Beijing: Kedatangan 100 pemuda yang terdiri dari pengurus DPP dan DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi ke China adalah untuk memenuhi undangan pemerintah China. Menurut Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Alfitra Salamm, kunjungan ini tidak ada kaitannya dengan dinamika politik di Indonesia.
Kunjungan ini sudah direncanakan sejak pertengahan tahun 2011. Surat pemerintah China untuk yang mengundang pemuda-pemuda Indonesia sudah beberapa kali dikirimkan, baru tahun ini terealisasi, dengan mengundang 100 pemuda Indonesia untuk mengunjungi beberapa provinsi di China," kata Alfitra di Beijing hari Kamis (22/3) pagi.
Karena mitra Kemenpora adalah KNPI, dan KNPI sudah bersatu, maka pemerintah kali ini memberi kesempatan kepada KNPI untuk memenuhi undangan pemerintah China tersebut, tambahnya. Sebagian besar dari mereka adalah DPP KNPI dan semua Ketua DPD KNPI dari seluruh Indonesia, serta beberapa mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi.
"Bagi Indonesia, ini merupakan penguatan program kemenpora dalam kegiatan awal pertukaran pemuda Indonesia - China," kata Alfitra Salam. "Undangan pemerintah China itu tentu sangat penting bagi pemuda Indonesia untuk melihat beberapa kemajuan China, guna menambah wawasan pemuda-pemuda Indonesia. Ini adalah kesempatan, karena pemerintah China akan mengajak para pemuda itu untuk berkunjung ke pusat-pusat olahraga, pusat industri, pusat pendidikan. Dan yang penting, akan ada dialog antara pemuda kedua negara," tambahnya.
"Seluruh biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi delegasi pemuda selama berada di China di tanggung pihak pemerintah China, termasuk 50 tiket pesawat Indonesia - China pergi-pulang. Karena jumlah delegasi 100, maka kita hanya menanggung 50 tiket sisanya, selebihnya ditanggung pemerintah China. Kesempatan ini tentu saja tidak kita sia-siakan," kata Alfitra Salam.
http://kemenpora.go.id/index/preview/olahraga/5536