ASEAN PARAGAMES 2022
  Ketua umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun (kiri) menyerahkan api obor kepada atlet para atletik Indonesia Rizal Bagus Saktyono (kanan) saai torch relay atau pawai obor ASEAN Paragames 2022 di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/7/2022). ANTARA FOTO/ Maulana Surya

Manusia Hebat Penyulut Api Kaldron Stadion Manahan

  •   Sabtu, 30 Juli 2022 | 09:48 WIB
  •   Oleh : Administrator

"Anggota tubuh saya boleh berkurang, tapi semangat saya tidak boleh berhenti untuk memberi yang terbaik buat Indonesia".

Lazimnya sebuah perhelatan olahraga multicabang, acara pembukaan merupakan peristiwa yang selalu dinanti oleh para peserta lomba. Saat itu, mereka bisa berdefile di hadapan ribuan penonton dan bila mujur, maka wajah mereka bisa tersorot oleh kamera stasiun televisi yang menayangkan acara tersebut.

Upacara pembukaan selalu mempunyai satu momentum yang sama, yaitu penyulutan api ke kaldron. Api ini akan terus menyala selama berlangsungnya perhelatan tersebut. Kemudian akan dipadamkan bertepatan saat kegiatan itu akan ditutup. Api ini biasanya diambil dari sumber api alam atau didapat dengan memanfaatkan terik matahari memakai sebuah reflektor kaca cembung.

Setelah itu diarak oleh banyak orang berkeliling ke sejumlah tujuan sebelum disulut ke kaldron. Acara ini biasa disebut sebagai kirab api dan diikuti oleh banyak lapisan masyarakat, mulai dari orang biasa, pejabat pemerintah, hingga para atlet legendaris dan kalangan artis. 

Rangkaian dari kirab itu akan berakhir di lokasi upacara pembukaan yang umumnya adalah stadion terbaik di kawasan itu. Ada banyak cara dilakukan oleh para penyulut api itu sebelum menyala di puncak kaldron. Misalnya dengan melemparkan obor langsung ke titik bakar kaldron, dipanah ke arah kaldron, atau disulut ke titik tertentu di bawah menara kaldron.

Kemudian api dengan cepat "berjalan" melewati semacam titian untuk mencapai titik sulut di kaldron. Api yang menyala di titk tertinggi kaldron menjadi penanda bahwa perhelatan resmi dimulai. Para penyulut api ke kaldron umumnya adalah atlet dengan prestasi yang selalu dikenang.

Misalnya Susy Susanti, Ratu Bulu Tangkis Indonesia era tahun 1990-an, perebut medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992. Ia adalah penyulut api ke kaldron saat Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, 18 Agustus 2018.

Ada pula nama Muhammad Fadli Immammuddin, atlet serbabisa yang akan menyulutkan api ke kaldron di Stadion Manahan, Surakarta pada pembukaan ASEAN Paragames 2022, Sabtu (30/7/2022). Itu adalah pesta olahraga multicabang dua tahunan khusus bagi atlet-atlet disabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Fadli mengaku tidak punya persiapan khusus untuk menjadi penyulut api terakhir ke kaldron. Fadli dijadwalkan pada Sabtu (30/7/2022) pagi melakukan gladi bersih bersama para pengisi acara.

Baginya, ini adalah sebuah kehormatan besar dapat menyulutkan api ke kaldron pada pembukaan ASEAN Paragames 2022. Ini juga seperti sebuah kado ulang tahun untuk pria yang lahir pada 25 Juli, 37 tahun lalu itu. 

"Saya diminta panitia baru kemarin (Kamis, 28 Juli 2022) untuk bertugas menyalakan api ke kaldron. Sedangkan hari ini saya masih ada kegiatan olahraga di Belitung," ujar Fadli ketika dihubungi, Jumat (29/7/2022). Saat itu ia sedang menunggu pesawat untuk terbang ke Solo dengan transit terlebih dulu di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Namanya memang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat di tanah air. Namun, hal itu tak berlaku di kalangan penggemar olahraga otomotif khususnya balap motor atau para pencinta balap sepeda. Bagi kedua cabang itu, nama Fadli dikenal sebagai atlet dengan reputasi juara tingkat Asia.

Bukan perkara mudah bagi pemuda asal Cibinong, Jawa Barat itu untuk bisa berkarier di kedua bidang yang mengandalkan strategi dan daya tahan (endurance). Ia semula adalah pebalap motor nasional dan sempat merasakan juara Pekan Olahraga Nasional 2004 di Sumatra Selatan. 

Gaya membalapnya yang berani menyalip di tikungan dan punya strategi bagus untuk melewati lawan-lawan mengingatkan kita akan sosok Valentino Rossi, pebalap Italia juara dunia MotoGP tujuh kali. Fadli pun berhasil menembus persaingan tingkat Asia ketika turun di kelas SUpersport 600 cc pada Asia Road Racing Championship mulai musim 2013 hingga 2015.

Di antara ajang ARRC tersebut, ia sempat mendapat undangan untuk mengetes mesin motor milik salah satu tim MotoGP yang bermarkas di Spanyol. Kesempatan untuk menjajal pertarungan di lintasan balap kemudian datang dari JiR, tim satelit yang turun di kelas Moto2. Ia menggantikan pebalap utama Mike Di Meglio, juara dunia kelas 125 cc yang sekarang dikenal sebagai kelas Moto3. Fadli tampil di publik Sirkuit Sepang, Malaysia pada musim balap 2013.

Sayang, ia gagal dalam penampilan perdana karena terlibat kecelakaan dan membuatnya kembali berfokus ke balap ARRC. Musibah besar datang ketika ia baru saja menyelesaikan balap dan keluar sebagai juara pada salah satu seri ARRC musim 2015. Saat melakukan pawai kemenangan (victory lap) usai berlomba di depan pendukungnya di Sirkuit Sentul, Juni 2015, Fadli ditabrak pebalap Thailand, Jakkrit Sawangswat yang sedang melajukan motornya dalam kecepatan tinggi. Fadli pun terpental hingga belasan meter.

 

Transformasi Fadli

Setelah dirawat intensif selama beberapa waktu karena cedera parah di kaki kirinya, ia pun merelakan anggota tubuhnya itu diamputasi. Tak kehilangan semangat, ia tetap bangkit dan kembali ke lintasan. Kali ini, ia menjajal berlatih mengayuh sepeda keliling Sirkuit Sentul untuk menguatkan otot-otot kakinya.

Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang mengetahui hal itu kemudian mengajaknya bergabung sebagai atlet paracycling atau balap sepeda khusus untuk atlet disabilitas. Fadli pun ditangani oleh pelatih balap sepeda kawakan, Puspita Mustika.

Pada 2017, ia resmi bergabung dalam tim balap paracycling Indonesia dan turun untuk pertama kali pada Kejuaraan Asia Paracycling 2017 di Bahrain. Tampil pada kelas C4 nomor time trial, ia menduduki urutan keempat. Saat ASEAN Paragames 2017, Fadli membawa pulang dua perak dan dua perunggu. Puncaknya adalah ketika tampil pada Asian Paragames 2018 di Jakarta, Fadli sukses merebut satu medali emas kelas C4 track pursuit, perak road time C4, dan perunggu sprint beregu C1-5.

Selanjutnya ia tampil pada Kejuaraan Dunia Paracycling 2018 di Maniago, Italia dan Kejuaraan Dunia Paracycling 2019 di Belanda dan ia mampu menembus 10 besar. Tak berhenti sampai di situ saja karena Fadli semakin haus juara. Pada 2019, ia tercatat tiga kali membawa pulang emas dari tiga kejuaraan Asia paracycling. Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberinya penghargaan Medali Emas Atlet Paralimpik Putra Terfavorit.

Pada 2020, ia sukses menembus Paralimpiade Tokyo 2020 dan dalam penampilan perdananya itu, ia menyudahi lomba nomor time trial C4-5 di urutan 17 dari 21 peserta dan urutan keenam individual pursuit C4. Ia juga bertekad untuk tampil kembali di Paralimpiade 2024 di Paris dan bertekad menyumbangkan medali untuk kontingen Merah Putih.

"Fadli adalah contoh bagus dari atlet yang mau bangkit dan menghasilkan prestasi pada dua cabang sekaligus. Ini bisa ditiru oleh atlet-atlet lain, khususnya atlet paralimpik Indonesia," ujar Oktohari yang saat ini menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia.

Kini, hari-hari atlet yang juga penulis buku Manusia Hebat itu banyak diisi sebagai motivator. Terutama kepada para penyandang disabilitas untuk bisa berprestasi sejajar dengan warga normal. Ia juga selalu menyemangati rekan-rekannya sesama atlet paralimpik untuk mengejar prestasi setinggi mungkin.

Fadli juga terus membangun mimpi di arena balap otomotif dengan mendirikan sekolah balap motor. Salah satu produsen sepeda motor ternama di tanah air sekaligus sponsor sebuah tim balap Asia memintanya untuk menjadi mentor bagi para pebalap mereka. "Anggota tubuh saya boleh berkurang, tapi semangat saya tidak boleh berhenti untuk memberi yang terbaik buat Indonesia," ujar Fadli.               

Bersama kaki bioniknya, Fadli Si Manusia Hebat akan mengantarkan api alam dari Mrapen untuk menyalakan kaldron Stadion Manahan dan membakar semangat bertanding hampir 2.000 atlet paralimpik dari 11 negara di ASEAN Paragames 2022.

 

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Elvira Inda Sari