G20 Indonesia 2022 | Presidensi G20, Momentum Hasilkan Pedoman Green Economy untuk UMKM

Presidensi G20, Momentum Hasilkan Pedoman Green Economy untuk UMKM

G20


Indonesia merupakan negara yang unik karena memiliki banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di masa pandemi ini, pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM juga menjadi perhatian pemerintah.

Jakarta, InfoPublik – Penguatan kerja sama dan sinergi antarpemerintah dan para pelaku ekonomi, harus terus didorong untuk menciptakan transisi ekosistem ekonomi hijau (green economy) yang optimal. Hal itu yang terus didorong dalam Presidensi G20 Indonesia 2022.

Pemulihan ekonomi, akibat pandemi COVID-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir, bisa menjadi momentum mengembalikan kegiatan ekonomi bisnis yang memperhatikan masalah emisi karbon.

Demikian dikatakan Ekonom Universitas Indonesia, Chairul Djakman, saat dihubungi Minggu (6/3/2022) di Jakarta.

Indonesia, dikatakannya, merupakan negara yang unik karena memiliki banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).  Di masa pandemi ini, pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM juga menjadi perhatian pemerintah.

Dia pun berharap, lewat Presidensi G20 Indonesia 2022 akan dapat mendorong pelaku UMKM terlibat bersama aktif dalam kampanye netralitas karbon yang juga menjadi agenda forum internasional tersebut.

“Dalam Presidensi G20 Indonesia bisa berperan melibatkan UMKM untuk mewujudkan netralitas karbon,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pun sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.  Selain itu, UMKM juga mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia. UMKM menjadi salah satu sektor yang menyelamatkan Indonesia dalam guncangan krisis global pada 2008. Dengan demikian, katanya, UMKM memiliki peranan besar dalam ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, sudah saatnya seluruh pelaku usaha berperan mewujudkan netralitas karbon. Untuk saat ini, kata dia, hal itu baru dilakukan oleh pelaku usaha besar yang peduli untuk terlibat dalam kampanye netralitas karbon. “Sehingga gaungnya itu menurut saya harusnya bisa sampai ke pelaku UMKM,” ungkapnya.

Langkah mewujudkan netralitas karbon harus dilakukan secara kolaboratif sehingga tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah serta perusahaan besar saja. Keterlibatan masyarakat umum dan pelaku UMKM juga diperlukan. Presidensi G20 Indonesia 2022, harus menjadi momentum untuk menghasilkan pedoman ekonomi hijau bagi pelaku UMKM, untuk ikut aktif berperan dalam menciptakan ekosistem ekonomi hijau dari mulai rantai produksi hingga bisnis mereka.

“Mungkin salah satunya dalam hal komponen dalam UMKM itu yang selama ini nggak tersentuh padahal kan banyak sekali faktor yang bisa perkembangan bisnis di Indonesia,” pungkasnya.

Foto: Istimewa


Top