PERDAGANGAN
  Paviliun Indonesia dalam Dubai Expo 2021. ANTARA

Expo 2020 Dubai, Mendongkrak Pangsa Komoditas RI di Pasar Global

  •   Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:38 WIB
  •   Oleh : Administrator

Di Expo 2020 Dubai, Indonesia menampilkan lebih dari 300 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada 64 juta UMKM Indonesia untuk go global.

Neraca perdagangan Indonesia selama September 2021 mencatat neraca perdagangan yang surplus senilai USD4,23 miliar. Nilai pencapaian itu tentu tidak terlalu buruk di tengah-tengah ekonomi dunia yang masih meriang akibat pandemi.

Mulai pulihnya neraca perdagangan itu bisa terlihat dari perjalanan neraca ekspor secara kumulatif dari Januari–September 2021 yang mencapai USD164,2 miliar, atau naik 40,38 persen dibandingkan periode yang sama 2020. Demikian pula nilai ekspor nonmigas yang tercatat USD155,46 miliar di periode yang sama, atau naik 3,84 persen.

Namun seperti dilaporkan BPS, bila dilihat per negara pencapaian itu memperlihatkan bahwa pemulihan kinerja ekspor belum menyentuh negara tujuan ekspor tradisional Indonesia. Data BPS menyebutkan, ada lima negara tujuan ekspor. Tercatat, Taiwan menduduki peringkat pertama dengan nilai USD205,6 juta, lalu Filipina (USD104,4 juta), Amerika Serikat (USD87,7 juta), Thailand (USD61,0 juta), dan Spanyol (USD56,2 juta).

Beberapa negara yang selama ini menjadi unggulan ekspor Indonesia tercatat masih minus, seperti India (USD482,5 juta), Tiongkok (USD236,5 juta), dan Jepang (USD107,7 juta).

Dari gambaran di atas, Pemerintah Indonesia masih perlu bekerja keras untuk mendongkrak kinerja ekspornya. Caranya terus mempromosikan sejumlah komoditas unggulan dan memiliki daya saing tinggi di level global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah bakal mendorong ekspor produk besi dan baja untuk mengganti komoditas unggulan. Langkah itu diambil untuk menjaga tren positif neraca dagang saat harga dua komoditas unggulan ekspor dalam negeri itu kembali turun seiring dengan pulihnya pasokan global.

Supercycle itu biasanya antara 6 sampai 14 bulan, tapi kalau saat ini saya melihat paling cepat mungkin baru akhir tahun depan selesai atau menjelang tengah tahun 2023, jadi totalnya hampir tiga tahun,” kata Lutfi, Jumat (15/10/2021).

Bisa jadi benar, itu strategi yang disampaikan Mendag Lutfi, selain tetap terus mempromosikan produk unggulan lain. Pasalnya, melalui promosi bisa jadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ekspor di tengah kondisi negara-negara kompetitor masih bergelut dalam deraan wabah Covid-19.

Salah satu cara yang dilakukan Indonesia adalah berpromosi dengan ikut pameran perdagangan Expo 2020 Dubai di Uni Emirat Arab. Pameran itu sendiri berlangsung mulai 1 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022.

Di Dubai Expo, Indonesia mendirikan Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 1.860 m2 dan luas bangunan sekitar 3.000 m2. Paviliun Indonesia terdiri dari tiga lantai dan terletak di zona Opportunity District dengan konsep Indonesia Emas 2045.

Paviliun Indonesia yang menampilkan tiga zona waktu yesterday, today, and tomorrow akan membuka mata dunia untuk melihat kekuatan masa lalu, sekarang, dan masa depan Indonesia sebagai kekuatan global. 

Keikutsertaan Indonesia di Expo 2020 Dubai dengan mendirikan Paviliun Indonesia, Mendag M Lutfi optimistis akan  membuat  pengunjung  dari  berbagai  negara  di  dunia  terkesima dan  mengakui potensi sangat besar Indonesia.

Dengan mengangkat tema “Creating the Future, From Indonesia to the World” Paviliun Indonesia siap menyambut para buyers dan investor dari seluruh dunia. Pernyataan itu diungkapkan Mendag Lutfi saat membuka Paviliun Indonesia secara resmi bersama Minister of State for Foreign Trade Uni Arab Emirates (UAE) Thani bin Ahmed Al Zeyoudidi Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada Jumat (1/10/2021).

"Izinkan kami menyambut semua orang dari berbagai penjuru dunia di Paviliun Indonesia. Kami berharap, dunia akan menyaksikan dan mengakui kepulauan kita sebagai peluang untuk berdagang, berinvestasi, dan berkunjung,” kata Lutfi dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Lutfi mengatakan, Paviliun Indonesia dibangun atas dasar konsep “Unity in Diversity”. Paviliun Indonesia dibungkus dengan berbagai kerajinan tekstil tradisional batik Indonesia.

Di Paviliun Indonesia lebih dari 300 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditampilkan. Sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada 64 juta UMKM Indonesia untuk go global.

Selanjutnya, akan dilakukan presentasi dengan meluncurkan kampanye gastrodiplomatic, yaitu kampanye membumbui dunia yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun ini.

“Selama   periode   pameran, kami   juga   akan   menyelenggarakan  serangkaian   program   untuk menyajikan kekayaan Indonesia. Ada 26 tema mingguan dan lebih dari 75 forum bisnis dalam format hibrida siap diselenggarakan,” kata Lutfi.

Expo 2020 Dubai ini melibatkan 22 kementerian dan lembaga, 8 pemerintah provinsi, dan mitra-mitra perusahaan kami.

Menurut Lutfi, keikutsertaan Indonesia pada Expo 2020 Dubai ini juga akan membuat dunia mengakui komitmen Indonesia untuk turut mengambil bagian terkait isu-isu global. 

Selain itu, menegaskan kembali komitmen negara ini untuk bekerja mewujudkan kesejahteraan planet kita dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim.



Penulis: Firman Hidranto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari