MANDALIKA
  Seorang penonton membersihkan tangan menggunakan cairan pembunuh kuman sebelum memasuki tribun untuk menonton balapan WSBK 2021 di gerbang barat Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (21/11/2021).¬†ANTARA FOTO/ Ahmad Subaidi

Prokes Berhasil Diterapkan di Sirkuit Mandalika

  •   Senin, 22 November 2021 | 09:02 WIB
  •   Oleh : Administrator

Setiap penonton wajib mengikuti tes usap antigen sebelum menonton lomba balap World Superbike di sirkuit yang berada di kawasan wisata superprioritas Mandalika, Lombok Tengah.

Pengelola Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, (NTB) mendapat pujian dari berbagai pihak karena keberhasilan menggelar balapan motor kelas dunia, World Superbike (WSBK) musim 2021.

Sejumlah pebalap dan tim peserta WSBK yang berlaga pada seri pamungkas di sirkuit jalan raya pertama di dunia untuk balap motor tersebut memuji kelancaran lomba kendati diwarnai turunnya hujan selama dua hari, Sabtu (20/11/2021) dan Minggu (21/11/2021).

"Saya senang bisa menjadi orang pertama yang juara dunia di atas Sirkuit Mandalika dengan pemandangan perbukitan hijau. Terima kasih Mandalika dan Indonesia," kata Toprak Ratgazlioglu seperti dikutip dari kanal televisi resmi WSBK, Minggu (21/11/2021).

Pebalap Turki ini merebut mahkota juara dunia dari tangan Jonathan Rea, juara dunia selama enam musim beruntun sejak 2015. Ratgazlioglu mengungkapkan bahwa pihak pengelola sirkuit menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat mengingat balapan diadakan dalam masa pandemi Covid-19.

Pebalap kelahiran Alanya, 16 Oktober 1996 ini menjelaskan, ia bersama seluruh peserta dan kru tim WSBK setiap hari harus menjalani pemeriksaan tes usap. Ia juga mengatakan bahwa ada petugas khusus yang selalu mengingatkan semua orang agar selalu memakai masker di kawasan sirkuit.

Tak hanya kepada seluruh peserta dan kru serta para petugas lapangan (marshall), tes usap juga dilakukan pengelola terhadap semua penonton WSBK. Setelah melewati pintu pemeriksaan dan sebelum membeli tiket, masyarakat yang akan menonton diwajibkan melakukan tes usap gratis.

Selama berada di dalam kawasan sirkuit dan tribun, para penonton dilarang membuka masker kecuali saat makan dan minum. Kepala Keamanan Sirkuit Mandalika, Budi Santoso mengatakan, pihaknya tidak segan-segan mengingatkan seluruh penonton untuk mematuhi protokol kesehatan.

Papan peringatan penegakan protokol kesehatan juga diletakkan di berbagai sudut strategis. Menurut Direktur Informasi Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen IKP, Kemkominfo, Septriana Tangkary, penegakan protokol kesehatan merupakan harga mati.

"Lomba diadakan dalam kondisi pandemi Covid-19 dan tidak ada tawar menawar untuk penegakan protokol kesehatan. Kita ingin seluruh masyarakat yang datang ke sini untuk menonton tetap mematuhinya. Pengelola pun harus tahu aturan protokol kesehatan itu. Ini kita lakukan agar tidak terjadi penyebaran virus corona," katanya di Mandalika, Senin (22/11/2021).

Ia juga meminta kepada seluruh media massa yang meliput kegiatan-kegiatan besar di Indonesia seperti WSBK hendaknya untuk ikut memberikan narasi-narasi positif dari aktivitas tersebut. "Narasi-narasi positif itu bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai keberhasilan negara kita dalam pelaksanaan kegiatan berskala dunia seperti WSBK ini. Apalagi kita melihat protokol kesehatan betul-betul diterapkan sejak sebelum memasuki arena sirkuit," ujarnya.

CEO PT Mandalika Grand Prix Association, Ricky Baheramsyah menjelaskan bahwa kapasitas tampung tribun sirkuit yang ia kelola adalah untuk 195.700 penonton dan salah satu yang terbanyak di dunia. Dari kapasitas tersebut, pihaknya hanya membuka tak lebih dari 20 persennya saja. "Setiap hari selama lomba, kami hanya membuka tribun untuk menampung 20.000-30.000 penonton saja. Kami ingin lomba bisa berlangsung aman bagi kita semua, tetap menjaga protokol kesehatan dan kami tak memberikan peluang terjadinya penyebaran Covid-19," kata Ricky.

Sementara itu Project Manager PT Indonesia Tourism Development Coorporation, Ari Ardiansyah mengatakan, Sirkuit Mandalika memiliki beberapa jenis bangku penonton. Misalnya area festival yang dikenal juga sebagai grand stand dengan daya tampung hingga 50.000 penonton dan lokasinya memanjang, berjarak sekitar 30 meter dari posisi para pebalap akan melakukan start atau saat melewati garis akhir lomba.

Lalu ada tribun terbuka tanpa atap atau biasa dikenal sebagai tribun berdiri (non-seating tribune). Tempat ini lokasinya juga strategis, umumnya tak jauh dari tikungan-tikungan sirkuit agar penonton bisa leluasa melihat aksi para pebalap ketika saling bersaing di lintasan.

Kemudian ada tribun VVIP berkapasitas 7.700 penonton yang lokasinya satu gedung dengan garasi (paddock) peserta balapan. Tempat ini memiliki akses istimewa karena kita dapat melihat lebih dekat seluruh aktivitas di seputar garasi tim.

Sirkuit Mandalika akan kembali ramai oleh raungan mesin motor berkapasitas besar ketika menjadi tuan rumah perdana balap MotoGP musim 2022 mendatang. Indonesia akan menjadi lokasi seri kedua pada 20 Maret 2022 usai seri pembuka di Sirkuit Losail, Doha, Qatar, 8 Maret 2022.

Indonesia bersama Finlandia menjadi tuan rumah debutan MotoGP mulai musim depan. Bersama Sirkuit Sepang, Malaysia, Indonesia juga terpilih sebagai lokasi latihan para pebalap MotoGP di awal 2022.

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Elvira Inda Sari