Jakarta - Meskipun angka kemiskinan dan pengangguran terus berkurang, namun pengurangan tersebut masih belum cukup. Oleh karena itu, masalah kemiskinan dan pengangguran ini juga masih menjadi agenda penting pemerintah.
“Jalurnya tetap dua, ekonomi harus tumbuh. Dengan pertumbuhan ekonomi, maka secara ekonomi pula lapangan pekerjaan tercipta dan kemiskinan pun bisa diturunkan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidato kebijakan di Istana Negara, Rabu (19/10) siang.
Pemerintah saat ini melakukan program khusus untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran tersebut. Kunci keberhasilan program ini adalah bersinerginya program pemerintah pusat dengan daerah.
SBY mencatat anggaran untuk mengurangi kemiskinan ini masih terdecer di berbagai sektor. “Masih banyak pos kementerian dan lembaga yang judulnya sama, pengurangan kemiskinan. Kita harus evaluasi dan tertibkan. Dengan demikian lebih fokus, lebih terarah,” Kepala Negara menjelaskan.
Presiden juga menggarisbawahi untuk terus menyukseskan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan mengalirkannya ke wilayah hulu maupun hilir. Presiden berharap berharap ke depan dapat menggerakan dan melibatkan kaum intelektual muda yang masih menggangur. “Mari kita kembangkan kewirausahaannya, mari kita libatkan dalam program-program yang prorakyat, dengan demikian ada peluang bagi mereka untuk mendapat lapagan pekerjaan,” ujar SBY.
Sumber : http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2011/10/19/7303.html