G20
  Foto: Tangkapan layar Zoom

Indonesia Cetak Sejarah Ciptakan Masa Depan Dunia Bidang Digital di G20

  •   Rabu, 26 Januari 2022 | 21:49 WIB
  •   Oleh : Administrator

Indonesia dinilai sedang mencetak sejarah masa depan dunia di bidang digital, pada momentum Presidensi G20 2022.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi, yang juga Co-Chair Digital Digital Economy Working Group (DEWG) G20 2022 menjelaskan sejarah ini diciptakan melalui ide-ide baru yang dihadirkan dalam Kelompok Kerja Ekonomi Digital (DEWG).  

“Allan Kay (pionir komputer personal) mengatakan bahwa the best way to predict the future is to invent it, jadi Indonesia saat ini sedang dalam proses menciptakan masa depan, menciptakan ide-ide baru untuk masa depan ruang digital di dunia,” jelas Juru Bicara Kominfo dalam acara Sofa Talk-Digital Economy Working Group “Kepemimpinan Indonesia Dalam Isu Digital Di Forum G20” di Jakarta pada Rabu (26/1/2022).

Acara ini juga turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Kementerian Kominfo yang juga Chair DEWG G20 2022, Mira Tayyiba.

Menurut Dedy, sejarah yang ditorehkan Indonesia dalam G20 adalah menjadi negara berkembang pertama di Asia Tenggara yang memimpin kelompok kerja (working group) di forum negara-negara ekonomi besar dunia ini.

Sebelum ada working group, katanya, pembahasan awal sebelum dilakukan pertemuan (meeting) tingkat Menteri adalah melalui gugus tugas (task force), yang merupakan forum informal yang hanya membicarakan di tatar kesepahaman bersama.

Pembentukan working group telah diinisiasi dan diperjuangkan Indonesia sejak 2019 lalu, sehingga menjadi sejarah ketika berhasil dibentuk dan dipimpin langsung untuk pertama kalinya.

“Indonesia yang memperjuangkan (pembentukan working group), jadi Indonesia adalah negara pertama yang memimpin kelompok kerja ekonomi digital di forum G20 (2022),” imbuhnya.

Lebih lanjut Dedy menuturkan, DEWG juga mengusung tiga tema konkrit yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, Pertama adalah konektivitas dan pemulihan pascapandemi termasuk konektivitas antar manusia.

Di dalam konektivitas itu, salah satunya membahas bagaimana cara pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bertahan ditengah terpaan pandemi COVID-19 dengan bantuan platform digital. 

"Banyak UMKM mengalami kesusahan karena pandemi, setelah jualan online itu bisa bertahan," tuturnya.

Kedua, adalah kecakapan digital dan literasi digital (digital skill and digital literacy), yakni bagaimana menggeser tujuan aktivitas di media sosial, dari awalnya untuk hiburan menjadi lebih produktif. 

Ketiga, adalah arus data lintas negara (Cross Border Data Flow) yang diperkirakan akan menjadi lebih sulit karena melibatkan banyak negara di dalamnya. 

Contohnya adalah, memperkecil penyalahgunaan data pribadi, mengantisipasi serangan keamanan siber dan hal-hal terkait lainnya karena data mengalir lintas negara.

“Indonesia saat ini sedang mendorong adanya suatu kesepakatan bagaimana negara-negara G20 bersepakat untuk perlindungan data kita,” pungkas Dedy.

 

Penulis: Wahyu Sudoyo
Redaktur: Untung S/Elvira Inda Sari
Sumber: infopublik.id