Assalamualaikum Wr. Wb,
Yang saya sangat hormati Bapak Try Sutrisno, Wakil Ketua Umum PKPI, seluruh pengurus, para peserta yang saya hormati pula.
Sebelum saya kesini biasanya setiap pagi saya bicara dengan Bapak Presiden yang berada di luar negeri. Tadi saya melaporkan di samping masalah-masalah nasional hari ini, beliau di Tokyo, saya sampaikan juga saya menuju ke Kongres PKPI, dan spontan beliau menyampaikan salam yang sehangat-hangatnya atas Kongres yang kesatu.
Bahwa bagi saya dan bagi kami SBY, tanpa dukungan PKPI, maka gambar-gambar kami, saya kira masih tetap di tembok-tembok di luar sana, dan sekarang sudah di atas sini. karena itu dalam kesempatan ini pula saya sampaikan rasa terima kasih bersama bapak SBY atas dukungan partisipasi, serta segala upaya bersama yang telah dijalankan bersama-sama, dengan kami, dengan Partai Demokrat, Bulan Bintang, PKPI dan seluruh pendukung-pendukung yang lainnya.
Apa yang kami jalankan semua ini adalah amanah daripada saudara-saudara sekalian. Apa yang telah dijelaskan tadi oleh saudara Wakil Ketua Umum, masalah-masalah kita berbangsa, sebenarnya adalah amanah yang harus kami jalankan. Dan mudah-mudahan dengan semua itu bangsa ini akan tetap kita jalankan dengan sebaik-baiknya.
Saudara-saudara sekalian,
Banyak partai, tentu mempunyai keragaman, walaupun dikatakan tadi, partai PKPI belumlah mencapai suatu target-target yang diharapkan dari segi hasil pemilu. Tapi partai tidak hanya diukur dari sisi pemilih, partai diukur dari tujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi. Suatu aspirasi dapat mempengaruhi suatu bangsa, dan itu sama pentingnya dengan partai itu sendiri. Apa yang diharapkan dari nama saja, keadilan demi persatuan, sebenarnya suatu aspirasi yang harus dijalankan oleh semua bangsa ini, tidak ada bangsa yang besar tanpa keadilan, dan tidak ada keadilan tanpa persatuan. Dan itulah tujuan berbangsa ini. Tujuan berbangsa kita, apabila kita ukur dari segi Undang-undang Dasar, tentunya adalah meningkatkan kesejahteraan umum. Tidak ada kesejahteraan umum tanpa suatu stabilitas, tidak ada pembangunan ekonomi. Tidak ada pembangunan ekonomi tanpa stabilitas politik sosial, dan tidak ada stabilitas politik sosial tanpa persatuan, tidak ada persatuan tanpa keadilan.
Karena itu saya sangat menghargai, semangat serta upaya kita bersama dalam PKPI ini. Dalam bidang sosial, tentu suatu ekonomi bangsa ingin maju, seperti saya katakan tadi membutuhkan suatu tekad ekonomi yang baik. Tingkat ekonomi yang baik haruslah dilaksanakan oleh SDM yang baik pula, Sumber daya yang baik hanyalah dapat dicapai dengan pendidikan yang baik, tidak ada SDM tanpa pendidikan yang baik. Tidak lah boleh pergi kemana saja di dunia ini, tanpa pendidikan yang baik. Tidak mungkin dicapai SDM yang baik. Pendidikan bukan hanya fisiknya, tetapi upaya keras dari masyarakat untuk belajar dan belajar, menimba ilmu dengan keras, memberikan contoh dan tauladan, dan tentunya dengan moral yang baik. Itulah upaya kita untuk memperbaiki SDM kita. Saya mengharapkan bahwa Kongres ini tentunya akan membahas hal-hal yang penting untuk bangsa ini. Menjabarkan program-program yang penting bangsa ini.
Saya ingin mengulangi suatu pengalaman-pengalaman dari suatu negara. Negara yang maju dan tidak maju bukan ditentukan oleh kekayaan alam negara itu, bukan ditentukan oleh banyaknya penduduk negeri itu, bukan ditentukan oleh sejarah bangsa itu. Tapi yang terpenting ialah tekad bangsa itu untuk maju bersama-sama. Karena apabila kita mempunyai tekad, apapun kita bisa lalui, kesulitan apapun kita bisa selesaikan, dan sejauh apapun tujuan itu kita bisa capai. Saya yakin pada tahun-tahun ini, dengan semangat saudara-saudara sekalian, dukungan saudara-saudara sekalian, kita bisa mencapai tujuan-tujuan yang baik itu. Dukungan saja tidaklah cukup untuk suatu bangsa yang berdemokrasi seperti ini, suatu bangsa yang berdemokrasi membutuhkan kritikan, dibutuhkan suatu saran-saran, dan dibutuhkan suatu hal-hal yang membangun, pemerintah membutuhkan saran dan kritikan, tanpa kritikan suatu bangsa menjadi naas, kita butuhkan kritikan saudara-saudara sekalian, tetapi yang objektif dan tentunya proporsional. Hal-hal yang baik, tentu layak pula diberikan penghargaan, tetapi perilaku yang jelek, harus dikritik pula sekeras-kerasnya. Karena hanya dengan itulah bangsa ini menjadi dinamis.
Untuk partai, saya ingin ulangi lagi, tidak hanya tergantung besar pemilihnya. Tetapi yang sangat penting juga tergantung cita-citanya. Saya yakin cita-cita yang mulia saudara-saudara sekalian, untuk menegakkan keadilan demi persatuan, sebagaimana tema pokok, haruslah kita dukung pula bersama-sama. Semua tekad itu pula haruslah mempuhnyai program-program yang dapat dilaksanakan. Saya percaya saudara-saudara yang hadir di sini dapat melaksanakan cita-cita dan program itu secara bersama-sama pula. Pastilah tekad kita bersama, bersama kita bisa tetap menjadi tekad kita bersama.
Mudah-mudahan, allah SWT selalu meridhoi kita semua. Dan dengan ini saya menyatakan Kongres Pertama PKPI pada hari ini kita resmikan, Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamu alaukum wr.wb.
Jakarta, 31 Mei 2005
WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Drs. MUHAMMAD JUSUF KALLA