PON XX PAPUA
  Pebulu tangkis tunggal putri Jawa Barat Saifi Riska Nurhidayah berusaha mengembalikan kok ke arah tunggal putri Bali Komang Ayu Cahya Dewi pada pertandingan final Bulu Tangkis Tunggal Putri PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

Jateng Terancam, Jabar Bersiap Juara Umum

  •   Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:35 WIB
  •   Oleh : Administrator

Jabar bersiap menjadi juara umum untuk kedua kalinya dan secara berturut-turut.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 yang diadakan di Papua akan menyudahi seluruh perlombaannya dalam dua hari ke depan. Sebanyak 39 cabang olahraga dan disiplin telah menuntaskan seluruh laga mereka. Terdapat 111 nomor pertandingan lagi yang akan dilombakan dari total 681 nomor pertandingan yang disiapkan Panitia Besar (PB) PON Papua. Artinya sudah 570 nomor pertandingan atau sekitar 84 persen selesai digelar.

Kendati demikian, kontingen dari 34 provinsi masih terus berjuang untuk merebut keping-keping medali tersisa. Menurut laporan PB PON seperti dikutip dari laman resminya, sudah 1.840 medali dibagi rata kepada 34 provinsi terdiri dari 576 emas, 564 perak, dan 700 perunggu. PB PON Papua telah menyiapkan 681 emas, 681 perak, dan lebih dari 681 perunggu.

Dalam beberapa nomor pertandingan, dua tim yang terhenti langkahnya di semifinal mendapatkan perunggu bersama sehingga total perunggu yang disiapkan lebih banyak dari jumlah emas dan perak. Hingga Rabu (13/10/2021) pukul 08.00 WIT, PB PON Papua masih menyisakan sebanyak 105 keping emas untuk diperebutkan selama dua hari terakhir.

Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu provinsi tersukses mendulang emas pada pertandingan sepanjang Selasa (12/10/2021) yang menyediakan total 81 emas. Tuan rumah PON 2008 ini mampu meraup sembilan emas dari cabang-cabang seperti layar (tiga emas), pencak silat (dua emas) dan masing-masing satu emas dari hoki lapangan, kempo, dan angkat berat. Pada cabang layar Benua Etam keluar sebagai juara umum layar melalui lima emas yang dilombakan di perairan Pantai Hamadi, Kota Jayapura.

Di hoki lapangan, Kaltim berbagi emas dengan tuan rumah, setelah kedua tim baik putra maupun putri saling beradu di partai final. Tim hoki putri Kaltim merebut medali emas setelah mengalahkan tim Papua dengan skor 2-0 melalui penalti pada laga yang berlangsung di arena hoki Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Selasa. Sedangkan tim hoki putra Papua berhasil membalas kekalahan tim putri mereka, saat bertemu tim hoki Kaltim pada babak final. Tim putra Papua berhasil mengalahkan tim Kaltim dengan skor 2-1.

Dalam klasemen sementara perolehan medali, tambahan sembilan emas membuat posisi Kaltim naik satu tingkat ke urutan tujuh. Kaltim telah mengumpulkan total 84 medali terdiri dari 21 emas, 30 perak, dan 33 perunggu. Posisi ketujuh semula menjadi milik Riau, tetapi dengan kemampuan hanya meraup sekeping emas, Bumi Lancang Kuning akhirnya harus menyerah dan memberikan peringkat mereka kepada Kaltim. Riau telah mendapatkan total 17 emas, 21 perak, dan 17 perunggu.

Prestasi Kaltim dan Riau masih di bawah performa Bali. Provinsi berjuluk Pulau Dewata tersebut masih menunjukkan hasil bagus hingga hari kesepuluh, Selasa (12/10/2021). Pada hari itu, skuad Bali sukses mendulang lima emas dari tarung derajat dan kempo. Hasil itu mampu menambah koleksi total menjadi 23 emas, 19 perak, dan 39 perunggu untuk menempatkan Bali di urutan enam besar.

Ketiga provinsi tadi masih menjadi ancaman terbesar bagi Jawa Tengah yang sejak pekan pertama PON Papua tertahan langkahnya di urutan lima besar. Beruntung pada laga hari kesepuluh, atlet-atlet Jateng masih dapat menyumbang tiga emas dari cabang pencak silat, paralayang, dan biliar dan membuat koleksi medali Jateng bertambah menjadi 23 emas, 43 perak, dan 57 perunggu.

Sementara itu, di papan tengah, kontingen Aceh, satu dari dua tuan rumah bersama PON 2024 mendatang, sukses panen empat emas dari tarung derajat dan atletik. Torehan ini mampu mendongkrak posisi Aceh dari semula di urutan 16, meroket ke peringkat 13 klasemen perolehan medali dengan 10 emas, enam perak, dan sembilan perunggu.

 

Pecah Rekor

Dari lintasan atletik, atlet Sumatra Selatan Sri Mayasari yang tampil di final nomor 400 meter putri berhasil menembus garis akhir terdepan dengan waktu 53,22 detik. Dalam lomba yang diadakan di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Sri juga mempertajam rekor nasional atas nama Emma Tahapary yang telah bertahan selama 37 tahun. "Saya memang punya target memecahkan rekornya," kata Sri yang juga mencetak rekor baru PON seperti dikutip Antara.  

Emma Tahapary adalah salah satu sprinter putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Istri mendiang penyanyi ternama Jopie Latul itu mencetak waktu 54,20 detik di nomor 400 meter yang ia ciptakan pada Kejuaraan ASEAN 1984 di Manila, Filipina. "Selama 37 tahun saya pegang rekor. Saya tunggu siapa yang bisa memecahkan, sampai akhirnya bisa pecah hari ini. Sangat membanggakan," ujar Emma yang ikut hadir di Mimika Sport Complex.

Emma yang juga salah satu pengurus di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) berharap juniornya itu dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia dan dunia. Emma mengaku, Sri kerap berdiskusi dengannya mengenai program latihan khususnya untuk nomor 400 meter.

Pemecahan rekornas juga dilakukan perenang putri DKI Jakarta Angel Gabriela Yus di penyisihan nomor Gaya Kupu-Kupu 50 Meter. Ia menjadi yang tercepat dengan waktu 27,40 detik sekaligus memperbaiki catatannya sendiri yang dibuat di Singapura, 2020 lalu. Angel merupakan juara pada final nomor Gaya Kupu-Kupu 50 Meter dan menyumbang sekeping emas PON Papua untuk kontingen ibu kota. Sepanjang laga Selasa, tercipta enam rekor PON baru dan dua pemecahan rekornas yang dilakukan para atlet dari lintasan atletik dan kolam renang.

 

Jabar Tak Terbendung

Sementara itu dalam klasemen medali, Jabar semakin tak terbendung untuk merebut gelar juara umum beruntun kedua lagi. Sejak PON 2000, belum pernah ada provinsi yang mampu merebut gelar juara umum pesta olahraga nasional empat tahunan ini secara beruntun. Jabar bisa menjadi yang pertama mencatatkan sejarah juara dua kali beruntun PON setelah era Orde Baru berakhir.

Mengutip data PB PON Papua, Rabu (13/10/2021) pukul 08.00 WIT, juara PON 2016 ini sudah mengoleksi 108 emas, 87 perak, dan 97 perunggu. Terdapat tambahan 13 emas sepanjang laga Selasa (12/10/2021) yang diraup dari pencak silat, renang, paralayang, bola voli indoor, dan menembak.

Panen empat emas diperoleh para perenang Jabar dari final cabang renang yang digelar di Arena Akuatik Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Jabar juga memetik kemenangan bersejarah dari arena voli setelah sukses menyandingkan emas putra dan putri untuk pertama kali sejak 25 tahun lalu. Terakhir kali kawin emas voli terjadi pada PON 1996 di Jakarta.

Jatim sepanjang Selasa berhasil mendapat tambahan 13 medali emas dari paralayang, karate, renang, loncat indah, gulat, dan layar. Panen emas terjadi di paralayang ketika arek-arek Jatim mampu membawa pulang enam keping emas. Hasil ini membuat Jatim untuk sementara memperoleh 97 emas, 79 perak, dan 70 perunggu untuk berada di urutan kedua klasemen sementara perolehan medali.

"Seluruh atlet yang masih bertanding akan berjuang semaksimal mungkin untuk merebut medali emas. Semua masih mungkin, meskipun cukup berat. Setidaknya hasil yang sudah diraih para atlet sejauh ini bisa dibilang sangat bagus," kata Ketua Harian KONI Jatim M. Nabiel.

Demikian halnya dengan DKI. Juara 11 kali PON tersebut masih terseok di urutan tiga besar dengan 90 emas, 74 perak, dan 86 perunggu. Pada hari kesepuluh perhelatan PON Papua, DKI memanen sembilan emas dari layar, pencak silat, atletik, karate, kempo, renang, dan loncat indah.

Tuan rumah pun bernasib serupa. Pada pertandingan Selasa, atlet-atlet Papua sanggup menyetor 11 emas dari karate, selam laut, senam aerobik, pencak silat, hoki lapangan, terjun payung dan tarung derajat yang menyumbang empat keping. Hasil itu membuat Papua tetap bertahan di peringkat empat besar dengan 79 emas, 50 perak, dan 84 perunggu.

Pada hari ke-11, Rabu (13/10/2021), PB PON Papua menyediakan 72 keping emas untuk diperebutkan oleh atlet-atlet dari 34 provinsi di final 13 cabang dari total 20 cabang yang menggelar lomba.

PON Papua diikuti oleh 7.039 atlet dan mereka berlomba untuk memperebutkan 681 emas, 681 perak, dan 681 perunggu pada 37 cabang, 56 disiplin, dan 681 nomor pertandingan. Mereka berlaga di 44 venue yang tersebar di empat klaster. Presiden Joko Widodo telah membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam. PON Papua akan berakhir pada 15 Oktober 2021.

Sejauh ini seluruh pertandingan dilaksanakan dengan protokol kesehatan sangat ketat, baik bagi atlet, ofisial, maupun penonton. Seluruh lomba dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat dan mereka harus mengikuti kebijakan menempati hanya 25 persen dari kapasitas total tiap venue.

Agar dapat memasuki arena lomba, setiap penonton wajib menunjukkan kartu vaksin telah disuntik dosis pertama dan kedua. Kemudian harus memakai masker selama menonton lomba serta menjaga jarak. Torang Bisa!

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Elvira Inda Sari

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Indonesia.go.id.