"Mendorong bangkitnya aktivitas perekonomian nasional melalui akselerasi transformasi digital UMKM," jelas Gubernur BI.

Kegiatan Belanja Bersama Produk UMKM #EksotismeLombok menampilkan produk unggulan khas NTB, antara lain, 341 kain yang dihasilkan oleh tujuh UMKM lokal. Ada juga produk kopi dari kaki gunung di Lombok Utara sebanyak 450 paket kopi baik robusta maupun arabika, yang sudah diekspor ke Korea Selatan dan Kanada, serta produk teh kelor sebanyak 530 paket dalam berbagai produk turunannya yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Kegiatan ini mengedepankan sinergi yang diwujudkan melalui partisipasi dari pimpinan 15 kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam berbelanja daring produk UMKM NTB secara bersama-sama.

Masyarakat bisa mengunjungi berbagai rangkaian kegiatan KKI secara virtual melalui laman www.karyakreatifindonesia.co.id. Apabila masyarakat ingin membeli produk UMKM bisa dicek pada menu katalog dan kontak pada laman KKI.

Mendorong transformasi digital kelompok UMKM melalui Gernas BBI dan Gernas BWI, tentu saja memerlukan peran dari Kementerian Kominfo selaku pelaksana pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan digital di seluruh pelosok tanah air.

Menkominfo Johnny G Plate menjelaskan, selain menghadirkan dukungan penguatan sinyal 4G di 10 destinasi pariwisata superprioritas serta daerah 3T, pihaknya juga telah membuat purwarupa Aplikasi Jaringan Pariwisata Hub (JPHub) sebagai aplikasi tunggal untuk integrasi destinasi pariwisata dan UMKM serta Ultra Mikro (UMi) Indonesia.

Tidak hanya itu, pihak Kemenkominfo juga melakukan pendampingan terhadap UMKM dan Ultra Mikro, kelompok-kelompok sadar wisata, dan desa-desa wisata guna memaksimalkan peluang dari teknologi digital melalui berbagai program dukungan untuk pengembangan sektor-sektor tersebut.

"Langkah itu sebagai inisiasi kerja sama dengan berbagai platform belanja online di dalam maupun luar negeri untuk turut belanja dan memasarkan produk-produk UMKM karya anak bangsa," jelas Johnny G Plate pada peluncuran jelajah “Firdaus Tersembunyi di Jambi”, Selasa (16/3/2021) sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021.

Menteri Johnny juga menyatakan dukungan kepada Bank Indonesia yang menyiapkan model pembayaran digital seperti QRIS. Pihaknya mendukung aplikasi tersebut menjadi satu paket kepariwisataan dan satu paket bisnis UMKM secara nasional. Mulai dari produksi, distribusi, sampai dipromosikan di marketplace.

Pada peluncuran Gernas BBI 2021 pada Januari silam, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengungkapkan, Gernas BBI pada 2020 telah berhasil meraih pencapaian total UMKM onboarding sebanyak 3,7 juta unit. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung Gernas BBI hingga mencapai total 30 juta UMKM onboarding.

Setelah keberhasilan pada 2020, maka pada 2021 Gernas BBI akan melebarkan sayap kolaborasi dengan melibatkan peran aktif pemerintah daerah, media massa, dan sektor swasta. Salah satu fokus utama kampanye Gernas BBI 2021 adalah membangkitkan perekonomian lokal yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19, dimulai dari Provinsi Bali untuk Januari dan kawasan Toba, Sumatra Utara.

Program Gernas BBI setiap bulannya akan terus digelar di beberapa wilayah destinasi wisata maupun pusat UMKM seperti Borobudur (Jateng-DIY), Labuan Bajo (NTT), Jawa Barat, Papua, dan Jawa Timur.



Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari